
Aku terlelap,
dalam pelukan sunyi yang tak benar-benar sepi..,
sebab di sana,
kau masih bernafas sebagai kenangan.
Kita menjelma bayang-bayang
yang enggan luruh dari ingatan,
menyelinap di sela mimpi,
mengguratkan rindu yang tak sempat usai.
Waktu boleh saja berjalan menjauh,
namun jejakmu tetap tinggal,
seperti gema yang menolak hilang
di ruang hati yang rapuh.
Dan aku..,
tetap terlelap,
mendekapmu dalam mimpi
yang tak pernah benar-benar pergi.
dalam pelukan sunyi yang tak benar-benar sepi..,
sebab di sana,
kau masih bernafas sebagai kenangan.
Kita menjelma bayang-bayang
yang enggan luruh dari ingatan,
menyelinap di sela mimpi,
mengguratkan rindu yang tak sempat usai.
Waktu boleh saja berjalan menjauh,
namun jejakmu tetap tinggal,
seperti gema yang menolak hilang
di ruang hati yang rapuh.
Dan aku..,
tetap terlelap,
mendekapmu dalam mimpi
yang tak pernah benar-benar pergi.
No comments:
Post a Comment