Selasa, 28 Mei 2013

Film Laura & Marsha : Bukan Petualangan Biasa


Lelah yang mendera lantaran kerjaan selama dua minggu penuh tanpa libur membuat saya terima tawaran Mba Anny tanpa pikir panjang untuk ikut nonton bareng (nobar) film Laura & Marsha yang diadakan di FX mall. ya saya hanya ingin rehat dan santai sejenak, memberikan waktu pada diri sendiri untuk sesaat menikmati waktu, ya begitulah salah satu upaya yang saya yakini untuk mengembalikan mood dan semangat yang sempat terkuras. apalagi acara nobar film Laura & Marsha ini gratiiiis... jadi sangat sayang untuk dilewatkan, iya nggak? ;)

Pagi yang diselimuti langit mendung tak sedikitpun menyurutkan langkah kaki saya menuju acara nobar film Laura & Marsha yang di Sutradarai Oleh Mba Dinna Jasanti dan berada dibawah bendera Inno Maleo Films,
pukul sembilan pagi saya sudah ada di lantai 7 FX mall tepatnya di ruang 21Cineplex untuk mendata diri dimeja registrasi, suasana pagi itu lumayan sudah ramai, namun beberapa teman blogger yang saya kenal belum ada yang datang. sembari menunggu yang lain datang, saya mencoba browsing dan mendapatkan kenyataan ternyata film Laura & Marsha ini rupanya akan tayang serentak di bioskop nanti tanggal 30-Mei-2013, jadi kami yang diundang nonton film Laura & Marsha ini patut bersyukur karena telah diberi kesempatan istimewa yang luar biasa karena bisa menonton film Laura & Marsha ini jauh sebelum beredar dibioskop-bioskop manapun. tapi yang lebih menyenangkannya lagi, kami para blogger dan media disediakan satu studio khusus untuk menonton film Laura & Marsha ini, senang bangaaat dech :)

Baiklah, saya akan sedikit berbagi cerita tentang film Laura & Marsha yang kemarin saya nonton, mau tahu seperti apa film Laura & Marsha ini? hayo silahkan dilanjutkan bacanya :)

Pemain utama film Laura & Marsha

Film Laura & Marsha ini dibintangi oleh dua wanita cantik yang tak asing lagi dilayar kaca, yaitu ada Mba Prisia Nasution yang sering kali menjadi bintang FTV dan belakangan mulai merambah dunia layar lebar, Pia (panggilan akrab Prisia Nasution) ini konon mengawali debutnya di dunia perfilman adalah ketika membintangi film Sang Penari ditahun 2011 dan berhasil menggondol piala citra 2011 sebagai Pemeran Wanita terbaik. Selain itu ada si cantik Mba Adinia Wirasti yang telah membitangi berbagai film sejak usianya 15 tahun, sebut saja Ada Apa Dengan Cinta (AADC), Tentang Dia, Ruang, Dunia Merdeka, 3 Hari Untuk Selamanya, Jakarta Maghrib dan Arisan 2.  
                                                
Adinia & Prisia

Jadi dengan melihat sederat pengalaman yang telah mereka suguhkan dibidang seni peran ini, maka tak perlu diragukan lagi bagaimana ketika mereka berdua didaulat untuk beradu akting dalam film Laura & Marsha ini. Mba Prisia Nasution memerankan tokoh Laura yaitu seorang wanita karir yang bekerja disebuah travel agent yang sekaligus sebagai orang tua tunggal untuk seorang putrinya yang masih kecil bernama Luna, setelah ditinggal pergi oleh suaminya Ryan yang mendadak pergi tanpa penjelasan. semua latar belakang hidup ini membentuk Laura menjadi pribadi yang memiliki karakter yang teratur, sistemantis, dan selalu terpaku dengan rencana yang telah dibuatnya sendiri sehingga hidupnya serba tertata dan terasa serius.

Karakter yang diperankan oleh Mba Prisia Nasution (Laura) ini bertolak belakang dengan karakter yang diemban oleh Mba Adinia Wirasti yang memerankan tokoh Marsha, meski mereka bersahabat namun tokoh Marsha ini memiliki sifat yang periang, ceria, selalu beraksi spontan, terlihat sangat menikmati hidup dan menyukai kebebasan, hal ini didukung oleh profesinya sebagai seorang penulis buku traveling. tokoh Marsha ini sangat percaya bahwa siapapun bisa mendapatkan keberuntungan jika mereka meyakininya. Namun kehilangan sosok ibu membuat Marsha mempercayai hal-hal yang bersifat takhayul dan mitos.


Jalan Cerita Film Laura & Marsha

Saya akan mencoba mengorek kembali jejak ingatan saya saat menonton film Laura & Marsha ini kemarin, Film ini bercerita tentang sebuah perjalanan, tentang acara traveling dua orang sahabat yang penuh dengan keseruan, ketegangan, bahkan menguras emosi dan air mata. Perjalanan traveling ini  mempunyai dua cerita yang berbeda, bukan hanya bagimana ujian bagi persahabatan keduanya kala menaklukan negera-negara dibenua Eropa semata, namun ada cerita lain, yaitu bagaimana sebuah perjalanan mencari jawaban dari cinta yang mendadak pergi. perjalanan ini kaya akan makna yang bisa kita petik dan direnungkan.

Bagimana perjalanan traveling ini bermula dan bagaimana suka dan duka perjalanan dua sahabat ini menaklukan benua Eropa? yoook, silahkan dilanjuut bacanya :)



***
Kesibukan kerja di travel agent sekaligus harus selalu ada disisi bidadari kecilnya membuat Laura tak pernah berpikir untuk berlibur jauh dari Jakarta apalagi sampai melanglang buana hingga kebelahaan dunia lain di benua eropa. namun suatu hari seorang sahabat karibnya yaitu Marsha datang kepadanya menceritakan keinginannya untuk jalan-jalan ke Eropa untuk mengenang dua tahun wafat ibundanya, sekaligus menghidupkan kembali angan-angan mereka berdua saat duduk dibangku SMA dulu untuk menjelajahi Eropa.

pada mulanya Laura tak tertarik sama sekali dengan rencana yang diumbar oleh Marsha, namun sebaris kalimat yang meluncur dari bibir Marsha "Hidup tu singkat banget, kematian bisa datang kapan aja dan gue gak mau mati sebelum ngewujudin impian gue" merupakan segaris kalimat yang seolah menjadi cambuk untuk Laura sehingga meng-iya-kan ajakan Marsha untuk ikut bertualang mengelilingi berbagai sudut Eropa meski tak sepenuh hati.
  
Marsha hanya dengan tas ransel dipundaknya, penampilannya begitu simple dan sangat bertolak belakang dengan gaya juga pemapilan Laura yang menenteng kopernya yang besar untuk memulai pertulangan mereka dibenua Erpa. Dan perjalanan mereka mulai dengan sederet aturan yang dibuat oleh Laura, dan Marsha menyetujui setiap aturan itu tanpa banyak membantah. dan acara jalan-jalan mereka ke Eropa ini telah menetapkan negara yang menjadi tujuan mereka yaitu Amsterdam (Belanda), Bruhl (Jerman), Innsbrruck (Austri), Verona dan Venice (Italy). 

Meski diawal perjalanan ini, percek-cokan mewarnai langkah mereka, namun tak menyurutkan langkah mereka untuk terus bergerilia melalap berbagai tujuan mereka. namun perselisihan mulai meruncing ketika Marsha yang dengan santainya mengajak seorang lelaki asing bernama Finn untuk ikut menumpang mobil sewaan mereka, tentu saja tindakan yang dilakukan Marsha ini tak mendapat persetujuan dari Laura, namun Marsha bersikukuh bahwa Finn bisa menjadi penunjuk jalan yang tapat untuk mencapai tujuan mereka berikutnya, akhirnya alasan itu membuat Laura dengan terpaksa mengizinkan Finn untuk menumpang dimobil mereka. namun ditengah perjalanan Finn dianggap telah berbohong dan berjalan diluar rute yang telah ditetapkan oleh Laura, maka Finn diturunkan ditengah jalan oleh Laura, dan Marsha tidak mampu membantah sikap keras sahabatnya itu.

Perjalanan dilanjutkan oleh Laura & Marsha tanpa Finn, namun bukannya malah mencapai wilayah yang mereka targetkan, mereka tersesat dijalan, tepatnya ditengah hutan, disaat diserang panik karena menyadari mereka telah tersesat, dan mobil sewaan mereka tak bisa memutar arah.

"untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak", ada tiga lelaki yang mendekat kearah mobil mereka dan berniat jahat terhadap mereka, Laura dan Marsha memutuskan berlari keluar dari mobil mereka, dan aksi kejar-kejaran ditengah hutan sungguh membuat suasana menjadi sangat tegang, bagaimana rasa takut menyerang Laura ketika dia tersandung dan jatuh lalu dikerubung oleh tiga lelaki itu, namun dengan sigap dan sedikit keberanian Marsha melabrak ketiga lelaki itu dan menarik tangan Laura untuk terus berlari menjauh dan sejauh yang mereka mampu, hingga malampun terbit dan mereka merehat letih disebuah gudang wine, namun ketika pagi menyapa, guyuran air ketubuh mereka membuat Laura & Marsha tersentak kaget dan berlari pergi sebelum dicaci maki dan dikejar pemilik gudang wine tersebut.

Mereka masih ingin melanjutkan perjalanan mereka kewilayah-wilayah impian mereka, meski tanpa uang dikantong, bermodal nekat yang selalu dikobarkan oleh Marsha untuk membakar semangat sahabatnya Laura supaya yakin bahwa tanpa uangpun mereka bisa hidup dan jangan selalu menilai segala sesuatu hanya dengan materi, akhirnya Marsha membuktikannya dengan menyetop mobil dipinggir jalan supaya mereka bisa menumpang untuk bisa mencapai wilayah yang mereka inginkan. Kisah nekat lain yang dilakukan Marsha adalah ketika mencuri roti disebuah kedai roti untuk mengganjal perut mereka yang keroncongan, alhasil Laura dan Marsha dikejar oleh pemilik kedai roti ini hingga terdampar disebuah bangunan kosong yang akhirnya dijadikan mereka sebagai tempat untuk merebahkan lelah dan lapar untuk malam itu.

Bangunan tua itu menjadi saksi bisu saat Lauran dan Marsha berada dipuncak pertengkaran yang hebat, persahabatan yang mereka bina sejak SMA tak bisa menjadi jaminan bagi keduanya untuk bisa sama-sama terbuka satu sama lain, Marsha merasa seolah tertampar saat mengetahui Laura ikut ke Eropa bersamanya rupanya menyelipkan tujuan lain yang tak diketahui olehnya, berbagai argumen terlontar dan saling menyanggah satu sama lain untuk membenarkan diri masing-masing membuat mereka tersulut emosi, mereka akhirnya memutuskan berjalan masing-masing, tanpa memperdulikan lagi satu sama lain, namun pada hakikatnya pertengkaran ini membuat mereka saling merenung dan menginstropeksi diri masing-masing. 

Untuk bertahan hidup lantaran uang dan paspor yang telah hilang, Laura akhirnya memutuskan untuk menjadi pelayan disebuah cafe, rupanya hal senadapun dilakukan oleh Marsha, yaitu menjadi pelayan dicafe yang tak jauh dari tempat kerja Laura. mereka akhirnya menjadi saling cuek dan acuh satu sama lain, seolah mereka bukanlah dua orang yang pernah bersahabat karib, mereka berubah menjadi orang asing satu sama lain,  namun akhirnya suatu peristiwa merubah keacuhan mereka, ketika adanya inspeksi dari pihak imigrasi untuk menangkap warga asing tanpa identitas, situasi ini membuat Laura dan Marsha merasa saling melindungi yang akhirnya membuat mereka kembali rukun dan menyadari betul bahwa mereka berdua adalah dua sahabat yang tak bisa dipisahkan satu sama lainnya.

Marshapun mendukung dan menyetujui perjalanan yang awalnya dirahasikan oleh Laura yaitu mengunjungi Ryan sang suaminya yang pergi tanpa pesan, Laura ingin mengunjungi suaminya untuk memastikan hubungan mereka mau seperti apa, dan mau dijadikan bagimana sekaligus menuntut jawaban kenapa sang suami pergi menjauh tanpa kepastian. karena selama ini suaminya hanya mengirimkan kartu ucapan dan hadiah ulang tahun untuk anaknya lewat pos tanpa kabar lain yang pasti. 

Namun kenyataan yang dihadapi oleh Laura ketika menyambangi alamat tempat tinggal suaminya adalah sebuah keterjutan yang luar biasa, karena disana dia malah bertemu dengan Finn, dan dari penjelasan Finn ternyata dia mengenal Ryan saat sama-sama dirawat disebuah rumah sakit, namun Ryan tak mampu melawan penyakit yang menyerangnya dan akhirnya Ryan meninggal dunia. Tangisan tumpah dari langit mata Laura setelah menyadari suami yang dicintainya ternyata telah meninggal dunia. 

Lalu surat dan kartu ucapan yang kerap kali diterima oleh Laura dan Luna anaknya adalah tulisan yang sudah ditulis oleh Ryan suaminya ketika menyadari sisa hidupnya tidak lama lagi, sehingga dia menumpuk kartu ucapan dan hadiah tersebut dan meninta tolong pada Finn untuk mengirimkan setiap barang dan surat itu tiap kali ulang tahun putrinya Luna.

Namun diantara sederet barang itu, ada sebuah rekaman permintaan maaf yang dibuat oleh Ryan untuk Laura sebelum dia meninggal, dimana rekaman itu yang akhirnya menjadi jawaban atas semua keraguan Laura akan ketulusan cinta Ryan suaminya, rupanya Ryan pergi menjauh bukan karena tak lagi mencintai Laura dan Luna, namun sebaliknya lantaran cinta Ryan yang begitu besar terhadap Laura dan Luna anaknya, maka dia tak ingin melihat anak dan istrinya akan sedih ketika mengetahui dirinya menginap penyakit berbahaya. kenyataan ini membuat Laura terpukul begitu hebat, karena mengira kepergian Ryan selama ini adalah untuk mencampakan cinta dan kesetiaanya. Kembali air mata Laura tumpah kian deras meratapi kekasih hatinya yang telah pergi untuk selama-lamanya.

Disaat terpuruk seperti ini dukungan sahabatnya Marsha sangat berarti bagi Laura karena kehangatan persahabatan yang diulurkan oleh Marsha mampu membuat Laura bangkit lagi untuk tetap terus malanjutkan hidup untuk dirinya dan juga bidadari kecilnya Luna.

Petulangan mereka ke Eropa pada sejatinya memang tidaklah mulus, namun berbagai rintangan yang menghadang langkah mereka merupakan ujian bagi persahabatan mereka, sehingga mereka bisa memaknai perjalanan ini bukan sekedar petualangan biasa, karena melalui perjalanan ini mereka bisa menemukan makna dari sebuah persahabatan sejati, arti dari sebuah kehidupan, dan nilai dari sebuah cinta untuk sebuah perjalanan hidup yang sesungguhnya.

Lokasi Syuting Film Laura & Marsha




Meski belum pernah menginjakan kaki ke belahan bumi Eropa, namun lewat film Laura & Marsha ini    seolah mengajak kita ikut berlibur ke benua Eropa, pilihan lokasi untuk syuting film Laura & Marsha ini ada di Indonesia dan diberbagai negara di Eropa yaitu Amsterdam (Belanda), Bruhl (Jerman), Innsbrruck (Austri), Verona dan Venice (Italy) sungguh tempat-tempat yang luar biasa, pemilihan lokasinya sangat khas. Jempol dech buat yang pilih lokasi syuting ini, KEREN :)

Dari film laura & Marsha ini, kita bisa ikut menikmati bagaimana bentangan alam yang memanjakan mata, gugusan gunung tinggi yang ditaburi salju, bangunan khas Eropa membuat saya berdecak kagum dengan aksitekturnya yang tampak megah. sungguh film Laura & Marsha ini menyuguhkan pemandangan yang indah dan mempesonakan mata, dan tak henti rasanya saya memuji kebesaran Tuhan selama menonton dan menyaksikan betapa indahnya segala ciptaan-Nya ini, dan sayapun sembari berdoa semoga suatu saat nanti bisa ke benua Eropa itu juga... Aamiin :)



Soundtrack

Seperti selayaknya seperti film kebanyakan, sebuah film pasti akan ada saundtracknya, rasanya seperti sayur yang kurang garam jika sebuah film tanpa musik, iya ga sich? hehehe

Film Laura & Marsha ini bertemu dengan soundtracknya dibenua biru itu, lagu berjudul Summertime yang ditulis oleh Antonius Mashdianto Wiryando atau yang akrab disapa Diar. lagu karya Mas Diar ini membuat film ini kian menjadi hidup dan melengkapi film ini menjadi sempurna. meski saya tak begitu paham tentang musik, namun saya sangat enjoy menikmati lagu Summertime ini, bikin suasana menjadi asyik  :)

Oh iya, Mas Diar ini merupakan seorang musisi muda berbakat anak negeri ini, namun sekarang tinggal di Jerman sejak dia mengambil economic school di Colegne. 

Penasaran dengan lagu Summertime karya Mas Diar? baiklah silahkan dinikmati video Klip berikut ini.

           
Summertime karya Mas Diar (Soundtrack Film Laura & Marsha) 


Foto-Foto diacara Nobar Laura & Marsha

Narsis dulu sebelum nonton bareng (nobar) Film Laura & Marsha, uppsss, bukan saya saja kok yang narsis, banyak juga yang lain kok... #Suuuueeer... hehehee, 



Saya & Mba Dinna Jasanti (Sang Sutradara)



So, Tunggu apalagi, jangan lewatkan untuk menonton film Laura & Marsha ini tanggal 30-Mei-2013 mendatang yang akan tayang dibioskop-bioskop kesayangan teman-teman, ajak sahabat dan keluarga mu untuk sama-sama menikmati film ini karena film Laura & Marsha ini bukan hanya film tentang traveling biasa dan bukan hanya menyuguhkan keindahan alamnya saja, namun alur ceritanya pun gampang dimengerti, selain itu banyak pelajaran yang serat dengan makna hidup yang bisa dipetik dari film ini supaya bisa saling terbuka, menghargai, mendukung, memahami dan mencintai orang-orang yang kita sayangi dengan segenap hati, supaya tidak menyesal dikemudian hari.  

Penasaran sama film Laura & Marsha? silahkan dinonton dulu Trailernya ya... Monggoooo :)  

              
Trailer Film Laura & Marsha

6 komentar:

  1. wahh belum selsai nih bacanya! nanti gue terusin dahhh!! xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mas Lotts sudah mampir kesini... :)

      Silahkan dilanjut nanti bacanya ya :)

      Hapus
  2. Mantap banget deh filmnya! mengharu biru *lap ingus
    Film Indonesia sekarang mulai bangkit yaa..tentunya dengan kwalitas yg semakin bagus! :D
    Sukses ya Wan!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahahahah
      iyaaa apa lagi bagian-bagian terakhir itu.... hmmmm sedih bgt...

      Maju terus film Indonesia :)

      Aamiin.... :)

      Hapus
  3. kayaknya keren..tapi disini kagak ada bioskop

    BalasHapus
    Balasan
    1. Filmnya baguuus loooh...

      sayang bangat ya blm ada bioskop... smg cpt ada bioskop ya disana... :)

      Hapus