Minggu, 08 Mei 2016

Serunya Wisata Stasiun Tiga Provinsi Dalam Sehari bersama DJKA



Naik Kereta Api,
Tut tut tut,
siapa hendak turut,
Ke Bandung, Surabaya,
Bolehlah naik dengan percuma,
Ayo temanku lekas naik,
Keretaku tak berhenti lama.

Penggalan lagu ini begitu membekas di ingatan saya, lagu semasa kanak-kanak. Ya benar, naik kereta api itu sangat mengasyikan, tapi jangan terlambat karena keretanya tak berhenti lama. Maka dari itu, pagi jam 6:30 WIB saya sudah meninggalkan rumah, melaju bersama gojek menuju stasiun Manggarai untuk menaiki kereta menuju Stasiun Palmerah, Alhamdulillah saya sampai di Palmerah lebih cepat, dan jauh dari terlambat seperti yang saya takutkan.


Hari Sabtu tanggal 07 Mei 2016 ini saya dan beberapa sahabat Blogger lainnya, diberikan kesempatan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan Komunitas Tau Dari Blogger (TDB) untuk menikmati #WisataStasiun yaitu mengunjungi beberapa Stasiun kereta api yang sudah mengalami modernisasi menjadi lebih cantik sehingga penampilan barunya begitu mempesona.

Untuk itu, sembari menunggu teman-teman yang lain datang, saya sempat mengitari Stasiun Palmerah yang dijadikan meeting point untuk kami semuanya berkumpul sebelum memulai keseruan berwisata dengan kereta api. 
Stasiun Palmerah tampak megah, bersih dan luas

Dan stasiun Palmerah ini merupakan salah satu stasiun yang sudah mengalami renovasi sehingga saat saya melihat-lihat di setiap sudut stasiun Palmerah ini sungguh luar biasa, saya dibuat terkagum-kagum dengan tempilannya yang tampak sangat bagus, luas, bersih dan tertata dengan rapi.
Konsep jendala kaca yang besar, sehingga suplay cahaya dan udara segar mengalir lancar
Setelah semua teman-teman terkumpul, dan sembari menunggu kereta datang, maka kami sempat diberikan penjelasan terkait tujuan wisata stasiun ini oleh Ibu Joice Hutajulu selaku Kepala Humas Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Indonesia

Ibu Joice banyak menjelaskan seputar bagaimana usaha Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dalam upaya untuk terus melakukan pembangunan dan perbaikan infrasrtukur kereta api di negeri ini. dimana semua ini dilakukan demi terus memberikan kenyamanan kepada masyarakat pengguna kereta api dalam kesehariannya.

Selain itu, perubahan total yang dilakukan oleh DirJen Perkeretaapian melalui renovasi yang luar biasa ini selain menambah kenyamanan penumpang, diharapkan akan semakin banyak masyarakat pengguna jalan raya untuk beralih menggunakan kereta api sehingga angka kemacetan bisa menurun.

Selain itu perubahan ukuran stasiun yang menjadi bertingkat dan luas dimaksudkan untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan jumlah penumpang kereta api, sehingga semua pengguna kereta api tetap nyaman meskipun jumlah penumpang meningkat.

Dan tak bisa kita pungkiri, dengan adanya perubahan wajah dan pelayanan yang dilakukan oleh DirJen Perkeretaapian pada stasiun-stasiun ini, tentu saja membawa berkah bagi masyarakat sekitar sehingga pertumbuhan daerah-daerah disekitar stasiun tersebut semakin meningkat.

Mendengar penjelasan Ibu Joice diatas membuat saya semakin tidak sabar untuk segera menyambangi stasiun-stasiun yang akan kita kunjungi nantinya.

Sesuai dengan rencana kita hari ini, maka kami akan  menikmati Wisata Stasiun yang dipandu langsung oleh Ibu Joice, Beliau akan mengajak kami untuk mengunjungi tiga stasiun yang sudah melakukan modernisasi, adapun stasiun yang akan kita kunjungi yaitu Stasiun Maja, Stasiun Parung Panjang dan Stasiun Kebayoran.

1. Stasiun Maja

Tampak Stasiun Maja dar luar
Stasiun yang pertama kita singgahi dalam rangkaian wisata stasiun ini adalah Stasiun Maja, stasiun ini merupakan stasiun kereta api yang terletak di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Stasiun ini terletak di KM 62+548 yang terletak di antara Stasiun Tigaraksa – Stasiun Rangkasbitung. 
Beberapa tampilan bagian dalam Stasiun Maja

Pada tahun 2014, Ditjen Perkeretaapian Kemenhub merenovasi stasiun Maja menjadi dua tingkat. Dimana lingkup pekerjaan renovasi ini meliputi pembangunan gedung stasiun (overtrack station) menjadi dua lantai dengan luas 570 m2 yang mencakup 19 meter untuk panjangnya dengan lebar 30 meter, sehingga mempunyai kapastias penumpang sekitar 1.113 orang.
Proses pembelian tiket kereta api
Stasiun setinggi 15,2 meter yang memanjang ke arah utara - selatan ini didukung dengan perbaikan pada sisi peron, yaitu dengan membangun dua peron tinggi (1 meter dari elevasi rel) dengan luas peron 2.400 m2, yang mencakup panjang peron 200 meter dan lebar peron 12 meter untuk kapasitas penumpang 4.687 orang.

                                                                                                                                                                                               
2. Stasiun Parung Panjang

Tampak Stasiun Parung Panjang dengan wajah barunya
Setelah puas mengitari Stasiun Maja, maka langkah selanjutnya kita menuju Stasiun Parung Panjang, stasiun ini merupakan stasiun yang terletak di kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Dimana stasiun ini sudah tidak menjadi titik terakhir stasiun terelektrifikasi, karena sudah diperpanjang sampai Stasiun Maja, dan Stasiun ini berada tidak jauh dari Pasar tradisional Parung Panjang.

Oh iya, konon stasiun dengan tinggi 14,6 meter yang dibangun memanjang ke arah utara - selatan ini dulunya pada zaman penjajahan Belanda merupakan stasiun dengan ukuran yang sangat luas, sehingga dijadikan sebagai stasiun pembantu karena terletak di antara Merak dan Jakarta. 

Bagian dalam Stasiun Parung Panjang tampak sangat bersih
 
Namun kini bangunan ini turut mengalami perubahan total dengan dibangunnya gedung stasiun menjadi dua lantai yang memiliki luas 756 m2, dimana panjangnya 21 meter dengan lebar 36 meter, sehingga diprediksi mempunyai daya tamping penumpang sekitar 1.476 orang.
Peron di Stasiun Parung Panjang
Selain itu, Stasiun yang terletak di KM 41+463 antara Stasiun Cisauk – Cilejit ini pun mengalami perubahan lain, yaitu dibangunnya 3 peron tinggi (1 meter dari evelasi rel) dengan luas peron 2.400 m2 dengan panjang peron 200 meter dan total lebar peron 12 meter sehingga mempunyai daya tampang 4.687 orang penumpang.


3. Stasiun Kebayoran

Stasiun Kebayoran dengan wajah baru
Dan stasiun terakhir yang kami kunjungi adalah stasiun Kebayoran, stasiun yang satu ini terletak di KM 13+820 antara stasiun Palmerah – Stasiun Pondok Ranji, yang berada di Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Stasiun ini berada di Jalur kereta api Tanah Abang – Merak.
Stasiun Kebayoran lantai dua tampak sangat luas bangat
Stasiun ini pun mengalami perubahan menjadi sangat luas, dimana yang sebelumnya hanya seluas 160 m2 dengan kapasitas penumpang hanya 160 orang, namun kini Stasiun Kebayoran diubah menjadi 2 lantai, dengan panjang 120 meter dan lebar 28,2 meter sehingga total luasnya 3.384 m2 yang siap menampung penumpang kereta api sekitar 6.609 orang.
Salah satu peron di lantai bawah Stasiun Kebayoran
Selain itu, untuk bagian peron pun dibangun menjadi lebih luas, yang dahulunya hanya seluas 168 meter dengan kapasitas penumpang 5.500 orang, kini dibangun peron tinggi 3 buah sepanjang 212 meter dengan kapasitas 7.031 orang.


Fasilitas  di Stasiun Kereta Api
Ketiga stasiun diatas, didukung juga oleh beraneka fasilitas untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang kereta api, seperti sebagai berikut:

1. Lift, Eskalator, Tangga untuk mempermudah naik dan turunnya para penumpang
Fasilitas di Stasiun Kereta Api: Lift, Eskalator dan Tangga

2. Toilet yang bersih untuk mempermudah penumpang yang ingin ke toilet.
Tampilan Toilet Pria
3.  Toilet khusus disabilitas dan Ruang Kesehatan (P3K) sebagai tempat pertolongan pertama bagi penumpang yang mengalami sakit atau kecelakaan di stasiun tersebut. 
Toilet khusus disabilitas & ruang P3K

4.  Ruang Menyusui untuk Ibu-ibu yang yang ingin memberikan asi kepada buah hatinya.

Ruang Khusus Ibu Menyusui

5. Mushola untuk beribadah.
Musholanya tampak bersih
5. Tempat sampah di berbagai sudut stasiun supaya penumpang buang sampah pada tempatnya.
Buanglah mantan sampah pada tempatnya :D

Semua fasilitas ini tentu saja untuk mempermudah dan mempernyaman para pengguna kereta api, terlebih menjadi stasiun yang ramah bagi para lansia, difabel, serta ibu hamil. Dan semua fasilias ini sangat terjaga kebersihannya, karena selalu ada tenaga kebersihan yang selalu membersihkan semua ruangan, fasilitas dan sudut-sudut di stasiun-stasiun ini, namun hal itu bukan berarti kita sebagai penumpang kereta api bisa dengan mudah untuk mengotori semua ini, kita pun harus turut serta untuk menjaga dan merasa bertanggung jawab untuk menjaga stasiun-stasiun ini supaya tetap tampil bersih dan nyaman. jika bukan kita, lantas siapa lagi? ;)  

Perubahan wajah stasiun-staiun yang kami kunjungi ini, tentu saja tidak menelan sedikit biaya, konon menghabiskan dana APBN sekitar Rp. 113,77 Milliar untuk membangun ketiga stasiun yang megah ini, bahkan untuk listrik yang menopang masing-masing stasiun mempunyai daya yang berkisar 3.000 WA untuk Stasiun Maja dan Parung Panjang dan 6.000 VA untuk Kebayoran.

Dengan dilakukannya berbagai modernisasi tampilan dan pelayanan kearah yang lebih baik ini, diharapkan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan PT KAI (Persero) supaya pemumpang kereta api semakin nyaman dalam menggunakan kereta api sebagai transportasi umum untuk masyarakat, terutama masyarakat yang berada di pinggir Jakarta untuk beralih menggunakan transportasi masal  berbasis kereta api untuk mobilitas pergi dan pulang dari dan ke Jakarta sehingga masyarakat bisa menikmati perjalanan aman, nyaman dan cepat.
Nikmati naik kereta aman & nyaman
Namun perlu juga kita ingat, bahwa setelah dilakukannya perubahan stasiun dengan wajah barunya yang jauh lebih baik dengan segala fasilitas yang sudah sangat bagus seperti sekarang ini, kita sebagai masyarakat pun harus turut andil dalam menjaga stasiun ini dengan segala fasilitasnya dari tangan-tangan jahil, misalnya jangan membuang sampah sembarangan, mencoret-coret tembok, mencuri lampu dan berbagai tindakan yang dapat merusak tatanan stasiun yang sudah sebagus ini.

Kepedulian kitalah yang akan membuat semua kemegahan dan kenyamanan yang ditawarkan oleh stasiun-staiun ini nantinya tetap kekal. untuk itu, mari kita secara bersama-sama untuk terus menjaga semua yang ada ini selayaknya kita menjaga milik kita pribadi.

So, Enjoy your trip with train :)

11 komentar:

  1. semoga pembangunan kereta api ini terus berkelanjutan ya.

    Jadi enak nih liburan kita, kalau stasiunnya megah dan modern seperti ini hehe :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya semoga semua stasiun kereta api di Indonesia sebagus stasiun-stasiun diatas ya :)

      Iya liburannya jadi aman dan nyaman ya Bowo heheheh

      Hapus
  2. Perjalanan dengan menggunakan Kereta Api itu sangat menyenangkan :) salam hangat dari Bojonegoro, Jawa Timur

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas Didik, menggunakan kereta api itu selalu menyenangkan ya Mas :)

      Salam hangat dari Jakarta Mas :)

      Hapus
  3. Kita harus membudayakan kebiasaan menggunakan transportasi masal, agar bisa mengurangi kemacetan jalan raya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju bangat Bunda, transportasi masal itu salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan.

      Hapus
  4. kereta api lagi naik daun ya mas...
    sekarang transportasi paling nyaman cuman kereta

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kereta api lebih nyaman sekarang Mba Avy, setelah dilakukan berbagai modernisasi, semoga kedepannya lebih bagus lagi ya. Aamiin... :)

      Hapus
  5. Balasan
    1. Kece Badai ya Mas Uwan hahahahah

      Hapus
  6. Apakah Anda dalam kesulitan keuangan? Apakah Anda perlu
    pinjaman untuk memulai bisnis atau untuk membayar tagihan Anda?
    Kami memberikan pinjaman kepada orang yang membutuhkan bantuan dan kami memberikan pinjaman kepada perusahaan lokal, internasional dan juga pada tingkat bunga yang sangat rendah dari 2%.
    Terapkan Sekarang Via Email: kellywoodloanfirm@gmail.com
    Terima kasih
    Terima kasih dan Tuhan memberkati
    Ibu Kelly

    BalasHapus