Sabtu, 19 Desember 2015

Keseruan di acara launching buku "Sketsa Sebuah Senyum"



Meski hujan mengguyur sangat lebat pada hari sabtu (05-Des-2015) itu, namun tak menghalangi langkah kami semua untuk hadir dan berkumpul diacara Bunda Icha yang bertajuk Puisi Itu Candu yang bertempat di Perpustakaan umum Kotamadya Jakarta – Selatan yang terletak di Jl. Gandaria Tengah V no. 3 Kebayoran Baru. 
 
Bunda Icha mengundang dan mengumpukan para keluarga dan sahabatnya dalam rangka launching buku terbarunya sekaligus menggelar acara makan-makan bersama. Meski acaranya agak molor lantaran hujan yag tak kunjung henti hingga ba'da Dzuhur, namun suka cita tak surut menyerta disepanjang acara ini. benar-benar menyenangkan. 

Sebuah buku berjudul Sketsa sebuah senyuman akhirnya lahir. Buku yang merupakan buku kumpulan puisi karya Bunda Elisa Koraag (Bunda Icha) ini memuat sekitar 50 judul puisi yang sekaligus sebagai penanda jejak langkah Bunda Icha selama ini hingga kini usianya genap setengah abad.

Bunda Icha - Doc. Mba Edib
Diacara peluncuran buku Sketsa sebuah senyuman ini, dibuka dengan membaca puisi karya Bunda Icha secara estafet oleh Mba Nita, Saya dan Mba Loli. Dan saya membaca puisi karya Bunda Icha yang berjudul Saatnya Rakyat Bicara. Puisi ini menceritakan kegelisahan terhadap kebobrokan para pemimpin negeri ini yang serakah dan semena-mena pada rakyatnya.
Estafet baca Puisi - Mba Nita (Kiri), Saya (Tengah), Mba Loli (Kanan) - Doc. Mba Edib
Dan acara kemudian dilanjutkankan dengan membedah buku kumpulan puisi Bunda Icha oleh Mba Latifah Edib dan Mas Ireng Halimun yang dikupas dengan sangat jujur dan apa adanya. 

Dan dari acara bedah Buku ini saya mendapatkan banyak ilmu baru dan semangat baru tentang bagaimana menulis puisi yang baik. Satu hal yang sangat nempel diotak saya hingga saat ini “Kumpulkan semua puisi yang pernah kita tulis, sependek apapun ini, karena semua itu bila dikumpulkan maka akan menjadi sebuah buku puisi juga” begitulah kurang lebih wejangan manis yang terlontar dari Mba Latifah Edib.
Mba Latifah Edib & Mas Ireng Halimun - Doc. Pribadi
Dan banyak juga ilmu yang saya dapat dari Mas Ireng Halimun, tentang tekhnik penulisan puisi, penggunaan kata dan diksi, serta permainan rima. Semua dikupas dengan sangat apik dan mendetail sehingga sangat mudah dipahami.

Dan Buku Sketsa sebuah senyuman ini merupakan buku kumpulan puisi yang berisi seputar kegelisahananya Bunda Icha pada keadaan bangsa dan Negara ini, Kekagumannya dan kecintaannya pada Ibundanya tercinta, ungkapan sayang pada buah hatinya, hingga puisi special buat suaminya terkasih, dan tak ketinggalan puisi bernuansa religipun menutup buku ini menjadi semakin lengkap. Kita bisa menemukan beraneka makna pada setiap lembar puisi yang tertulis pada buku ini. dan saya sangat beruntung karena bisa memiliki buku ini sekaligus mendapatkan tanda-tangan Bunda Icha pada buku yang saya miliki. Senangnya :)
Senang deh dapat tanda tangan Bunda Icha :) - Doc. Pribadi
Satu hal yang tak bisa dilupakan juga, acara ini penuh dengan makanan, kita dijamu dengan aneka menu yang beragam dengan cita rasa khas masakan manado yang begitu lezat, seperti bubur manado, sayur sop, ikan bakar, oreg tempe, ayam goreng, dan aneka menu lainnya yang benar-benar memanjakan lidah, bahkan semua yang diundang, masing-masing membawa pulang aneka lauk dan aneka saking melimpahnya makanan diacara launching buku Bunda Icha ini, bahkan saya pribadi ga beli makan malam karena bawa pulang banyak menu dan aneka kue. Heheheh *Sayangnya lupa difoto :D

Dan sudah menjadi hukum wajib, foto bersama selalu menjadi syarat mutlak ketika anak-anak PEDAS (Penulis dan Sastra) kumpul semacam ini, tak cukup hanya satu foto, bisa berkali-kali seolah kami tak perrnah bosan untuk dibadikan berbagai pose dan ekspresinya, benar-benar seru. namun saya muat bebapa saja ya, takut pada mual kalo kebanyakan foto kita. Hahaha
Ganteng sendiri :) - Doc Mba Nita
Personil Pedas - Doc. Mba Nita
Terima kasih Bunda Icha atas undangannya, semoga bukunya menginspirasi banyak orang dan semakin sukses dalam kegiatan menulis dan sastra yang menjadi passion Bunda Icha. Aamiin :)

Sampai jumpa dicara lain yang lebih seru lagi kawan-kawan semua :)

8 komentar:

  1. keren yah,
    jadi inget puisi - puisi saya kalau dikumpulin jadi banyak kali yah :D, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. puisi cinta atau patah hati? :P

      Hapus
    2. Hayo Mba Tian dikumpulkan puisi-puisinya nanti bisa jadi buku kan seru :)

      Hapus
    3. Saya juga kepo kaya Mba Fifi, itu puisinya puisi cinta atau patah hati Mba Tian? atau puisi cinta yang patah hati? heheheh

      Hapus
  2. selamat mamih icha... pengen jugaaa punyaaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayooo Mba Echa kumpulkan tulisan kerennya, nanti dibukukan pasti lebih seru lagi :)

      Hapus
  3. Ah senangnya. Catatanmu akan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Terima kasih atas kehadiran dan apresiasinya ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Bunda Icha, semoga terus sehat, semangat dan terus menginspirasi ya :)

      Hapus