Rabu, 20 Mei 2015

Inikah Cinta? (2)

Melewati malam yang terasa gerah, gerah oleh keadaan yang kini membakar hatinya, itulah yang membuat mata Rama masih terjaga, lelap belum juga mampu meminangnya, meski jarum jam telah menunjukkan angka dua lewat tujuh belas dini hari.

"Aku mau kita putus" Kata itu menggema berkali-kali direlung Rama. Seperti tamparan keras yang mendarat diwajahnya. Sakit!

Kata yang tak pernah dia sangka akan terucap dari Luna, wanita yang paling dia cintai hampir lima tahun ini.

"Kenapa ini bukan mimpi saja" gumam Rama dengan suara yang sangat lirih, lantaran hatinya belum mampu merestui keputusan Luna.

Rama meraih handphonenya, sebuah lagu mulai mengalun lembut, mencoba menjadi nada-nada manis yang bisa mengusir perih yang kini hadir direlungnya.

Butuh waktu memang untuk bisa terlelap, tapi begitulah cara Rama mencoba berdamai dengan keadaan hatinya, dan alhasil lagu-lagu itu akhirnya mampu menina bobokan Rama, meski gelisah masih terbaca dari gerak tubuhnya yang resah selama dia terlelap.

Langit malam diluar juga tampak sangat keruh, tak ada setitik pun kerlip bintang yang tampak disana, langit benar-benar muram, semendung hati Rama.

Udara juga terasa begitu pengap, hawanya seperti akan turun hujan deras dini hari ini.
Namun ternyata nihil, gerimis pun sama sekali tak mendarat, hingga mentari kembali tersenyum menyapa pagi.

"Selamat pagi..." Sebuah suara lembut itu terdengar bersamaan dengan jerit suara pintu. Langkah kakinya terdengar semakin mendekati tempat tidur Rama, namun mata Rama masih sulit terbuka, sepertinya rasa ngantuk masih merangkulnya.

Rama hanya bisa merasakan sebuah tangan lembut itu mendarat dikeningnya, dan dari wangi parfum yang sangat khas itu, hati Rama tahu siapa yang datang, namun mata Rama masih terkatup.

"Syukurlah demamnya sudah turun" Gumam Suster Risma sembari merapikan selimut ditubuh Rama.


Bersambung…

#CerMinBer (Cerita Mini Bersambung)

6 komentar:

  1. yah bersambung, ditunggu kelanjutan ceritanya mas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, lanjutan sudah ada tu, silahkan dibaca ya... :)

      Makasih sudah mampir :)

      Hapus
  2. Yeeaayyyy...ada tokoh baru nih, jangan-jangan...*makin penasaraaaannnn...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, Supaya lebih hidup ceritanya Bunda... :)
      Silahkan baca lanjutannya Bunda :)

      Hapus
  3. Wah.. Ini part sebelum yg di facebook yaa? :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mba Istiana, Postingan yang dari FB saya pindahkan semua ke Blog supaya gampang dicari kalo pengen dibaca kembali :)

      Hapus