Showing posts with label UKM. Show all posts
Showing posts with label UKM. Show all posts

Kunci sukses bagi sebagian orang bukanlah ditentukan oleh faktor harta dan tahta semata, tetapi lebih pada seberapa besar upaya dan kerja keras yang ia lakukan. Sebagaimana dikatakan bahwa semua orang bisa sukses selama ia mau berusaha.

Kesuksesan sejati sebenarnya lebih didasarkan pada kemauan dan ketekunan kita dalam berusaha. Jika kita memiliki tekad yang kuat, kemauan untuk terus belajar dan berkembang, serta ketekunan dalam menjalani proses untuk mencapai tujuan, maka tidak ada halangan yang dapat membendung kita untuk meraih kesuksesan.
Bapak Irwin Ramadan, Corporate Group PR Manager Ashley Group Hotel menceritakan pengalamannya menggunakan Indibiz Hotel di acara Digiland 2024, Tennis Indoor Senayan (28/6). Dokpri

Transformasi digital penting bagi sebuah bisnis karena membantu perusahaan untuk tetap relevan dan kompetitif di era digital. Makanya, melakukan transformasi digital merupakan suatu hal yang tidak bisa dihindari lagi di era teknologi yang semakin maju seperti sekarang ini. Hal ini juga berlaku di industri perhotelan Indonesia.

Laju informasi dan teknologi digital dapat dirasakan begitu pesat. Sampai-sampai, Indibiz mengumumkan hadirnya 3 ekosistem solusi digital terbaru bagi para pelaku UKM. Di zaman yang serba digital ini, perkembangan arus informasi benar-benar melaju begitu pesat. Hampir setiap saat informasi baru terus lahir dengan beragam topik yang berbeda-beda. Maka dari itu, kita sebagai pelaku digital creative wajib banget untuk selalu mengikuti berbagai berita terbaru, termasuk berita terbaru di dunia UKM yang ada agar tidak ketinggalan informasi.

  

Dalam kehidupan ini, sejatinya ada tiga kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi, salah satunya yaitu sandang atau pakaian. Dimana keberadaan pakaian adalah kebutuhan dasar manusia yang sudah ada sejak zaman dulu kala, manusia telah memakai pakaian sebagai pelindung tubuh dan juga sebagai bentuk untuk mengekspresikan diri.

Dan hingga kini, permintaan akan pakaian tidak pernah mereda, karena manusia selalu membutuhkan pakaian baru dan keren setiap saatnya. Untuk itu, permintaan akan pakaian terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi dan pendapatan manusia. Terlebih banyak orang yang ingin tampil modis dan terlihat trendy, sehingga mereka akan terus mencari pakaian yang baru setiap saatnya.



Di zaman sekarang, perkembangan teknologi digital melaju begitu cepat, kehadirannya mampu memberikan banyak hal positif dalam kehidupan kita. Salah satunya mampu memberikan kontribusi yang sangat baik bagi kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Maka tidak heran, jumlah pelaku UMKM dari tahun ke tahun di Indonesia pun terus bertambah, bahkan menurut Menteri Koperasi dan UKM Teten Maskudi bahwa kini sudah tercatat 19 juta UMKM yang masuk dalam ekosistem digital hingga bulan Mei 2022 yang lalu.

Mendengar nama Sorong, bayangan saya adalah laut dengan pantai-pantainya yang indah. Sebab, nama Sorong sendiri berasal dari Bahasa Biak Numfor, Soren yang artinya laut bergelombang, dengan garis pantai yang menyajikan landscape yang sangat cantik.

Keindahan alam Sorong memiliki pesonanya tersendiri, terdapat banyak keunikan yang memukau, terlebih kota yang berada di Papua Barat ini disebut juga sebagai jembatan menuju Raja Ampat yang terkenal sebagai salah satu lokasi menyelam terbaik di dunia.


Hidup ini memang misteri, tidak ada manusia manapun yang bisa menebak apa yang akan terjadi besok, meskipun kita telah mengatur segalanya dengan begitu sempurna, semua tidak bisa menjamin bahwa hidup kita bisa berjalan baik-baik saja tanpa ada hambatan apapun.

Begitupun yang terjadi pada teman saya, tiba-tiba usaha toko kelontong yang dia bangun terpaksa ditutup karena kehabisan modal, uang yang selama ini dia tabung dan menjadi modal usaha terpaksa dipakai untuk berobat adiknya yang mengalami sebuah kecelakaan.

Saat kita berkunjung ke suatu daerah, selalu ada saja produk UMKM yang bisa membuat kita tergoda sehingga ingin membelinya. Begitu pun saat saya berkunjung ke Aceh kemarin, saya langsung jatuh cinta saat melihat produk Peci Meukeutop motif bordir khas Aceh yang dijual oleh UMKM di sana.

Hal yang sama juga terjadi saat saya berkunjung ke daerah lain, saya kerap kali menemukan produk UMKM yang bagus-bagus kemudian membelinya, terutama untuk produk kuliner dan fashion yang memiliki keunikan dan sekaligus menjadi ciri khas dari daerah tersebut.


Kehadiran pandemi yang berkepanjang membuat banyak sektor mengalami berbagai masalah yang serius, tak terkecuali bagi para pelaku UMKM. Bahkan derasnya badai pandemi yang hadir mampu membuat sebagian para pelaku UMKM mengalami kerugian bahkan hingga bangkrut.

Melihat kondisi ini tentu saja membuat kita semua marasa prihatin, sebab kita semua tahu, bahwa keberadaan UMKM di Indonesia merupakan salah satu sektor yang memiliki peranan penting dalam membantu pertumbuhan ekonomi bangsa ini.


Kita semua mungkin sudah tahu, bahwa salah satu penyokong pertumbuhan ekonomi bangsa Indonesia adalah datang dari sektor bisnis usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Hal tersebut terbukti ketika kondisi ekonomi Indonesia berada di titik terendah akibat pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai, namun sektor UMKM justru hadir mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Ya, keberadaan UMKM bisa dibilang tulang punggung bangsa, data Kementerian Koperasi dan UKM menyebutkan bahwa jumlah sektor bisnis UMKM di Indonesia pada tahun 2021 mencapai 64,19 juta dengan partisipasi terhadap produk domestik bruto (PBD) sebesar 61,97 persen atau senilai Rp8,6 triliun.


“Habis Gelap, Terbitlah Terang” begitulah judul sebuah buku dari kumpulan surat-surat yang ditulis oleh RA Kartini. Surat-surat tersebut kemudian dibukukan oleh J.H. Abendanon dengan judul Door Duisternis Tot Licht yang memiliki arti secara harfiah “Dari Kegelapan Menuju Cahaya”.

Dan hal itu benar adanya, sosok Kartini telah mampu mengubah kegelapan dan menghadirkan cahaya bagi banyak orang, terutama bagi para wanita di Indonesia. Kartini berjuang pantang menyerah demi kesetaraan kaum wanita dan pria, sehingga menjadikannya sebagai pahlawan emansipasi bagi kaum perempuan di negeri ini.

Senang banget kini lihat di sekitar tempat tinggal saya sudah kembali banyak warung dan pelaku usaha yang mulai menggelar dagangan mereka lagi. Setelah sebelumnya sempat meredup karena kehadiran pandemi yang begitu panjang selama dua tahun belakangan ini.

Tidak bisa dipungkiri, kehadiran pandemi telah membawa banyak dampak yang serius bagi pelaku usaha atau UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), bahkan tidak sedikit dari mereka yang mengalami kebangkrutan dan tutup usahanya setelah mengalami kerugian.

Sejak pandemi hadir menyapa negeri ini, aktivitas belanja online saya benar-benar meningkat. Langkah ini bukan hanya sekadar untuk meminimalisir terpapar virus corona yang ada, namun belanja online menurut saya jauh lebih praktis dan sangat menghemat waktu.

Selain itu, yang saya juga suka dari belanja online ini karena kerap ada diskon, sehingga membuat saya menjadi lebih hemat. Makanya, hingga kini saya masih kerap melakukan belanja online, hanya dari smartphone saja kita bisa belanja apa saja, kapan saja dan di mana saja dengan mudah.


Pandemi memberi dampak yang serius pada berbagai sektor kehidupan kita, bakan hanya menyebabkan banyak pegawai perusahaan yang terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) saja, namun juga berdampak pada para pelaku usaha yang terpaksa gulung tikar karena usahanya mengalami kerugian selama hadirnya pandemi yang begitu panjang ini.

Ya, tidak sedikit perusahaan-perusahaan besar pun mengalami kerugian dan terpaksa tutup karena kondisi ini, dan hal tersebut juga yang dirasakan oleh para pelaku usaha berskala UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang juga terpaksa mengakhiri usahanya karena merugi.

Kehadiran pandemi yang begitu panjang dalam rentang hampir dua tahun belakangan ini membuat banyak sektor kehidupan kita menjadi bermasalah, sehingga semuanya menjadi bertambah sulit, termasuk sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang juga turut merasakan imbasnya.

Ya, hadirnya wabah virus covid-19 membuat krisis ekonomi melanda para pelaku UMKM untuk bergerak maju, sehingga menyebabkan banyak tenaga kerja UMKM yang terpaksa dirumahkan, bahkan tidak sedikit juga UMKM itu sendiri yang mengalami kerugian hingga terpaksa ditutup.

Namun kini perlahan situasi semakin membaik seiring dengan menurunnya kasus covid-19 yang ada. Dan tentu saja ini menjadi angin segar bagi pelaku UMKM untuk kembali berkarya lagi, melanjutkan mimpi mereka untuk memajukan kembali usaha mereka yang selama ini sempat bermasalah karena terkendala pandemi.

Indonesia merupakan negara yang sangat kaya, termasuk dalam urusan produk UMKM, sebab hampir setiap daerah memiliki aneka produk UMKM yang berbeda-beda dengan keistimewaan yang patut kita bangga dan beri apresiasi keberadaannya.

Nah, salah satu daerah yang menyimpan banyak potensi produk UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) adalah propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan berbagai produk unggulan di bidang feshion, kuliner, hingga kriya yang begitu indah.

Apakah ada yang merasa usahanya tidak berkembang? atau usahanya justru semakin menuju ke arah kebangkrutan? Ya, kita semua tahu, persaingan bisnis di era sekarang semakin keras. Maka untuk terus bisa maju, maka kita harus terus melakukan inovasi, karena tanpa adanya inovasi maka sebuah usaha yang besar sekali pun akan kalah bersaing saat ini.

“Kunci terpenting untuk meraih bisnis yang sukses adalah terus berinovasi dan mau beradaptasi.” ~Anonymous~


Saya pernah membaca di salah satu artikel online, disebutkan bahwa kehadiran UMKM mempunyai peran tiga peran pokok, yaitu sebagai sarana mengentaskan masyarakat dari jurang kemiskinan, sebagai sarana untuk meratakan tingkat perekonomian rakyat kecil, dan juga memberikan pemasukan devisa bagi negara.



Beberapa waktu yang lalu, seorang teman memberikan saya hadiah kain tenun dari Nusa Tengga Timur (NTT) sebagai oleh-oleh sepulangnya traveling dari sana. Sungguh saya begitu bahagia mendapatkan kain tenun NTT tersebut, karena memang sudah sangat lama saya ingin memiliki kain tenun NTT yang indah itu.

Selain NTT, masih banyak lagi daerah di Indonesia ini yang memiliki kain tenun nan indah yang ingin saya miliki juga, karena setiap daerah di Indonesia memiliki jenis kain etnik yang sangat unik-unik, dan hal ini juga yang membuat saya sangat bangga dengan Indonesia ini.


Teman-teman pernah mendengar tentang Indonesia Student Company Competition nggak? Saya pribadi sih baru mendengar beberapa hari yang lalu loh tentang kompetisi yang satu ini, padahal kompetisi ini di tahun 2019 ini memasuki usianya yang ke 10 tahun.