Senin, 27 Juni 2016

Tips menjadi Seorang Blogpreneur

“Belajar dan mencari ilmu itu sebaiknya tidak ada kata puas,” wejangan ini begitu menempel di ingatan saya. Untuk itu jika sikon memungkinkan, maka saya selalu semangat untuk datang diberbagai komunitas dan forum belajar. Seperti kali ini saya datang di acara Ngobrol asyik dan Buka Puasa Bersama yang diadakan oleh CNI.

Seperti kali ini, ada Teh Ani Berta dan Mba Haya Aliya Zaki yang akan berbagi banyak ilmu penting seputar “How To Be A Blogpreneur”  di Casadine Kitchen & Bakery yang terletak di Apartment Taman Rasuna Tower 17 jl. Epicentrum Boulevard Timur, Kuningan, Jakarta.

Sesi pertama diisi oleh Teh Ani Berta yang mengangkat tema “How To Be A Blogpreneur,” yaitu tentang bagaimana untuk menjadi seorang Blogger yang professional. Dan percayalah jika segala sesuatu yang dilakukan secara profesional, maka tak mustahil akan banyak keajaiban yang akan kita dapatkan.
Teh Ani Berta
Menjadi Blogger itu bisa dilakukan oleh siapa saja, tanpa melihat latar belakang pendidikan maupun pekerjaan kita, karena siapapun bisa menjadi Blogger asalkan mempunyai kemauan dan kemampuan untuk menulis.

Namun untuk menjadi Blogger professional tidak hanya bisa menulis, namun banyak hal lain juga yang harus bisa dikuasai, ada 5 kunci yang menjadi kiat utama supaya seseorang bisa sukses untuk menjadi Blogger Profesional, antara lain:
  1. Membangun Pondasi, yaitu tentang bagaimana membangun blog yang unik, dengan menonjolkan hal-hal yang benar-benar kita kuasai dan kita sukai, lalu rutin menuliskan hal-hal tersebut dan tidak malu untuk menyebarkannya di sosial media yang kita miliki.
  2. Membangun Interaksi, adalah hal yang juga tak kalah penting, seperti membalas komen-komen yang masuk di blog kita, lalu aktif juga menyapa dan berkomentar positif di sosmed, dan memanfaatkan setiap event offline untuk membangun networking dengan orang-orang baru.  
  3. Perluas Jaringan Networking, salah satu cara untuk membangun networking adalah mempunyai kartu nama dan membagikannya pada saat ketemu Client atau teman-teman baru. Selain itu, kita juga harus tetap menjaga hubungan baik dengan menyapa Client atau teman-teman lama, misalnya mengucapkan "sesuatu" pada moment special seperti hari besar (Lebaran, natal, tahun baru).
  4. Marketing & Portfolio bisa kita lakukan dengan cara me-share pencapaian dan prestasi kita di berbagai sosial media yang kita miliki (abaikan orang yang menilai hal ini negative). Selain itu, jangan perhitungan untuk melakukan free trial untuk brand yang kita sukai, aktif memberikan free content writer dan sosial media untuk organisasi non profile, dan terus menulis konten-konten yang bermutu.
  5. Berani Action, Setelah mempunyai ilmu yang cukup, jangan pernah takut untuk memulai membuat proyek-proyek kecil untuk berbagi ilmu yang kita punya untuk orang lain, atau bisa juga mulai mengajukan proposal ke Client untuk kerjasama, ciptakan peluang sendiri dengan membuat hal-hal unik dan menjual, dan yang terpenting terus mau belajar hal-hal baru dengan terus peka terhadap peluang yang ada.  

Setelah semua langkah diatas dilakukan dengan sungguh-sungguh, konon akan terbuka banyak peluang yang luar biasa yang akan kita dapatkan. Misalnya saja akan mendapatkan job review, Ghost Writer, Content Writer, Content Planner, Sosial Media Specialist, Speaker, Event Organizer, Buzzer Management, Konsultan Sosial Media Marketing, dll.

***

Dan setelah selesai menikmati buka puasa bersama dan shalat magrib, maka acara dilanjutkan dengan presentasi dari Mba Haya yang mengangkat topik tentang “Get Opportunities From Writing Health Content.” 
Mba Haya sedang serius menjelaskan nih
Dan perlu diingat menulis konten kesehatan itu tidak harus lulusan dunia kesehatan ataupun menulis yang berat-berat seputar dunia medis. Siapapun bisa menuliskan konten kesehatan, bisa mulai dari hal-hal ringan yang kerap kita temui setiap harinya. Misalnya, tentang bagaima cara menurunkan panas pada bauh hati, apa yang dilakukan jika anak kecil perutnya kembung, atau membahas seputar tanaman rempah-rempah di halaman rumah dan manfaatnya bagi kesehatan, dll. 

Lantas bagaimana cara untuk bisa mendapatkan berbagai peluang dengan menulis seputar dunia kesehatan? 
  1. Pastinya kita punya passion di bidang kesehatan, hal ini sangat penting supaya kita nyaman untuk melangkah kedepannya. 
  2. Bangun personal Branding, hal ini bisa kita lakukan dengan sering menulis konten seputar dunia kesehatan, tunjukan gaya hidup yang sehat melalui sosial media kita, ikut dalam berbagai lomba blog seputar dunia kesehatan, dan bisa juga hadir dalam berbagai seminar dan talkshow yang membahas tentang dunia kesehatan.
  3. Jadilah Volunteer untuk menjadi content writer, health event, ataupun gabung dalam komunitasnya.
  4. Bangun Networking itu penting, mulailah dengan membuat kartu nama, join dan aktif dalam komunitas serta jangan pernah melupakan client yang pernah bekerjasama dengan kita.
  5. Lakukan Optimasi Sosial Media yang kita punya, mulai dari Facebook, Twitter, Instagram, Linkedin, Facebook fanpage.
Perlu diingat optimasi Sosial Media ini penting dilakukan karena melalui sosial media kita terhubung dengan banyak orang, dan di sana bisa terbuka banyak peluang supaya brand melirik kita. Untuk itu, gunakan sosial media dengan bijak, misalnya:
  • Jangan pernah mengunci akun media sosial kita, karena orang lain tidak akan pernah bisa melihat siapa kita jika kita terlalu tertutup. Disetting “Open” saja supaya potensi kita bisa terbaca oleh orang lain.
  • Saat menshare status (Foto, tulisan, video, dll) jangan lupa untuk mensetting “Public” pada bagaian siapa saja yang bisa melihat apa yang ingin kita share tersebut.
  • Kita bisa publish pencapaian kita melalui sosial media, misalnya baru menang lomba blog ini, habis menang lomba foto itu, dll. Tujuannya "pamer" karya adalah untuk personal branding. Pastikan bahwa apa yang kita posting di media sosial adalah sesuatu yang baik dan merepresentasikan brand kita. Salah satunya dengan share achievement yang kita punya tersebut.
  • Aktif di sosial media dengan menjaga komunikasi dengan teman-teman di sosial media, saling menyapa melalui chatting atau komentar.
  • Jangan pernah malu untuk menshare quotes-quotes yang menginspirasi, supaya kita atau pun orang lain bisa terinspirasi dari status tersebut.
  • Publish foto-foto yang keren dan bagus juga bisa memberikan nilai lebih pada karya kita.
  • Jangan gunakan media sosial untuk mengumbar kemarahan dan kebencian, karena menulis hal-hal jelek di media sosial susah dihapus oleh waktu.
Selain media sosial, Blog yang kita punyapun harus di perhatikan, terutama tentang bagaimana membangun konten yang bagus, karena selain tulisan yang bagus, alangkah lebih sempurnanya jika didukung oleh foto dan video yang juga tak kalah kerennya, sehingga menghasilkan konten yang benar—benar memukau pembacanya.

Oh iya, terkadang untuk menuliskan konten seputar dunia  kesehatan kita juga kerap kali dihadapkan untuk melakukan wawancara dengan pasien untuk mendapatkan data sebagai bahan tulisan kita. Namun untuk melakukan wawancara ini, ada bebarap hal yang perlu kita perhatikan, misalnya:
  1. Sebelum wawancara, kita harus sudah menyiapkan segala sesuatunya seputar pasien. Misalnya, sudah mencari tahu tentang data pasien secara lengkap, dan baca-baca seputar penyakit yang diderita pasein, dll.
  2. Interview orang-orang yang ada diseputar lingkurang pasien yang ingin kita wawancarai, seperti Dokternya, keluarganya, komunitasnya, dll supaya kita bisa mendapatkan data yang banyak seputar penyakit yang diderita oleh pasien.
  3. Pastikan sudah tahu dimana tempat untuk melakukan wawancara dengan narasumber
  4. Membangun hubungan yang baik dengan narasumber
  5. Kita juga harus tahu berapa lama wawancara sebaiknya dilakukan supaya tidak menimbulkan kejenuhan bagi narasumber, dan kita juga harus bisa membaca sikon kapan kita sudah harus mengakhiri wawancara tersebut.
  6. Lakukan wawancara sedetail-datailnya, supaya data yang didapat juga semakin jelas untuk bahan tulisan.
  7. Namun perlu diingat, semua data hasil wawancara tersebut harus kita verifikasi lagi sama narasumber sebelum dipublish, apakah artikel tersebut sudah layak tayang atau belum, karena jangan sampai ada data yang salah yang kita tulis seputar narasumber.
  8. Lakukan pengecekan tulisan dan verifikasi juga dengan ahli terkait penyakit pasien yang kita wawancarai supaya tidak ada kesalahan nantinya.
Namun yang terpenting, dalam menulis artikel itu tetap haruslah memudahkan siapapun yang membacanya, untuk itu menulislah dengan tips berikut ini:
  1. Menulislah dengan simple
  2. Gunakan kata-kata yang singkat
  3. Jangan gunakan jargon atau istilah yang tidak dimengerti oleh orang lain
  4. Hindari menggunakan singkatan saat menulis
  5. Jangan lupa selipkan pesan kunci dari tulisan tersebut
  6. Sertakan juga deskripsi dari tenaga medis
Selain itu, Mba Haya juga menyinggung tentang bagaimana membuat artikel kesehatan yang soft selling,  untuk itu ada beberapa hal yang harus kita pahami, antara lain:
  1. Menggunakan pertanyaan pembuka yang cocok dengan topik yang akan dibahas
  2. Menulis sesuatu yang berguna bagi banyak orang, misalnya tips atau tutorial
  3. Tidak menggunakan kata janji-janji atau kata “Jaminan”. Misalnya, jika menggunakan obat ini dijamin akan sembuh dalam satu jam.
  4. Menulishlah dengan mesharing pengalaman.
  5. Jangan fokus untuk tujuan berjualan, tapi fokuslah untuk menolong masalah orang yang membaca tulisan kita.
  6. Jangan menyebutkan nama brand berkali-kali.
  7. Pastikan apa yang kita tulis, sudah sesuai dengan keinginan client kita.
  8. Jaga komunikasi dengan pengunjung yang meninggalkan komentar di blog kita.
  9. Tetap ngeblog bahkan jka kita tidak dibayar.
Ingatlah bahwa ”Bloggers sell stories, NOT products.” 
  
Sungguh sharing pengalaman dan ilmu yang dilakukan oleh Teh Ani dan Mba Haya sangat luar biasa, jadi kami yang ikut dalam acara gathering dan buka puasa bersama CNI ini sangat beruntung mendapatkan materi yang luar biasa seperti di atas.

Oh iya, acara yang luar bisa keren ini, disponsori oleh PT. Citra Nusa Insan Cemerlang (CNI), yaitu sebuah perusahaan yang menawarkan aneka produk yang bermacam-macam, mulai dari produk healty food, Food & Beverages, Personal care, Household, hingga produk untuk Agriculture dan  Fisheries.

Untuk mendapatkan barang-barang tersebut, kini kita sudah bisa melakukan belanja online dengan mengunjungi GeraiCNI.com, dimana proses belanja onlinenya sungguh sangat mudah dan aman, dan saya sendiri sudah pernah melakukan belanja online di GeraiCNI.

Dan jika penasaran seperti apa saja produk yang dijual oleh GeraiCNI dan bagaimana langkah-langkah untuk melakukan belanja online di GeraiCNI, maka silahkan kunjungi tulisan saya yang berjudul "GeraiCNI: Solusi Belanja Online Mudah Tanpa Ribet" ini.  

Begitulah sekelumit cerita seru saat saya mengikuti acara Gathering bersama CNI. Dan tidak lupa saya ucapkan terima kasih banyak kepada CNI yang sudah mengadakan acara yang luar biasa seperti ini.

Dan tak lupa juga saya ucapkan terima kasih banyak kepada Teh Ani dan Mba Haya yang sudah mau berbagi dengan kami semua sehingga kami juga jadi mendapatkan banyak ilmu yang sangat luar biasa. Dan semoga saja acara serupa ini, terus diadakan lagi oleh CNI di masa-masa yang akan datang. Aamiin :)

16 komentar:

  1. Noted banget nih, saya masih suka malu2 buat share quote yang bermanfaat. Makasih tulisannya, mengingatkan saya untuk terus praktek biar tulisan saya bermanfaat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mba Ipeh :)

      Semoga setelah ini berani ya Mba untuk share quote yang bermnafaatnya hehehe

      Hapus
  2. Semua informasi yang di sajikan sangat menarik, saran dari kami postingannya lebih diperbanyak lagi, terima kasih..

    BalasHapus
  3. Saya masih membekali diri menjadi blogpreneur. Hebat euy kedua narasumber yang berani terjun menjadi blogpreneur. Thanks for sharing mas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba Helena, semoga kita semua bisa belajar dan terinspirasi dari para narasumber ini (Teh Ani dan Mba Haya) ya Mba :)

      Sama-sama Mba Helena :)

      Hapus
  4. Postingan Awan yg menarik. Selama bulan puasa ini Bunda gak pernah bisa memenuhi undangan Bukber dari Komunitas mana pun karena kendala transportasi. Padahal keinginan menimba ilmu masih menggebu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Bunda Yati :)

      Pantasan tidak pernah ketemu Bunda, padahal banyak bangat acara bukber Bunda, tapi semoga Bunda tetap dapat ilmu dari tulisan yang kita bagikan ya Bunda :)

      Hapus
  5. "...untuk menjadi Blogger professional tidak hanya bisa menulis..." Setuju banget.

    Btw, itu Haya presentasi setelaj buka puasa dan shalat Maghrib? di luar masih terang ya... #salahfokus ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba Triani jeli bangat lihatnya :D

      Jadi foto itu Mba Haya lagi perkenalan dulu dan materinya dilanjutkan lagi setelah buka puasa.

      Hapus
  6. Terimakasih untuk informasinya
    Saya setuju banget dengan "blogger Cell stories, Not products"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 Bima, semoga semakin semangat ngeblognya ya :)

      Hapus
  7. Jd banyak input ilmu nih walau gk ikutan dteng .. Tengkyu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sami-sami Mas Jay,
      Syukurlah jika banyak ilmu yang didapat dari tulisan ini Mas Jay :)

      Hapus
  8. Yup betul nih, harus berani action. Xixi. Tapi saya belum berani...bukan karena ngga berani sih, cuma takut aja kalau ambil sana-sini, ngga kekejar. Jadi masih ikuti irama dengan santai...tapi tetap mencoba untuk konsisten.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar Mba Levina, pelan-elan dan terus konsisten saja dulu, nanti lama-lama akan berani action juga... semangat Mba :)

      Hapus