Kemarin saat saya pulang kampung, hampir setiap hari listrik mati, dan dalam sehari listrik mati bisa lebih dari dua kali. Bahkan yang paling menyebalkan, listriknya sering bangat mati saat menjelang shalat magrib atau shalat isya, jadi terkadang harus shalat dalam kondisi gelap jika sudah terlanjur shalat saat listrik tiba-tiba mati.

Saya yang hanya pulang beberapa hari saja di kampung merasa tidak betah dengan kondisi listrik yang sering mati tersebut, mana matinya bisa berjam-jam lagi. Alhasil yang ada hati sering bangat kesal karena listrik mati tidak mengenal waktu, bisa sepanjang siang hari ataupun bisa juga sepanjang malam hari.


“Duuuh gue sebal deh sama adik gue, pulsa dan kuota gue itu cepat bangat habis sama dia.”

Beberapa waktu yang lalu saya mendapat curhatan seperti ini dari seorang teman saya yang kesal sama adiknya sendiri. Ya, siapapun pasti kesal sih jika pulsa dan kuotanya cepat habis setiap saat, karena itu bikin kita jadi semakin boros jadinya.


"Bodoh itu hanya milik orang yang malas membaca, makanya jika ingin pintar rajinlah membaca." Masih terngiang diingatan saya kalimat itu hingga saat ini, sebuah petuah bijak yang dulu pernah dinasehatkan oleh seorang guru kepada saya.      
Ya, membaca akan membawa kita melalang buana jauh melampaui batasan jarak dan menjangkau putaran waktu, makanya tak heran ada yang bilang bahwa buku adalah jendelanya dunia, sebab dengan banyak membaca maka kita bisa melihat dan menjangkau berbagai sisi dunia ini dengan mudah.


Mendengarkan alunan musik setiap hari sudah menjadi kebiasaan rutin yang tak pernah luput saya lakukan, entah di pagi hari atau kala malam menjelang tidur. Bagi saya, mendengarkan musik adalah salah satu cara paling ampuh untuk membuat suasana hati menjadi lebih tenang dan bahagia.

Bila pagi hari, saya lebih senang mendengarkan musik dengan irama yang up-beat, dan musik yang bernuansa menghentak ini biasanya mampu mengusir rasa malas dan membuat tubuh dan pikiran saya kembali semangat untuk menyambut pagi supaya siap menjalani segala rutinitas sepanjang hari.

Sedia payung sebelum hujan itu adalah petuah penting yang kerap kita dengar saat hendak bepergian, supaya tidak kepanasan saat terik atau tidak kebasahan saat hujan.

Begitu jualah dengan asuransi, hadir sebagai payung untuk melindungi kita dari segala permasalahan yang akan terjadi dalam hidup kita. Baik untuk melindugi diri dari kesehatan, keselamatan di perjalanan, dan juga harta benda yang kita miliki.


Beberapa bulan ini saya lagi bingung karena ada saudara saya yang minta dibelikan smartphone. Awalnya saya tidak ingin kasih dia handphone karena takut ganggu kegiatan dia belajar, sebab dia masih kelas satu SMA, kayanya belum terlalu perlu untuk punya smartphone.

Namun belakangan ini saya baru tahu, ternyata smartphone bagi dia bukan saja sebagai media komunikasi saja, tapi juga digunakan untuk belajar dan juga untuk bersosialisasi dengan teman-temannya karena mayoritas di sekolahnya sudah pada menggunakan smartphone.


Masih terngiang di ingatan saya atas kejadian beberapa waktu yang lalu, saat bos marah-marah karena keterlambatan pengirman paket milik client. Awalnya saya tidak mengerti paket yang mana yang belum terkirim, karena setahu saya semua sudah dikirimkan dan dijadwalkan akan sampai di tempat client dengan cepat sesuai dengan schedule seperti biasanya.

Jadi sehari sebelumnya paket itu sudah kami kirim dengan pilihan jenis pengiriman paling cepat, dan estimasi paket itu akan sampai di tempat client paling lambat adalah besok siang karena akan digunakan untuk meeting sore harinya.