
Aku seketika seperti angin yang ragu berhembus,
menyimpan bisik di balik dada yang kelu,
sementara waktu berjalan tanpa menoleh,
membiarkan rasa ini tumbuh,
menanggung rindu yang kerap kambuh.
menyimpan bisik di balik dada yang kelu,
sementara waktu berjalan tanpa menoleh,
membiarkan rasa ini tumbuh,
menanggung rindu yang kerap kambuh.
