PPM Manajemen Rayakan Hari Lahir Pancasila Dengan Nobar Film LIMA



Akhirnya kesampaian juga saya melenggang ke bioskop setelah beberapa kali gagal nonton karena sikon yang tidak mengizinkan. Sebab bagi saya menonton film di bioskop itu salah satu "me time" yang paling asyik untuk memberi jeda bagi diri sendiri di antara sederet kesibukan kerjaan yang seolah tidak ada selesainya. *curcol. Hiks!

Untuk itu, beberapa hari yang lalu, tepatnya Jumat, 08 Juni 2018 saya akhirnya menyempatkan diri  pergi nonton ke bioskop lagi, dan kali ini saya menonton sebuah film bergenre drama yang berjudul LIMA.

Menurut saya film ini luar biasa, banyak bangat hal menarik yang bisa saya petik saat menonton film ini. Sepanjang menonton film ini berkali-kali saya harus menyeka air mata saya yang jatuh karena dilanda haru yang begitu dalam.

Rangkaian cerita dalam film yang diproduseri oleh Lola Amaria ini menarik meski mengusung film yang bertemakan Pancasila. Kita benar-benar disuguhkan cerita yang didukung oleh para pemain yang mampu menyuguhkan peran yang begitu apik, sehingga saat menontonnya kita benar-benar diajak untuk berkaca tentang bagaimana menerapkan sila-sila Pancasila dalam keseharian kita.

Film LIMA Gambarkan Pancasila dengan Nyata

Film yang mengangkat judul LIMA ini bukan hanya menggambarkan lima sila Pancasila saja, namun film ini juga diperankan oleh lima tokoh utama yaitu Tri Yudiman, Prisia Nasution, Yoga Pratama, Baskara Mahendra, dan Dewi Pakis yang berperan begitu memikat di sini.

Selain itu, film ini juga disutradai oleh lima sutradara berbakat yaitu Shalahuddin Siregar, Tika Pramesti, Lola Amaria, Harvan Agustriansyah, dan Adriyanto Dewo. Dimana  sutradaranya masing-masing membuat alur cerita yang berbeda dengan mengambil ide tiap sila-sila dalam Pancasila, tetapi tetap memiliki kesinambungan dan benang merah antara satu bagian dengan bagian yang lainnya.
Film LIMA mengajak masyarakat merayakan Hari Lahirnya Pancasila dengan menghadirkan banyak pesan moral yang bisa kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari - Doc. Pribadi
Sila petama tentang Ketuhanan tergambar saat Ibu Maryam (Tri Yudiman) meninggal, dimana dari ketiga anaknya, hanya Fara (Prisia Nasution) yang memiliki keyakinan yang sama dengan sang Ibu yaitu Islam, sedangkan kedua saudara lelakinya Aryo (Yoga Pratama) dan Adi (Baskara Mahendra) memiliki keyakinan yang lain. Meski sempat terjadi perbedaan pendapat dari ketiga kakak beradik ini tentang tata cara penguburan Ibundanya, namun pada akhirnya mereka sepakat bahwa sang ibunda tetap dikubur sesuai prosesi islam.

Selanjutnya sila kedua tentang keadilan tergambar saat Adi mencoba membantu seseorang dari amukan massa yang ingin main hakim sendiri, Meski didera rasa takut, namun demi menegakan keadilan, akhirnya Adi berani membuka mulut tentang siapa yang ikut terlibat dalam aksi main hakim sendiri yang berujung pada kematian seorang korban tersebut.

Dan sila ketiga tentang persatuan dapat kita temukan dari kisah Fara yang kesehariannya berprofesi sebagai pelatih renang. Pada satu waktu, Fara didera dilema yang begitu berat saat menentukan atlet yang dikirim ke pelatnas, Fara memutuskan siapapun boleh menjadi perwakilan ke pelatnas tanpa melihat ras dan warna kulitnya, asalkan dia benar-benar berprestasi, namun pemilik club renang menentang keputusan Fara.

Kemudian sila keempat tentang musyawarah tergambar ketika Aryo sebagai kakak lelaki tertua harus menjadi pemimpin saat mengajak saudara-saudaranya bermusyawarah untuk membagikan warisan yang ditinggalkan oleh Ibundanya untuk mereka bertiga.

Selanjutnya sila kelima dapat kita lihat tentang bagaimana perjuangan Ijah (ART di rumah keluarga Fara dan adik-adiknya) harus berjuang mencari keadilan untuk melepaskan anak-anaknya yang ada di kampung dari deraan hukuman penjara. Ya, hukam yang sering tajam ke bawah dan tumpul ke atas membuat kita terkadang merasa miris dan bertanya-tanya, dimana keadilan itu sebenarnya berada?

Jadi tidak berlebihan jika saya menyebut film ini bagus dan layak ditonton oleh siapa saja, karena film ini tidak hanya menghibur, namun juga memberi kita tuntunan yang serat dengan pesan-pesan moral yang begitu mendalam tentang bagaimana memaknai hidup di negeri yang berlandaskan Pancasila ini.
Keseruan kami wefie bareng Adi (Baskara Mahendra - yang ternyata adalah alumni dari PPM Manajemen) setelah selesai nobar Film LIMA - Doc. Andrew
Untuk itu, buat teman-teman yang belum nonton maka lekaslah menyaksikan sendiri film ini di bioskop-bioskop terdekat, karena film ini sudah ada di bioskop sejak tanggal 31 Mei yang lalu. Namun nonton film ini paling asyik kalo rame-rame dengan teman-teman, seperti saya kemarin seru bangat sudah menonton film ini bersama beberapa teman blogger lainnya di CGV Grand Indonesia atas undangan dari PPM Manajemen.

Apa kaitan Film Lima dan PPM Manajemen?

Mungkin ada yang bertanya seperti itu? dan jawabannya menurut saya karena keduanya sama-sama mengagumi dan mencintai Pancasila. Selain itu, PPM Manajemen merasa prihatin bahwa di zaman sekarang ini banyak orang yang tidak lagi begitu "menghargai" keberdaan Pancasila sebagai dasar Negara kita.

Hal ini terlihat dari masih maraknya isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan) yang terjadi dimana-mana, meski kondisinya tidak separah akhir tahun 1960-an. Namun kondisi ini jika terus dibiarkan maka bisa menimbulkan keresahan di masyarakat yang berakibat pada kerugian bagi bangsa, khususnya kemunduran ekonomi yang disebabkan oleh terabaikannya pengelolaan sumber daya nasional.

Dan apabila kondisi ini terus dibiarkan maka Indonesia akan tertinggal dari negara lain yang terus mengalami akselerasi pertumbuhan ekonomi yang positif. Dan melihat hal ini, PPM Manajemen sebagai lembaga pendidikan dan pembinaan manajemen merasa terpanggil untuk senantiasa ikut menjaga keutuhan bangsa dan negara. Ya, NKRI adalah harga mati!

PPM Manajemen Punya 3 Tanggal Keramat

PPM Manajemen yang sejak lahirnya pada 3 Juli 1967 silam sudah menjujung tinggi keragaman dan persatuan. Hal ini terlihat dari para pendiri PPM Manajemen yang datang dari latar belakang keyakinan yang berbeda-beda.

Dan PPM Manajemen mempunyai maksud dan tujuan yaitu untuk mengembangkan manajemen di Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Sebuah sistem manajemen yang memperhatikan kepentingan semua golongan yaitu pemilik modal, karyawan, konsumen, masyarakat, dan pemerintah. Dan yayasan ini juga secara tegas menolak manajemen kapitalis yang memutlakkan laba, juga menolak dengan tegas manajemen ala komunis yang mengorbankan kepribadian manusia demi kepentingan kolektif.

Berlandaskan itu, maka PPM Manajemen melihat bahwa film Lima ini mempunyai nilai-nilai postif yang sejalan dengan apa yang menjadi maksud dan tujuannya. Sekaligus PPM Manajemen ingin merayakan hari lahir Pancasila tahun ini dengan cara yang berbeda yaitu menonton film yang bernafaskan Pancasila secara bersama-sama supaya semua penontonnya bisa lebih menyelami arti sila-sila Pancasila dalam keseharian kita dengan begitu nyata.

Selain itu, melalui momentum ini PPM Manajemen juga ingin mengajak masyarakat untuk melestarikan kebhinekaan Indonesia supaya tetap saling menghormati dan menghargai segala perbedaan yang ada supaya kerukunan dan keharmonisan hidup bisa terus tercipta di negeri tercinta ini.
Bapak Bramantyo usai pemutaran film Lima sempat menjelaskan tentang film Lima dan 3 tanggal keramat menurut PPM Manajemen - Doc. Arisman
Bahkan Bapak Bramantyo Djohanputro selaku Direktur Eksekutif PPM Manajemen menjelaskan bahwa PPM Manajemen sangat menjujung tinggi kebhinekaan yang ada di negeri ini, makanya PPM Manajemen mengeramatkan tiga tanggal penting yang sekaligus menjadi momen yang tidak boleh dilupakan karena memiliki peran penting dalam perjalanan Indonesia dari dulu hingga sekarang ini. Adapun tiga tanggal keramat yang dianut oleh PPM Manajemen adalah sebagai berikut:
Dimana tanggal keramat yang pertama yaitu 1 Juni yang merupakan Hari Lahir Pancasila. Tentu saja tanggal kelahiran Pancasila ini menjadi momen penting bagi PPM Manajemen karena dimana hal ini merefleksikan diri PPM Manajemen dalam menjalankan proses bisnisnya yang berazaskan Pancasila. Hal ini pun sejalan dengan cita-cita para pendiri PPM Manajemen yang ingin mengembangkan ilmu manajemen di Indonesia berdasarkan nilai-nilai Pancasila. 

Dan tanggal keramat kedua yaitu 3 Juli yang merupakan Hari Lahir PPM Manajemen. Maka dengan  peringatan hari lahir PPM Manajemen ini tentu saja akan menjadi momen istimewa bagi PPM Manajemen untuk mengevaluasi apa yang sudah dilakukan bagi bangsa ini dan sumbangsih apa yang dapat diberikan PPM Manajemen bagi bangsa ini.

Terlebih kini PM Manajemen akan memasuki usia emas 50 tahun, maka PPM Manajemen ingin terus memberikan sumbangsih terbaiknya kepada negeri ini, meski sejauh ini PPM Manajemen sudah menghasilkan ribuan alumni yang tersebar di berbagai korporasi dan publik yang menduduki jabatan-jabatan strategis di negeri ini. Namun PPM Manajemen tidak akan berhenti untuk terus mencetak generasi yang berprestasi untuk menjadi bagian dalam membangun Indonesia yang semakin baik.

Selain itu, tanggal keramat yang ketiga adalah 17 Agustus yang merupakan Hari Lahir Republik Indonesia. Ya hari lahir negeri ini tentu saja menjadi awal yang membuat kita bebas dari segala penjajahan dari Negara lain. Makanya, tanggal ini menjadi keramat juga karena bagi PPM Manajemen sejak kemerdekaan maka masyarakat Indonesia telah memasuki dan melewati pintu gerbang utama untuk menapaki era pembangunan yang menciptakan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur, dengan memberi kesempatan yang sama kepada setiap warga negara untuk berkontribusi pada pembangunan, ikut andil dalam mencerdaskan bangsa dan menciptakan perdamaian dunia.

Untuk itu, PPM Manajemen selalu menjadikan peringatan hari lahir Republik Indonesia ini sebagai momentum untuk merajut dan memperkokoh kebersamaan dan kebhinekaan internal antar sesama yang merupakan perwujudan kebhinekaan Indonesia.
Maka dengan mengeramatkan ketiga tanggal tersebut, diharapkan PPM Manajemen dapat terus berkiprah dalam membangun sumber daya manusia yang unggul baik itu manajer, eksekutif, dan wirausaha untuk kemajuan bangsa dan membina organisasi korporasi maupun publik untuk mampu bersaing dalam peta global.

Dan selama ini, PPM Manajemen telah menjadi mitra bagi berbagai organisasi baik organisasi pemerintah, BUMN, swasta ataupun organisasi nirlaba dalam berbagi pengalaman di bidang pembelajaran teori dan praktik manajemen. Tidak hanya itu, PPM Manajemen juga telah menjadi mitra bagi para manajer dan calon manajer dalam upayanya mengembangkan keahlian atau kemampuannya di bidang ilmu manajemen.

Meski telah berhasil mengcetak banyak alumi yang memiliki profesi dan kedudukan penting, namun PPM Manajemen tidak pernah merasa puas untuk terus berupaya menjadi pelopor di bidang manajemen melalui berbagi riset dan penelitian yang bisa digunakan sebagai best practices bagi mitra PPM Manajemen.

Sebab hal ini sejalan dengan visi dan misi PPM Manajemen yang ingin terus memberikan dan menyediakan layanan berkualitas tinggi bagi mitra PPM Manajemen dengan menawarkan solusi manajemen terintegrasi yang meliputi: Pelatihan, Sekolah Tinggi Manajemen, Asesmen SDM, Riset dan Konsultansi, E-Learning, Publikasi dan Seminar, Experiential Learning.
Terima kasih PPM Manajemen sudah mengajak kami menonton film LIMA yang serat dengan makna yang begitu mendalam- Doc. Mba Vika
Sungguh saya pribadi sangat salut dengan PPM Manajemen ini, karena sepertinya menjadi satu-satunya instansi yang begitu peduli dengan hari lahirnya Pancasila dengan menggelar acara nonton bareng film bernafaskan pancasila seperti ini.

Terima kasih banyak ya PPM Manajemen sudah mengajak saya dan sahabat Blogger lainnya untuk menonton film Lima ini. Tidak salah jika PPM Manajemen mengajak kami menonton film ini, karena film ini benar-benar banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik untuk diamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Salam Bhineka Tunggal Ika :)

40 comments:

  1. Cara yang kreatif memperingati Hari Lahirnya Pancasila

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Mas Arief, kreatif bangat PPM Manajemen merayakan hari lahir Pancasila.

      Delete
  2. Salam bhineka tunggal ika, film yang bagus untuk memupuk persatuan dan kesatuan bangsa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Mas Adi, film semacam ini seharusnya lebih banyak lagi ya :)

      Delete
  3. Temen2 dahbpada nonton ini dan katanya bagus soale bisa menumbuhkan rasa persatuan juga, jadi penasaran liat filmnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayoo Mba Amel jangan lupa nonton, seru loh :)

      Delete
  4. hari lahir pancasila biasanya kurang mendapat perhatian yah, tapi instansi ini memberikan perhatian lebih, keren yah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar Teh, kayanya hanya PPM Manajemen yang merayakan hari lahir Pancasila dengan cara seunik ini :)

      Delete
  5. Wah menarik yaaa
    Memperingati hari nasional dengan cara modern
    Bisa sebagai media pengingat utk anak muda ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya benar Mba Nur, nobar seperti ini salah satu cara mengajak anak muda untuk selalu ingat hari lahir Pancasila :)

      Delete
  6. sayangnya disini kok tidak ditayangkan ya...
    baik cgv atau xxi..

    memang harus diakui, pasar penonton bioskop masih agak jarang juga.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga di sana segera ada juga ya Mas film ini, jadi bisa nonton juga film ini.

      Delete
  7. Wihhh ceritanya seru ya. Jadi pengen nonton juga nih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayooo Kak Mia nonton sekalian ajak para jagoannya untuk nonton juga hehehe

      Delete
  8. Semoga film-film indonesia makin maju ya, dan ini kreatif banget menunjukan cinta pada Indonesia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba Echi, kreatif bangat ini PPM Manajemen menunjukan cinta pada Pancasila dengan gelar nobar film seperti ini :)

      Delete
  9. Thanks yaa, wan,.. next time ketemu lagi...Nobar lagi..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sami-sami Mba Vika, makasih juga atas keseruan bersamanya :)

      Sampqi ketemu lagi ya Mba dikeseruan berikutnya :)

      Delete
  10. saya pribadi sedih kalau di keluarga saya banyak yang sengaja mengkotak-kotakkan diri dengan kesukuan dan menganggap suku lain lebih rendah derajatnya. Buat saya, kebangsaan itu Pancasila. Cara ini sangat bagus menanamkan kecintaan akan Pancasila, mengingat kemerdekaan diraih dengan ribuan tetes darah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga ga suka Mba Innova kalo ada yang mengkotak-kotakan begitu, padahal jelas kita semua itu adalah satu nusa dan satu bangsa ya :)

      Delete
  11. Wah seru ya bisa ikut nonton bareng jadi tambah referensi perfilman dan juga tambah kenalan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba Erna, seru bangat nobarnya, banyak pengalaman yang menyenangkan :)

      Delete
  12. Aku sudah nonton film LIMA. Walaupun agak datar dan agak dramatisir waktu ada maling buku tulis, tapi secara keseluruhan puas. Semoga semakin banyak ya institusi yang peduli akan pancasila seperti PPM Manajemen.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar secara keseluruhan film ini tetap bagus dan memberikan banyak pesan moral ya Mas Valka.

      Iya, mudah-mudahan banyak institusi yang peduli seperti PPM Manajemen ini.

      Delete
  13. Wah, boleh juga ini. Btw bener banget kata adalah mantra,hati-hati dalam berkata bisa juga jadi doa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba Eni, kata-kata bisa jadi doa makanya harus berujar yang bagus-bagus hehehe

      Delete
  14. Menyampaikan nilai Pancasila dengan pendekatan seni menjadi menarik dan efektif yaa.
    Tidak terkesan digurui

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar bangat Mba Nefertite pendekatan Pancasila dengan seni itu efektif bangat tanpa terkesan menggurui.

      Delete
  15. Penanaman nilai-nilai Pancasila, melalui pendekatan seni, keren ya.
    Tidak menggurui, efektif, dan pastinya menarik

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya setuju Mba, keren dan kreatif bangat ya pendekatan nilai-nilai Pancasila dengan seni seperti ini :)

      Delete
  16. Wah di sutradarai 5 org. Jadi bener2 konsep 5 tuh sampai ke behind the scene nya juga yaa.. tinggal penggabungan dari 5 sila ini ya. Aah jadi kepo mau nonton.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya Mba Ade, benar-benar 5 ya hehehe

      Semoga kita semua bisa terapin dalam keseharian kita setiap sila-sila pancasila ini :)

      Delete
  17. Kayaknya aku jadi tertarik mau nonton nih mau tau alur ceritanya penasaran, ini filmkn sebelumnya ada pro kontra ya, pemainnya idola semua

    ReplyDelete
  18. jaaaahhh akkkku baaru aja keear nontonm Lima ini Kang. bagus.. huhuuhu... pengen deh ada laanjutannya film ini... tadi yg nonton dikit. banyak yg mudik juga ssih soaalnya

    ReplyDelete
  19. Wah temanya kyknya berat ya film ini :D
    Pantesan katanya ada pro kontra gtu :D
    Yg pasti kalau menonton film ini kyke kudu berbesar hati, dicerna dulu baik2 apa yang ditayangkan ya mas :D

    ReplyDelete
  20. Waduh jadi penasaran sama film ini jadinya... pengen nonton ah..kayaknya seru dan banyak pesan moral yang didapat ya :)

    ReplyDelete
  21. Keren y filmnya, unik juga tuh PPM punya 3 tanggal keramat. Saya juga sudah nonton film LIMA, menyentuh dan benar-benar seperti melihat kejadian nyata

    ReplyDelete
  22. saya tahu film Lima saat Lola Amaraia jadi bintang tamu di Kick Andi. Saya jadi penasaran bagaimana kalau film ini ditonton banyak mahasiswa saya dikampus

    ReplyDelete
  23. Wah ikutan nonton film ini juga ternyata. Aku juga diajakkin tapi nggak bisa karena di Bandung :((
    Bagus ya filmnya, kirain film pendek independen gitu, ternyata ada Prisia Nasution wkwk

    ReplyDelete
  24. wow filmnya keren ya.. tapi menurut gue pesannya kurang dpet sih...

    ReplyDelete