Selasa, 10 Mei 2016

#BloggerWisataKRL itu Asyik, Murah & Sehat



Sungguh senangnya, Sabtu pagi itu, tanggalan di kelender menunjukan tanggal 30 April 2016, itu artinya pada hari tersebut saya akan ikut dalam rangkaian #BloggerWisataKRL yang diadakan oleh Komunitas Tau Dari Blogger (TDB) dan Komunitas Jakarta By Train (JBT). Acara ini lahir selain untuk Kopdar dan menjalin tali silaturahmi dengan sesama Blogger, kami juga diajak untuk mengenal lebih dekat dengan berbagai tempat wisata yang ada di Jakarta, karena katanya tak kenal maka tak sayang :)
Stasiun Kereta Api Manggarai

Untuk itu, saya sangat antusias menyambut acara ini, saya bangun pagi, berbenah kamar, mengantar cucian ke laundri dan kemudian langsung menuju Stasiun Kereta Api Manggarai yang telah disepakati sebelumnya sebagai meeting point untuk semua Blogger yang ikut sebagai para peserta dalam wisata kali ini.

Setelah semua teman-teman terkumpul, maka kamipun dari Stasiun Manggarai melaju bersama kereta api menuju Stasiun Gondangdia. Bagi saya naik kereta itu selalu menyenangkan, bebas dari kemacetan karena mempunyai jalur tersendiri, sehingga kita bisa sampai tujuan lebih cepat dibandingkan transportasi darat umum lainnya.

Dan andai semua tempat yang ingin saya kunjungi dilintasi kereta api, maka saya akan lebih memilih bepergian dengan kereta api dari pada transportasi umum darat lainnya, apalagi sekarang perkeretapin di Indonesia  (khususnya di Jabodetabek) sudah mulai mengalami pembenahan kerah yang lebih modern dan jauh lebih nyaman.

Mulai dari keberadaan akses masuk dan keluar stasiun dengan menggunakan Kartu Multi Trip (KMT) sehingga lebih praktis, membuat setiap perjalanan lebih cepat dan lebih murah biayanya menurut saya, dan berkat ada KMT ini, saya tidak harus mengantri setiap kali mau jalan menggunakan kereta api.

Dan saya senang bangat, karena kami semua sebelum memulai mengeksplore tempat wisata yang ingin kami kunjungi, satu per satu kami dibagikan Kartu Multi Trip (KMT) limited edition dengan logo Tau Dari Blogger (TDB), Kerennya!

Selain itu, naik kereta api sekarang lebih nyaman menurut saya, selain kereta apinya sudah ber-AC, kini saya tidak pernah jumpai lagi ada pengamen dan pedagang asongan yang teriak menjajalkan dagangannya di kereta api, sehingga membuat penumpang jauh lebih nyaman.

Selain itu, petugas kebersihan di area stasiun dan di dalam kereta api selalu rutin untuk membersihkan sampah-sampah yang ada area stasiun dan gerbong-gerbong kereta api, sehingga kereta api tampil jauh lebih bersih, tidak berbau dan jauh dari jorok.
Kereta Apinya sangat bersih
Keamanan di sekitar stasiun dan di dalam kereta api pun juga terjamin, karena selalu ada petugas keamanan yang tersebar diberbagai titik dan gerbong kereta, sehingga memberikan rasa aman, namun kita sebagai penumpangpun harus tetap bisa menjaga diri dan barang bawaan kita supaya tidak berpindah tangan.

Sungguh sangat menyenangkan naik kereta api, cepat, murah dan tidak macet. Dan perjalanan dari Stasiun Manggarai menuju Stasiun Gondangdia sungguh tak terasa, kereta seolah melaju bagai kilat, begitu cepat, hanya dalam hitungan menit kami sudah sampai di Gondangdia,
Stasiun Gondangdia

Dan setelah semua turun dari kereta, kami langsung berkumpul untuk menentukan rute perjalanan wisata yang akan kami tempuh selanjutnya.

Mas Anggara selaku ketua acara wisata kali ini menjelaskan bahwa kami nantinya bertolak dari Stasiun Gondangdia akan jalan kaki menuju Patung Pahlawan, dilanjutkan menuju Jembatan Kwitang, lalu jalan menuju Musium Kebangkitan Nasional, menikmati es kirim Baltic dan terakhir ishoma di kantor PMI.
Mas Anggara (Baju Biru) sedang menjelaskan rute perjalanan wisata
Serunya jalan ramai-ramai

Patung Pahlawan

Tujuan pertama kami adalah mengunjungi Patung Pahlawan atau yang lebih terkenal dengan nama Tugu Tani yang terletak di sebuah bundaran diantara Jl. Menteng Raya, Jl. Prapatan dan Jl. Arief Rachman Hakim, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.
Patung Pahlawan (Tugu Tani)
Konon sepasang patung yang menjadi figur Patung Pahlawan tersebut adalah seorang pria bercaping dan seorang wanita yang melambangkan seorang ibu yang melepas anaknya untuk pergi ke medan pertempuran. 

Dan patung perunggu ini dibuat oleh dua orang pematung kesohor dari Rusia, Matvey Manizer dan Ossip Manizer, yang terinspirasi dari cerita perjuangan rakyat yang konon berasal dari Jawa Barat, dimana ada seorang ibu yang mendukung anaknya untuk pergi berperang demi kemerdekaan dan tanah airnya. Dimana sang ibu membekali anaknya dengan makanan dan harapan.

Dan patung ini merupakan hadiah dari pemerintah Uni Soviet atas persahabatannya dengan Indonesia, yang dikirimkan langsung dari Uni Soviet, dan pada Tahun 1963 Presiden Soekarno meresmikan patung tersebut dan terdapat sebuah plakat yang menempel di bawah patung tersebut yang berbunyi “Hanya bangsa yang menghargai Pahlawannya yang dapat menjadi bangsa yang besar”


Jembatang Kwitang

Melewati Jembatan Kwitang, maka kamipun diingatkan tentang kisah yang sangat melegenda tentang Nyai Dasima, karena jembatan Kwitang sangat identik dengan kisah Nyai Dasima.
Jembatan Kwitang (Doc. VIVA.co.id/Dody Handoko)

Dimana konon katanya dulu pada tahun 1813 di masa pemerintahan Inggris ada seorang gadis bernama Dasima, gadis dari desa Kuripan, Parung, Bogor. Perjalanan hidup Dasima yang menjadi selir atau nyai (kawin tanpa dinikahi) oleh Meneer Edward Willem yang tinggal di Pejambon, hidup Dasima menjadi serba berkecukupan.

Kecantikan Dasima membuat Samiun warga Kwitang yang sudah punya istri ini melakukan berbagai cara supaya bisa mempersunting Dasima, bahkan jalan mistispun dilakoninya, jampi-jampi konon turut mewarnai dalam rajutan kisah Samiun-Dasima sehingga bisa terjalin, namun ternyata cinta Samiun tidaklah tulus mencintai Dasima, harta Dasima-lah yang menjadi target sesungguhnya Samiun.

Singkat cerita, kisah cinta Dasimah berakhir tragis, Dasimah meninggal di tangan Samiun sendiri, karena Samiun adalah dalang yang merencanakan dan menyewa orang untuk pembunuhan Dasimah, dan membuang mayat Dasima di aliran sungai Kwitang.

Tragis ya kisahnya, kita cukupkan saja akh nanti susah move on jika dengar kisah yang berakhir sedih seperti ini. Mendingan sekarang kita lanjut menuju tujuan kita selanjutnya, Lets Go :)


Museum Kebangkitan Nasional

Musium Kebangkitan Nasional
Tujuan kami selanjutnya ternyata adalah Museum Kebangkitan Nasional, musium ini terletak di Jalan Abdul Rachman Saleh No.26, RT.4/RW.5, Senen, Kota Jakarta Pusat. Musium ini dulunya meupakan gedung sekolah dan asrama School tot Opleiding van Inlandsche Artsen (STOVIA), atau Sekolah Dokter Bumiputra.

Konstruksi gedung STOVIA terlihat sangat kokoh karena bangunannya terdiri atas susunan tembok yang tebal ini menempati sebuah komplek bangunan bersejarah yang dibangun pada tahun 1899 diatas tanah seluas 15.742 m2.
Suasana halaman musium nasional


Melangkah masuk ke dalam gedung musium ini kita akan disuguhi oleh berbagai pemandangan, halaman yang tertata rapi, ruang kelas dan laboratorium, asrama, tempat olah raga, kantin, dapur, dan aula. 
Replika ruang asrama sekolah Stovia
Replika Ruang Belajar & Praktek Kedokteran
Selanjutnya, pengunjung disuguhkan dengan seluruh koleksi museum yang konon katanya berjumlah sekitar 2.042 buah berupa bangunan, mebel, jam dinding, gantungan lonceng, perlengkapan kesehatan, pakaian, senjata, foto, lukisan, patung, diorama, peta, sketsa, dan miniatur. Seluruh koleksi tersebut dipamerkan di beberapa ruangan antara lain di ruang awal pergerakan, ruang kesadaran nasional, dan ruan pergerakan, dan ruang memorial Boedi Oetomo.

Setelah puas mengitari musium Kebangkitan Nasional, maka selanjutnya kita pergi ke Es Krim Baltic, dan sungguh nikmat rasanya, habis jalan panas-panas lalu menikmati es krim, segar bangat rasanya.

Puas menikmati es krim, kami pun kemduian menuju ke Kantor PMI (Palang Merah Indonesia) yang terletak di Jl. Kramat Raya No. 47 Jakarta Pusat. Di sini kami sejenak beristihat untuk menunaikan shalat, menikmati makan siang ala prasmanan dan juga ngobrol asyik dan santai bersama.
Kantor PMI Jakarta Pusat
Dan sungguh sangat menyenangkan mengikuti acara wisata kali ini, saya jadi mengenal lebih dekat dengan bebagai objek wisata yang tadi saya ceritakan diatas, padahal biasanya saya hanya lewat selintas saja. 

Namun berkat wisata KRL dan jalan sehat kali ini saya merasakan banyak pengalaman, banyak informasi berharga, banyak keseruan yang tak bisa saya jelaskan dengan kata-kata, dan yang pasti wisata kali ini mengajarkan saya untuk belajar lebih mengekspore apa yang ada di dekat kita, mengenalnya lebih dekat dan jangan sampai kita asing dengan tempat wisata yang ada disekitar kita.

Selain itu, wisata kali ini juga mengingatkan saya, betapa pentingnya hidup sehat, salah satunya meluangkan waktu untuk berolahraga, misalnya berjalan kali, karena dengan berjalan kaki kurang lebih 1000 langkah setiap hari bisa mencegah berbagai penyakit, misalnya osteoporsis, otot kaku, kadar gula darah yang tidak terkontrol, sirkulasi darah terhambat, dan berbagai ancaman penyakit lainnya yang menanti jika kita malas berolah raga.

Untuk semua keseruan ini, tidak lupa saya ucapkan terima kasih banyak pada TDB, JBT, PMI, Lem FOX, dan berbagai pihak yang telah mengadakan acara keren ini, semoga akan ada lagi keseruan serupa ini di waktu mendatang. See you guys :)

9 komentar:

  1. melihat stasiun2 kereta di indonesia, saya sering bertanya tanya. kenapa stasiun2 kereta itu kebanyakan nampak vintage

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas Jawardi sebagian memang dibiarkan tetap terlihat Vintage karena ada maksudnya, misalnya memiliki sejarah tersendiri. Tapi sekarang sudah banyak juga Stasiun yang mulai merubah tampilannya lebih modern, bisa baca tulisan saya sebelumnya Mas jika penasaran heheheh

      Hapus
  2. Dulu saya sering lewat Manggarai nih, sempat tinggal di kalibata, jadi pasti lewatin Manggarai klo pakai kereta ke Jkt atau Kota :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oooh Gitu, sekarang sudah pindah tempat tinggal ya Mas Dzul, apa sudah tidak naik kereta api lagi?

      Hapus
  3. KEREN EUY....

    Salam,

    NurTerbit
    www.kompasiana.com/daeng2011 www.nurterbit.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih Bang Nur, pengen komen disana tapi saya lupa akun kompasiana saya :D

      Hapus
  4. stasiun kereta yg sekarang udah pada bersih ya
    semoga manusianya mau ngejaga si fasilitas umum biar tetep bagus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba Linda, sekarang tampilan dan fasilitas di perkeretaapian kita sudah jauh lebih nyaman dan bersih, semoga kitanya bisa juga menjaga semua ini supaya tetap nyaman berkereta ya :)

      Hapus
  5. Apakah Anda dalam kesulitan keuangan? Apakah Anda perlu
    pinjaman untuk memulai bisnis atau untuk membayar tagihan Anda?
    Kami memberikan pinjaman kepada orang yang membutuhkan bantuan dan kami memberikan pinjaman kepada perusahaan lokal, internasional dan juga pada tingkat bunga yang sangat rendah dari 2%.
    Terapkan Sekarang Via Email: kellywoodloanfirm@gmail.com
    Terima kasih
    Terima kasih dan Tuhan memberkati
    Ibu Kelly

    BalasHapus