Senin, 12 September 2016

Dia dan Pilihannya

Image: Mardive (pixabay.com)
Langit…!
Masih ingatkah kamu tentang dia?
Dia yang pernah aku ceritakan padamu dulu,
Iya benar,
Dia yang mampu membuat degup jantungku berdebar lebih cepat bila bertemu dengannya,
Dia yang membuat aku tersenyum-senyum sendiri bila ingat wajahnya.
Iya dia wanita yang aku puja,
Namun mendadak hilang tanpa kabar dan tanpa sebab.


Langit...!
Setelah sekian lama aku tak berjumpa dengannya,
Malam dini hari kemarin,
Akhirnya aku tak sengaja bertemu dengannya,
Tapi dia memalingkan wajahnya seolah kita tak saling kenal,
Apa mungkin dia sudah lupa sama aku?
Tapi aku tak pernah bisa melupakannya.
Mata itu, senyum itu, Lesung pipi itu.
Iya... aku yakin itu dia.

Langit...!
Tapi kamu tahu dimana aku menemukannya?
Kamu pasti tidak akan percaya,
Aku menemukannya dikantong-kantong tebal,
Bersama lembar-lembar kemapanan,
Bersama tuan-tuan berdasi,
Di kamar hotel yang sepi.

Langit...!
Inilah hidup,
Hidup yang akhirnya dia pilih,
Pilihan yang akhirnya dia jalani,
Menjelma kupu-kupu malam.


TransJakarta, 13092015

1 komentar: