
Aku seketika seperti angin yang ragu berhembus,
menyimpan bisik di balik dada yang kelu,
sementara waktu berjalan tanpa menoleh,
membiarkan rasa ini tumbuh,
menanggung rindu yang kerap kambuh.
Di lorong-lorong sepi yang tak bernama,
kutitipkan debar yang tak sempat bersuara,
menjadi gema yang hilang sebelum sampai,
pada hatimu yang entah kini berlabuh di mana.
Dan aku tetap di sini,
menganyam harap dari denting sunyi,
meski kutahu..,
rindu ini mungkin hanya akan pulang
sebagai luka yang tak pernah sembuh.
menyimpan bisik di balik dada yang kelu,
sementara waktu berjalan tanpa menoleh,
membiarkan rasa ini tumbuh,
menanggung rindu yang kerap kambuh.
Di lorong-lorong sepi yang tak bernama,
kutitipkan debar yang tak sempat bersuara,
menjadi gema yang hilang sebelum sampai,
pada hatimu yang entah kini berlabuh di mana.
Dan aku tetap di sini,
menganyam harap dari denting sunyi,
meski kutahu..,
rindu ini mungkin hanya akan pulang
sebagai luka yang tak pernah sembuh.
No comments:
Post a Comment