Senin, 18 April 2016

#FF: Cinta dalam diam


"Dan pada akhirnya aku tahu, air hujan lebih hangat dari pelukannya semalam" Ucapnya samar di antara bulir air matanya yang jatuh.


"Tapi bukan begini caranya melerai sakit, ini justru menimbun perih" Kutarik tangannya paksa di tengah hujan yang menderas.

Dia tak bergeming, tapi sorot matanya seolah bilang "Biarkan aku di sini, bersama hujan dan air mataku".

Aku akhirnya menyurutkan langkahku, kembali duduk disampingnya, membiarkan sepi menari, dan kuyup meraba setiap kecewa yang mencerca.


"Kamu tak pernah tahu, yang lebih sakit saat ini bukan kamu, tapi aku yang lebih hancur" Hampir kata itu melompat dari bibirku, namun warasku membungkam kata-kata itu dalam sunyi.


0 komentar:

Poskan Komentar