Dulu jika kita main games cenderung dipandang negatif sama orang, bahkan dikata-katain kalo itu kegiatan yang nggak ada yang manfaatnya, hanya buang-buang waktu saja. Bahkan, tak jarang sering kena marah orang tua jika ketahuan sering main games. Hiks! 

Namun seiring perkembangan zaman, kini bermain games tidak lagi dianggap sebagai kegiatan yang tidak bermanfaat, bahkan bermain games ini bisa dijadikan sebagai profesi. Hal ini terlihat jelas saat ajang Asian Games 2018 kemarin, dimana untuk pertama kalinya eSport masuk ke dalam ajang kompetisi olahraga resmi melalui Asian Games 2018 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang.


Konon katanya, "kebodohan adalah awal dari kehancuran hidup seseorang", makanya tak sedikit orang yang berlomba untuk meraih bangku sekolah, berharap bisa menimba ilmu untuk bekal hidup yang lebih baik, sebab pada kenyataannya, hidup tanpa ilmu bagaikan daun jatuh yang tak ada gunanya, tertiup angin ke sana ke mari tanpa arah yang jelas.  

Untuk itu, tak ingin terjebak dalam kungkungan kebodohan, tak sedikit anak-anak yang berusaha tetap melangkah maju untuk mendulang ilmu. Ada yang rela menempuh jarak berkilo-kilo meter, ada yang rela basah-basahan menyebrangi sungai, ada yang naik turun bukit, ada yang berjalan tanpa alas kaki, namun semua tetap dijalani karena semangat untuk menuntut ilmu. Mereka percaya, dengan bersekolah setidaknya mereka bisa pintar dan kelak bisa mengubah masa depan diri dan keluarganya menjadi lebih baik.

 

Indonesia terletak di garis khatulistiwa, potensi energi matahari begitu melimpah karena matahari bersinar sepanjang tahun di negeri ini. Indonesia memiliki potensi energi matahari sebesar 4,8 Kwh/m2 atau setara dengan 112.999 Giga Watt Peak (GWP), namun baru dimanaatkan hanya sekitar 10 MWp saja. Potensi ini sepuluh kali lipat dari potensi yang dimiliki Jerman dan sebagian besar negara di kawasan Eropa.  

Dan jika merujuk pada roadmap pemanfaatan energi matahari yang dikeluarkan pemerintah dalam menargetkan kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terpasang hingga tahun 2025 adalah sebesar 0.87 GW atau sekitar 50 MWp/tahun.[1] Maka, jumlah ini merupakan gambaran potensi pasar yang cukup besar dalam pengembangan energi matahari di masa mendatang.


Tidak bisa kita pungkiri, media mempunyai peranan penting dalam kehidupan kita sehari-hari, terutama dalam menyediakan berbagai berita yang bisa memperkaya informasi dan juga pengetahuan kita akan berbagai hal. Media kerap hadir sebagai sebuah wadah yang bisa memberikan banyak pengaruh positif dalam kehidupan kita.

Begitu jugalah yang dinilai oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bahwa kehadiran media selama ini sudah turut memberikan banyak kontribusi posistif dalam upaya menyajikan berbagai berita yang bisa mencerdaskan kehidupan masyarakat.

Kita semua tahu, bahwa pola hidup yang sehat tidak hanya dengan pandai menjaga asupan makan yang kita konsumsi, serta menjaga lingkungan selalu bersih, tetapi juga harus menjaga pola hidup sehat dengan rutin melakukan olahraga.

Ya, salah satu faktor untuk hidup sehat itu adalah rutin berolahraga. Meski saya tahu begitu, namun rasanya sangat malas bagi saya untuk berolahraga, alhasil saya kerap menjadikan rasa malas itu sebagai alasan untuk membenarkan kenapa saya sering lalai untuk berolahraga. Tolong jangan dituru. Hiks! :(


Kirap kita dengar bahwa HIV atau AIDS merupakan sebuah penyakit yang mematikan dan saangat berbahaya. Makanya tak jarang banyak orang yang mengucilkan mereka yang terkana HIV/AIDS ini dan menganggapnya sebagai mahluk ‘kotor’ yang layak dijauhi.

Iya, banyak orang yang menganggap mereka yang terkena HIV/AIDS ini karena meraka tidak bisa menjaga diri dalam pergaulan, dan HIV/AIDS ini sangat identik dengan mereka yang doyan menekuni pergaulan bebas, sehingga akhirnya mendapatkan penyakit ini.


Menikmati daging bebek itu sungguh nikmat bangat rasanya, dan saya pribadi sih tidak pernah mampu menolak jika sudah diajak makan bebek, selalu ada kata “iya” yang akan keluar dari mulut saya. Begitu pun ketika kemarin ada teman yang ajak untuk kumpul sambil makan bebek saya langsung menyambutnya dengan senang hati.