Kehadiran pandemi yang berkepanjangan ini memberi banyak dampak di segala bidang. Termasuk menimbulkan banyak pengangguran dan kemiskinan, maka saat ini paling tepat untuk berbagi dan bersedekah untuk membantu orang yang kekurangan atau kesulitan ekonomi.

Berbagi untuk membantu orang yang kekurangan atau kesulitan itu, bukan hanya meringankan beban mereka, namun sejatinya dengan berbagi, maka hati kita pun akan selalu bahagia dan membuat kita jadi semakin banyak bersyukur.

Di saat pandemi seperti saat ini, kesehatan kita begitu rentan diterpa oleh berbagai penyakit, maka sudah selayaknya kita selalu menerapkan gaya hidup sehat dan bersih agar kita tidak mudah dijangkiti juga oleh berbagai penyakit, termasuk virus corona yang bisa mematikan ini.

Maka dari itu, selain mengkonsumsi makan yang bergizi, tidur yang cukup, dan berolahraga secara teratur, maka kita juga sebaiknya selalu rutin mengkonsumsi minuman yang terbuat dari bahan-bahan alami untuk menjaga kesehatan supaya tidak mudah sakit dan terpapar berbagai penyakit.


Tidak pernah terlintas dalam benak saya, bila semua bisa berubah sedrastis seperti saat ini, dimana banyak dari kita terpaksa mendekap dalam rumah, bekerja dan belajar dari rumah, mengurangi aktivitas bepergian, demi terhindar dari paparan virus corona yang mematikan itu.

Hampir semua sektor merasakan dampak pahit dari hadirnya pandemi ini, bukan hanya merenggut banyak nyawa dan menyerang kesehatan kita saja, namun banyak juga usaha-usaha yang terpaksa tutup dan gulung tikar, orang-orang terpaksa kehilangan pekerjaan hingga memicu banyaknya pengangguran.
Tampak gas buang dari kandaraan menyebabkan polusi udara - Sumber Gambar: CNBIndonesia.com

Di kota-kota besar Indonesia, kepadatan kendaraan adalah pemandangan yang begitu lazim terlihat setiap hari, terlebih di saat jam berangkat dan pulang kerja. Kemacetan yang terjadi menyebabkan gas buang dari kendaraan menjadi banyak, sehingga menimbulkan polusi yang mencemari udara.

Dan pencemaran dari gas buang kendaraan bermotor disebabkan oleh penggunaan bahan bakar minyak (BBM) beroktan rendah, sehingga menjadi salah satu penyumbang permasalahan serius pada kesehatan manusia, dan juga penyebab terjadinya pencemaran udara yang merusak lingkungan.

“Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut Semuru dari akarnya. Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” itulah penggalan kata-kata dalam pidato Bapak Soekarno (Presiden RI Pertama) yang sangat fenomenal hingga saat ini, karena memiliki makna motivasi yang sangat luar biasa, menggambarkan betapa besarnya kekuatan generasi muda sebagai agen perubahan.

Kalimat tersebut bukan hanya retorika semata, namun sejatinya memiliki arti yang sangat luar biasa, dimana Bung Karno percaya bahwa masa depan sebuah bangsa sangat ditentukan oleh para generasi mudanya, karena tidak bisa dipungkiri, generasi muda adalah ujung tombak kemajuan dan perkembangan sebuah bangsa ke depannya.

Belakangan ini curah hujan yang terjadi begitu tinggi, sehingga memicu datangnya banjir bandang yang melanda begitu banyak wilayah di Indonesia, namun kondisi cuaca seperti ini banyak juga terjadi di negara lainnya. Hal ini menunjukan bahwa kondisi bumi sedang tidak baik-baik saja.

Namun sebelum-sebelumnya pun, bumi juga dilanda suhu panas yang begitu mengkhawatirkan. Sungguh hal ini seharunya benar-benar membuat kita semua khawatir, dimana perubahan iklam bisa berubah dengan begitu drastisnya setiap saat.

Siapa sih yang tidak ingin selalu sehat, cantik dan awet muda? tentu kita semua sangat menginginkannya, maka tidak heran begitu banyak orang yang melakukan berbagai perawatan kecantikan dan kesehatan demi bisa mendapatkan tubuh dan wajah yang tetap tampak cantik dan sehat meski usia tidak muda lagi.

Dan untuk merawat kecantikan dan kesehatan diri tentu saja setiap orang punya cara yang berbeda-beda, mulai dari menggunakan bahan-bahan alami yang ada di sekitar rumah, hingga membeli produk perawatan kecantikan dan kesehatan yang kini banyak di jual di pasaran.