Traveling kini sudah menjadi kebutuhan bagi sebagain banyak orang, termasuk saya. Sebab traveling pada dasarnya bukan hanya untuk bersenang-senang, namun traveling bagi saya pribadi bisa memberikan manfaat untuk meredam stress, dan juuga bisa memberikan manfaat bagi kesehatan secara fisik dan juga mental.

Selain itu, tentu dengan traveling mendatangi tempat baru, kita pun akan mendapatkan banyak pengalaman yang berkesan, terutama ketika kita melalui proses menjelajahi dan mengenali tempat baru tersebut. Dimana kita bisa melakukan banyak hal baru, seperti mencoba berbagai kuliner khas, mendatangi tempat bersejarahnya, atau pun bertemu masyarakat sekitar yang memiliki tradisi dan kebudayaan berbeda.


Siapa sih saat ini yang tidak menggunakan media sosial? Hmmmm, sepertinya hampir semua orang sudah memiliki media sosial, entah itu facebook, twitter, instagram, atau pun media sosial lainnya. Bahkan tak jarang, kita memiliki semua media sosial tersebut dan aktif menggunakannya dalam keseharian kita.

Bahkan berdasarkan hasil riset  Wearesosial Hootsuite yang dirilis Januari 2019, ternyata pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta atau sebesar 56% dari total populasi. Sungguh angka yang besar bukan?

Paket Umroh & Haji XL

Belum padam dan tak akan pernah padam, sebuah impian ini masih terus saya rawat hingga kini, impian yang sedari saya masih kecil telah tertanam begitu kuat di jiwa saya, impian yang terus saya rajut dalam doa-doa panjang dengan penuh harap, agar bisa segara dikabulkan oleh Allah SWT.

Ya, sedari kecil saya sangat mendambakan pada suatu hari kelak saya bisa berkunjung ke Tanah Suci Mekkah, entah itu dalam rangkaian menunaikan ibadah haji atau pun umroh. Keinginan itu lahir, lantaran dulu guru ngaji saya selalu bercerita, tentang betapa menyenangkannya berkunjung ke Tanah Suci Mekkah itu.


Masih tergambar jelas di ingatan saya, keseruan saat saya mengikuti acara Influencer MeetUp yang bertajuk Indonesia Untuk Dunia yang bertempat di Kementerian Luar Negeri pada beberapa waktu yang lalu (29/11). 

Terutama saat bisa berjumpa langsung dengan Ibu Retno Marsudi yang merupakan Menteri Luar Negeri yang begitu ramah saat bertemu kami di Genung Pancasila. Beliau pun sempat mengobrol, foto bareng dan juga joget kekinian bersama kami dengan begitu serunya.


Sehat itu penting, sebab sakit itu sungguh sangat tidak menyenangkan, bukan hanya membuat segala urusan menjadi kecau, namun juga membutuhkan biaya yang terkadang tak murah. Untuk itu, menjaga pola hidup yang sehat menjadi suatu keharusan agar kita tetap bisa meraih hidup sehat.

Dan salah satu penyakit tidak menular yang juga banyak diderita oleh masyarakat di Indonesia saat ini adalah diabetes. Dimana diabetes ini bukan hanya diidap oleh para orang tua saja, namun anak-anak bahkan usia remaja juga bisa dihinggapi oleh penyakit yang satu ini.

Dimana berdasarkan data International Diabetes Federation Atlas edisi ke-9 pada tahun 2019 bahwa diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak terjadi di seluruh dunia, dan Indonesia menduduki peringkat ke-7 penyandang diabetes terbanyak di dunia.

Sejatinya tidak ada satu pun manusia di muka bumi ini yang ingin lahir dan hidup dengan kondisi tidak normal secara lahir dan batin seperti manusia lain kebanyakan. Namun pada kenyataanya, takdir setiap orang memang berbeda, ada yang sejak lahir sudah digariskan tak sempurna, dan ada juga yang dalam perjalanan hidupnya mengalami musibah sehingga menjadi tidak sempurna.

Ya, inilah yang disebut disabilitas, yaitu suatu kondisi yang membuat seseorang menjadi miliki keterbatasan dalam dirinya, entah itu kekurangan fisik, kognitif, mental, sensorik, emosional, perkembangan atau beberapa kombinasi dari kondisi ini semua.

 

“Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa”, kalimat ini sangat pantas disematkan untuk guru yang luar biasa, sebab semua dilakukannya dengan tulus, tanpa pamrih dan tanpa mengharap balas budi atas semua yang sudah dilakukannya demi mencerdaskan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa ini.

Makanya jasa guru tak akan pernah mampu dibalas dengan apapun, segala ilmu dan kebaikan yang telah diberikannya begitu berarti, sehingga mengubah kita dari yang tidak bisa menjadi bisa, dari yang tidak mengerti menjadi mengerti, dari yang bodoh menjadi pintar.