P E R I H


Selepas senja berlalu, 
Tinggallah perih rindu meluka, 
Menakar airmata yang luruh, 
Pada sepotong hati yang patah.

Kurengkuh kepingan demi kepingan hatiku,
Memapahnya melewati malam yang gelap,
Meneusuri jalan pulang nan sunyi,
Di antara gerimis yang mencerca.

Jalan yang kurangkaki terasa jauh,
Nyaris kumenyerah pada dingin yang mencumbuku,
Aku berontak setiap kali perih merenggut hati bugilku,
Tapi aku bisa apa?
Luka terlalu berkuasa,
menikamkan perih begitu dalam,
dan aku hanya mampu terisak menahan kecewa,
Menanggung sakitnya dikhianti kekasih dan sahabatku sendiri.

1 komentar:

  1. Sedih bangat puisinya Bang, pacar dan sahabat macam apa itu *jahaat :(

    BalasHapus