
Pertemanan yang sehat seharusnya membuat kita merasa didukung, dihargai, dan berkembang. Namun, tidak semua hubungan pertemanan membawa dampak positif. Ada beberapa tipe orang yang justru bisa menguras energi, merusak kepercayaan diri, bahkan menjauhkan kita dari versi terbaik diri sendiri.
Berikut lima jenis orang yang sebaiknya kamu waspadai, bahkan dijauhi dalam pertemanan, yaitu:
1. Si Tukang Meremehkan
Orang tipe ini sering mengecilkan pencapaian orang lain. Apa pun yang kamu raih selalu dianggap “biasa saja”, “kebetulan”, atau bahkan ditertawakan. Berada terlalu lama dengan orang seperti ini bisa membuatmu ragu pada kemampuan sendiri dan kehilangan kepercayaan diri.
Ciri khas: komentar sinis, tidak pernah memberi apresiasi, suka membandingkan secara tidak sehat.
2. Si Manipulatif
Mereka pandai memutarbalikkan keadaan demi keuntungan pribadi. Awalnya terlihat peduli, tapi perlahan kamu akan merasa dimanfaatkan secara emosional, waktu, atau materi. Jika kamu menolak, mereka bisa membuatmu merasa bersalah.
Ciri khas: playing victim, menekan secara halus, hubungan terasa berat sebelah.
3. Si Hobi Bergosip
Awalnya mungkin seru, tapi orang yang suka membicarakan keburukan orang lain kemungkinan besar juga akan melakukan hal yang sama padamu. Pertemanan yang dibangun di atas gosip jarang bertahan lama dan minim rasa aman.
Ciri khas: suka membocorkan rahasia, menikmati drama, senang mengadu domba.
Awalnya mungkin seru, tapi orang yang suka membicarakan keburukan orang lain kemungkinan besar juga akan melakukan hal yang sama padamu. Pertemanan yang dibangun di atas gosip jarang bertahan lama dan minim rasa aman.
Ciri khas: suka membocorkan rahasia, menikmati drama, senang mengadu domba.
4. Si Negatif Terus-Menerus
Setiap topik selalu berujung keluhan. Mereka menolak solusi, tidak mau berubah, dan tanpa sadar menularkan energi negatif. Berteman dengan orang seperti ini bisa membuatmu ikut pesimis dan lelah secara mental.
Ciri khas: sering mengeluh, menyalahkan keadaan, menolak sudut pandang positif.
Setiap topik selalu berujung keluhan. Mereka menolak solusi, tidak mau berubah, dan tanpa sadar menularkan energi negatif. Berteman dengan orang seperti ini bisa membuatmu ikut pesimis dan lelah secara mental.
Ciri khas: sering mengeluh, menyalahkan keadaan, menolak sudut pandang positif.
5. Si Datang Saat Butuh, Pergi Saat Senang
Mereka hanya hadir ketika membutuhkan bantuan, tapi menghilang saat kamu yang butuh dukungan. Pertemanan semacam ini tidak seimbang dan bisa menyisakan rasa kecewa.
Ciri khas: jarang menghubungi duluan kecuali ada kepentingan, sulit diandalkan.
Mereka hanya hadir ketika membutuhkan bantuan, tapi menghilang saat kamu yang butuh dukungan. Pertemanan semacam ini tidak seimbang dan bisa menyisakan rasa kecewa.
Ciri khas: jarang menghubungi duluan kecuali ada kepentingan, sulit diandalkan.
***
Menjauhi bukan berarti membenci. Terkadang, menjaga jarak adalah bentuk kasih sayang pada diri sendiri. Pilihlah pertemanan yang saling mendukung, jujur, dan membuatmu berkembang. Karena lingkungan yang sehat adalah salah satu kunci kebahagiaan jangka panjang.


No comments:
Post a Comment