Minggu, 19 Juni 2016

Cara Agar Fungsi Kerja Otak Tetap Optimal Selama Berpuasa



-OTAK kita menentukan siapa identitas kita-

Kata-kata diatas adalah cuplikan dari ucapan DR. Roeslan Yusni Hasan Sp.Bs yang merupakan narasumber yang sengaja dihadirkan untuk membicarakan tentang bagaimana cara Mempertahankan Fungsi Kerja Otak yang Optimal Selama Berpuasa pada acara healthtalk dan buka puasa bersama Mayapada Healthcare Group yang dihadiri oleh mayoritas media dan blogger di Fairmont Hotel & Resorts pada tanggal 9 Juni 2016 yang lalu.
Suasana healthtalk bersama DR. Roeslan Yusni Hasan Sp.Bs
Otak merupakan organ terpenting bagi manusia, karena menjadi pusat dari system saraf yang mengendalikan fungsi tubuh kita, sehingga bisa dibilang, otak memegang peranan penting dalam kehidupan seseorang.

Menurut  DR. Roeslan Yusni Hasan Sp.Bs selaku Dokter Spesialis Penyakit Syaraf, dari Mayapada Hospital Tanggerang, bahwa jika otak kita diganti, maka kepribadian kita pun akan berubah, berbeda halnya jika kita mengganti organ tubuh yang lain, itu tidak terlalu berdampak pada kepribadian seseorang. misalnya kita melakukan cangkok jantung, maka sifat asli kita tetap dominan dan kuat sebagaimana diri kita sendiri meskipun jantung kita merupakan hasil cangkok dari orang lain.

DR. Roeslan Yusni Hasan Sp.Bs
Penyakit stroke adalah sebagai salah satu contoh nyata yang kerap kita lihat tentang bagaimana pengaruh kerja otak pada kehudupan seseorang. Dimana stroke terjadi lantaran pembuluh darah ke otak terganggu, akibatnya otak tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup, sehingga menyebabkan kerusakan pada kinerja jaringan tubuh yang lainnya, seperti separuh tubuh mati rasa, atau bahkan yang lebih parah bisa menimbulkan kematian.

Otak manusia terdiri dari beberapa bagian, dimana bagian-bagian tersebut mempunyai peranan masing-masing yang tidak kalah penting dalam menunjang aktiftas seseorang. Adapun secara garis besar pembagian otak manusia seperti sebagai berikut.
Part of the Human Brain

  • Frontal Lobe berfungsi untuk mengendalikan gerak otot  dan berpikir.
  • Parietal Lobe berfungsi sebagai pengatur perubahan pada kulit dan otot.
  • Temporal Lobe berfungsi sebagai pusat pendengaran, penciuman, dan pengecap.
  • Occipital Lobe berfungsi sebagai pusat penglihatan
  • Brainstem berfungsi memastikan dasar penting kehidupan, yaitu detak jantung, tekanan darah dan pernapasan.
  • Corpus Callosum berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan otak kanan dan otak kiri.
  • Cerebellum yang berfungsi untuk mengatur sikap atau posisi tubuh, keseimbangan, dan koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar.   

Dari luar, otak manusia dilindungi oleh tengkorak, yang dimana tempurung kepala kita terdiri dari delapan tulang yang telah menyatu bersama-sama, hal ini supaya otak kita tidak gampang mengalami kerusakan secara fisik.

Sedangkan untuk melindungi otak kita supaya tetap sehat dari dalam, tentu saja kita harus memperhatikan asupan makanan dengan menerapkan gaya hidup sehat yang kita jalani, seperti memilih makanan yang sehat, dimbangi dengan rajin untuk berolahraga, menjauhi rokok, minum-minuman beralkohol, dan narkoba.

Lantas bagaimana pengaruh puasa terhadap kinerja otak manusia?

Menurut DR. Roeslan saat puasa seperti ini, tubuh menjadi mudah letih, lesu, lemah, kurang bersemangat, mudah marah dan konsentrasi menjadi menurun. hal ini terjadi karena saat puasa kondisi tubuh kita dalam keadaan lapar dan haus lantaran kekurangan asupan makanan dan minuma.

Kondisi ini berdampak juga pada kerja otak dan kerja organ tubuh yang lainnya yang menjadi tidak optimal. Untuk itu, memperhatikan asupan makanan dan minuman yang tepat saat sahur dan buka puasa penting untuk dilakukan supaya kinerja otak kita sebagai pusat pengontrol organ tubuh yang lain tetap bisa bekerja dengan baik meskipun kita sedang berpuasa.

Pada dasarnya, agar otak kita bisa menjalankan fungsinya dengan optimal, tentu saja kita harus memenuhi pasokan Oksigen dan Glukosa, karena dua komponen ini merupakan komponen paling penting untuk kelangsungan kerja otak manusia.

Ketersediaan oksigen mutlak harus ada, karena otak sangat memerlukan oksigen untuk bisa bekerja dengan baik, karena berkurangnya pasokan oksigen ke otak dapat menyebabkan penurunan kontrol dan perubahan kognitif, seperti pusing jika bangun dan berdiri dengan cepat, peningkatan denyut jantung, kehilangan memori untuk jangka pendek, dan perubahan warna kulit menjadi kebiruan. Namun kekurangan oksigen pada otak dalam stadium yang parah, bisa menjebabkan seseorang mengalami kejang, koma, berhenti bernafas dan tidak adanya reflex otak.

Selain Oksigen, Glukosa juga penting, karena Glukosa merupakan hasil dari konversi karbohidrat yang ada dalam makanan, selanjutnya glukogen berubah menjadi sumber energi bagi kelangsungan hidup semua jenis sel tubuh, termasuk sel otak dan otot tubuh. 

Jika sumber karbohidrat berjumlah banyak, maka jumlah glukosa yang diproduksi juga akan berlebihan juga, sehingga tubuh kita akan mengkonversikan jumlah glukosa yang berlebihan tersebut menjadi bentuk glikogen yang lebih kompleks, dan glikogen ini akan disimpan dalam sel hati dan sel otot sebagai cadangan energi bagi tubuh kita.


Konon, otak kita menggunakan 20-30% energi kita setiap harinya, dan bahan bakar utamanya adalah glukosa. Seperti saat kita berfikir, sel-sel otak membutuhkan glukosa lebih banyak dan menarik aliran darah ke arah otak spesifik yang paling aktif. Sebaliknya, saat kita sulit konsentrasi, darah tidak mengalir ke area yang membutuhkan, namun menyebar ke seluruh bagian otak sehingga kita sulit untuk fokus.   

Adapun cara untuk mendapatkan asupan Glukosa yaitu dengan banyak megkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, lemak dan protein, namun dari tiga zat makan tersebut, karbohidrat adalah komponen zat makanan yang menyumbang paling banyak glukosa.

Berikut ini adalah jenis makanan dan minuman yang diperlukan saat puasa untuk meningkatkan glukosa, baik saat sahur maupun buka puasa, antara lain:
  • Makanlah makanan yang mengandung karbohidrat terbaik antara lain bisa diperoleh dari Kentang Rebus, Beras Merah, Jagung, Ubi Jalar, Roti gandum utuh, Kacang-kacangan. Dimana jenis makanan ini bisa memberikan rasa kenyang yang tahan lama.
  • Makanlah makanan yang mengandung lemak sehat, seperti minyak zaitun, Minyak Wijen, Minya Bunga Matahari, dan aneka kacang-kacangan.
  • Makanlah makanan yang mengandung protein tinggi seperti telur, susu, yougart, ikan, dada ayam,
  • Konsumsi buah-buahan yang mengandung serat seperti melon, papaya, pisang, semangka.
  • Perbanyak konsumsi sayuran-sayuran, seperti bayam, brokoli, wortel, labu, buncis, dan hindari cabe, tomat, bawang putih dan kol karena menimbulkan gas dalam perut dan bikin haus.

Untuk itu selama berpuasa, sebaiknya kita tetap harus memperhatikan komposisi makanan dan minuman yang menjadi asupan bagi tubuh kita, supaya kinerja otak dan organ tubuh lainnya tetap bisa bekerja optimal selama berpuasa.

Kurangnya mengkonsumsi makanan dan minuman selama berpuasa akan menyebabkan menurunnya glukosa yang menjebabkan menurunnya kinerja otak kita dan juga berdampak pada tergangguya fungsi sel-sel dalam tubuh manusia.

Dan jangan lupa mengkonsumsi air putih secukupnya saat berbuka dan juga sahur karena kondisi haus juga bisa menurunkan kinerja otak menjadi tidak optimal dan menurunkan daya konsentrasi karena otak sejatinya sangat membutuhkan air, bahkan sekitar 80% bagian dari otak manusia adalah air.

Dengan menjaga pola makan dan minum seperti yang diuraikan diatas pada saat sahur dan berbuka puasa, maka diharapkan otak kita tetap bisa melakukan tugasnya secara optimal meskipun siang harinya kita menjalankan ibadah puasa. Sehingga fungsi kerja otak tetap bekerja optimal dan puasa tetap berjalan lancar.

 

16 komentar:

  1. bagus tulisannya... puasa emang banyak bnget manfaatnya bagi tubuh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih Mas Ali :)

      Tapi selama puasa jangan lupa untuk konsumsi makanan dan minuman yang sehat supaya tubuh tetap Fit Mas :)

      Hapus
  2. aku kalau sahur harus makan sayur, kalau enggak ada sayur pas sahur gimana gitu, udah biasa kali ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus bangat tu Mba Mariana selalu makan sayur :)

      Dan setuju Mba, jika sudah terbiasa rasanya selalu ada yang kurang ya Mba jika tidak ada sayur saat makan :)

      Hapus
  3. Wahh menarik sekali infonya, terimakasih sudah berbagi pengalaman, semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca termasuk saya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya semoga bermanfaat ya... aamiin...

      Terima kasih sudah mampir :)

      Hapus
  4. Informasi yang sangat bermanfaat bang semoga pembaca dapat meniru uraian yg diatas:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin... mudah-mudahan ada manfaatnya ya Dek :)

      Hapus
  5. Info kayak gini dibutuhkan banget saat Ramadhan begini :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Teh, supaya tahu mana makanan yang tepat dikonsumsi dan yang perlu dihindari saat puasa :)

      Hapus
  6. Pas bangat baca ini di bulan puasa, thanks Bang sharingnya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Dek, semoga tulisan ini bermanfaat ya :)

      Hapus
  7. Awaaan aku videoin dirimu. Udah nonton belum? :))))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyiiik... Saya sudah menontonnya Mba Haya :)

      Terima kasih Mba Haya sudah masukan saya dalam videonya :)

      Hapus