Menikmati daging bebek itu sungguh nikmat bangat rasanya, dan saya pribadi sih tidak pernah mampu menolak jika sudah diajak makan bebek, selalu ada kata “iya” yang akan keluar dari mulut saya. Begitu pun ketika kemarin ada teman yang ajak untuk kumpul sambil makan bebek saya langsung menyambutnya dengan senang hati.

Setiap pulang kampung, salah satu ritual wajib yang tidak bisa saya lewatkan adalah mencari oleh-oleh untuk keluarga di kampung.  Meskipun Ibu dan Bapak tidak pernah meminta dibawakan oleh-oleh apapun, namun sebagai anak yang merantau jauh tentu saja membawa oleh-oleh menjadi sebuah keharusan tak tertulis yang wajib saya bawa untuk membuat orangtua saya semakin bahagia saat berjumpa.

Namun karena kesibukan bekerja, saya kerap tidak punya waktu untuk mencari oleh-oleh ke pusat toko kue ataupun mendatangi toko yang khusus jual oleh-oleh, makanya saya kerap pusing sendiri ketika hendak pulang kampung karena bingung membeli oleh-oleh kemana.


Akhir tahun tinggal hitungan hari lagi, tak terasa tahun 2018 akan berakhir, dan tahun 2019 akan menyongsong kehidupan kita dengan sederet harapan baru. Dan pada malam pergantian tahun adalah salah satu momentum yang begitu dinantikan oleh banyak orang, termasuk saya.

Namun, apakah teman-teman sudah punya rencana akan menghabiskan malam tahun baru kemana? Belum tahu? Tidak usah bingung, baca saja terus tulisan ini sampai tuntas karena saya akan membahas salah satu tempat yang seru yang mungkin bisa menjadi pilihanan sebagai tempat menghabiskan liburan akhir tahun yang menyenangkan.


Kesadaran masyarakat akan urusan pengaturan keuangan yang baik dan benar masih sangat minim, terutama bagi kaum milenial seperti saya ini. Pikirannya masih seputar hanya jalan-jalan, shopping, makan, nongkrong dan hal-hal yang menyenangkan lainnya, tanpa memikirkan apa dan bagaimana kehidapan ke depan. Bahkan tak jarang ada yang bilang, mengalir saja seperti air.

Padahal kehidupan yang baik itu adalah kehidupan yang sudah memiliki planning, apa yang akan dilakukan untuk jangka pendek, jangka menengah dan juga jangka panjang, semua sudah terencana dengan baik sehingga kita memiliki tujuan yang jelas untuk kita gapai.

 

Di zaman yang sudah semakin modern ini, di saat negeri ini sudah menginjak usianya yang ke 73 tahun setelah terlepas dari kungkungan penjajahan, nyatanya belum seluruh masyarakat Indonesia bisa merasakan arti kemerdekaan yang sesungguhnya. Masih banyak dari kita yang merasa terjajah dari berbagai faktor lain dari kehidupan ini.

Salah satunya, masih banyak saudara-saudara kita yang belum bisa menikmati pencahayaan listrik dalam keseharian mereka. Mereka masih menikmati malam dalam gelap bersama penerangan minyak seadanya. Sehingga bisa dibayangkan, ketika malam bertandang, maka semua aktivitas langsung terhenti, dan memaksa mereka menimang mimpi dalam kegelapan lebih awal.  



Memiliki rumah impian adalah cita-cita banyak orang, saya pun begitu. Namun mencari rumah impian bukanlah pekerjaan mudah, karena mencari rumah impian bagi saya pribadi seperti mencari pasangan hidup, banyak hal yang harus dipertimbangkan, bukan hanya tentang harganya saja, namun pemilihan lokasi dan juga faktor pendukung juga penting dipertimbangkan dalam memilih sebuah hunian impian.

Ya, rumah impian setiap orang itu berbeda-beda, tapi buat saya rumah impian itu tidak perlu seluas lapangan bola, tidak perlu semegah istana kerajaan, namun rumah yang sederhana berkonsep modern minimalis dengan sokongan lingkungan yang tenang, damai dan aman sudah lebih dari cukup bagi saya.



Teman-teman pernah tahu tentang penyakit Thalassemia? 

Saya pribadi hanya pernah mendengarnya sekilas, tidak terlalu mengerti seperti apa dan bagaimana sebenarnya penyakit thalassemia ini. Hingga akhirnya kamarin saat menghadiri acara Seminar kesehatan yang bertemakan “Sehat Remaja, Sehat Indonesiaku” di Kementerian Kesahatan saya jadi sedikit mengerti tentang thalassemia ini.