Rabu, 21 September 2016

"Orang Kreatif" Generasi Baru Kekuatan Ekonomi Indonesia

Menjadi pribadi yang kreatif konon katanya adalah sebuah pilihan, karena pada sejatinya setiap manusia itu sudah dibelaki dengan masing-masing daya kreatif dalam dirinya, namun kadar setiap orang itu berbeda-beda. Dimana kreatif dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk menciptakan hal-hal baru atau cara-cara baru dari sesuatu yang belum atau sudah ada sebelumnya, dimana sifat kratif ini muncul menjadi solusi dari sebuah halangan atau rintangan yang dihadapinya.

Dan berbicara tentang kreatif ini, maka saya jadi teringat tentang tema acara di Kafe BCA 3 yang digelar kemarin 19 September 2016. Dimana pada acara tersebut, PT. Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali mengadakan talk show bertajuk Kafe BCA 3 dengan tema “OK: Generasi Baru Kekuatan Ekonomi Indonesia”.


Namun sebelum mengupas lebih dalam tentang tema talk show kali ini, maka perlu kita pahami dulu, apa itu Kafe BCA?

Kafe BCA merupakan sebuah wadah atau tempat untuk berdiskusi yang menghadirkan para pakar dan praktisi dalam membahas berbagai tema untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Sehingga diharapkan dengan keberadaan Kafe BCA ini bisa menjadi sarana berbagi informasi dan ilmu bagi sesame demi kemajuan bersama pula.

Dan Kafe BCA tampil perdana pada tanggal 13 Januari 2016 yang lalu, dimana pada talk show perdana ini, Kafe BCA mengundang sejumlah kaum muda yang sukses sebagai wirausaha dengan ide kreatifnya sehingga bisa menjadi pemberi makna bagi masyarakat. Sejalan dengan ide kreatif yang diusung wirausaha muda tersebut, maka BCA yang juga mengangkat spirit “Senantiasa si Sisi Anda” ingin selalu mengedepankan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat dalam setiap pelayanan dan unit bisnisnya.

Setelah sukses dengan Kafe BCA pertama, maka Kafe BCA pun kembali mengadakan talk show kedua dengan mengundang sejumlah pembicara baik dari kalangan akademisi, praktisi, perusahaan yang khusus membahas topik perkembangan informasi teknologi berbasis digitalisasi pada era sekarang ini dan dampaknya untuk perusahaan dan peningkatan nilai tambah bagi masyarakat. Dan pada kesempatan tersebut BCA sendiri menjelaskan dukungannya terhadap sejumlah developer teknologi dalam mengaplikasikan teknologi melalui inovasi-inovasi terkini untuk memberikan manfaat yang baik bagi masyarakat.

Dan untuk tema pada Kafe BCA tiga ini akan membahas tentang bagaimana Kreatif yang dihubungkan dengan ekonomi, atau bisa disebut Ekonomi Kreatif. Mengutip dari Wikipedia, ternyata Ekonomi Kreatif itu dapat diartikan sebagai sebuah konsep di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi yang utama.

Ekonomi Kreatif tidak hanya mengenai peciptaan nilai tambah secara ekonomi, namun bisa juga mencakup penciptaan nilai tambah secara sosial, budaya, dan lingkungan yang menjadi penggerak dalam menciptakan peluang-peluang yang luar biasa.

Jika kita telisik lebih luas, Indonesia ini merupakan negeri yang kaya dengan potensi alamnya, adat dan budayanya, serta manusianya. Maka dengan melihat peluang ini, Indonesia mempunyai peluang besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif untuk menunjang pertumbuhan ekonomi rakyat menjadi lebih baik.

Mengutip data dari Badan Pusat Statistik (BPS), dimana perkembangan ekonomi kreatif menunjukan perkembangan yang positif, hal ini terlihat dari adanya pertumbuhan 5,76 persen atau di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,74 persen, dengan bilai tambah sebesar Rp.641,8 triliun atau 7 persen dari PDB nasional.

Dalam Rancangan Pengembangan Jangka Menengah Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) 2015-2019 disebutkan, bahwa akselerasi pertumbuhan ekonomi kratif adalah salah satu intikator pertumbuhan ekonomi sebuah Negara. Dimana arah kebijakan pembangunan ekonomi kreatif adalah memfasilitasi Orang Kreatif (OK) disepanjang rantai nilai yang dimulai dari tahap kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, hingga konservasi.

Untuk mengupas lebih mendalam tentang peran Orang Kreatif sebagai Generasi Baru Kekuatan Ekonomi Indonesia. Maka PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan para pembicara yang luar biasa untuk mengupas tema kali ini dari berbagai sudut pandang. Namun sebelumnya, acara Kafe BCA 3 ini pertama-tama dibuka dengan sambutan dari Bpk. Jahja Setiaatmadja selaku Presiden Direktur BCA.
Bapak Jahja Setiaatmadja selaku Presiden Direktur BCA.
Menurut Beliau, pelaku industri kreatif perlu mendapat fasilitas untuk kegiatan kreasi, serta memproduksi dalam skala usaha yang layak dan mendapatkan akses ke pasar. Untuk itu, usaha baru industri kreatif pun perlu mendapat fasilitas membangun pasar, serta membangun repositori untuk produk-produk kreatif.

Dan Bapak Jahja pun menegaskan dua hal substansial ini, yakni hadirnya Orang Kreatif (OK) dalam rantai kreasi, produksi, distribusi, konsumsi, dan konservasi maupun institusi atau lembaga yang menopang tumbuh kembang Orang Kreatif. Oleh karena itu, sebagai bentuk dukungan terhadap kehadiran Orang Kreatif, BCA melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan jumlah maupun meningkatkan kapasitas Orang Kreatif, salah satunya melalui IKF 2016.

Selanjutnya masuk ke acara inti yaitu pada acara  talk show bertajuk Kafe BCA 3 dengan tema “OK: Generasi Baru Kekuatan Ekonomi Indonesia”. Pada acara ini tampak hadir para pembicara keren, antara lain: Ibu Erda Rindrasih yaitu Pengamat Pariwisata dan Industri Kreatif di Pusat Studi Pariwisata UGM, Bapak Solihin Sofian yang merupakan Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya APINDO, Bapak Cyrillus Harinowo selaku Pengamat Ekonomi, Bapak Andi Martin yang merupakan CEO Kratoon Channel, Ibu Lena Setiawati selaku GM BCA Learning Service, dan Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF) yaitu Bapak Fiki C. Satari, dengan Moderator Bapak Fajar Anugrah.
Para Pembicara dalam acara Talk Show Kafe BCA 3
Dan dari para pembicara ini, saya akan ambil beberapa point penting (yang menurut saya penting) selama acara talk show ini berlangsung. dan mari kita bahas satu per satu apa materi yang disampaikan oleh para pembicara di acara talk show Kafe BCA 3 ini.

Ibu Erda Rindrasih selaku Pengamat Pariwisata dan Industri Kreatif di Pusat Studi Pariwisata UGM menjelaskan tentang bagaimana Ekonomi Kreatif dan Peran Orang Kreatif dalam Perspektif Pariwisata. Dimana Pariwisata ini cakupannya sangat luas, terdiri dri 16 sektor antara lain: Seni Pertunjukan, Seni Rupa, Televisi dan Radio, Aplikasi Games, Aritektur, Desain interior, Desain komunikasi visual, Periklanan, musik, penerbitan, fotografi, Desain produk, Fashion, Film animasi dan video, Kriya dan Kuliner.
16 Sektor Pariwisata
Melihat begitu banyak sektor di bidang pariwisata ini, Indonesia-pun mempunyai semua sektor tersebut, tinggal bagaimana kita bisa mengolahnya dengan kreatif, karana tidak bisa kita pungkiri, jika pariwisata diolah dengan baik dan kreatif tentu saja akan menumbuhkan perekonomi rakyat menjadi lebih baik.

Namun tak bisa juga kita kupakan, bahwa parisiwata di negeri ini masih kurang mendapatkan dukungan infrastruktur yang memadai, juga masih rendahnya keamanan dan rasa nyaman (seperti teror bom, teroris) pun dinilai menjadi beberapa faktor yang membuat pariwisata di negeri ini belum bisa berkembang maksimal, dan ini menjadi PR kita bersama untuk memaksimalkan semua hal tersebut untuk mendukung pariwisata yang kreatif untuk ekonomi yang lebih baik.

Bapak Solihin Sofian selaku Wakil Ketua Bidang Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya APINDO sebagai pembicara selanjutnya mengupas tentang bagaimana Orang Kreatif dalam Peta Ekonomi Kreatif Indonesia menjawab target, peluang dan Tantangan yang ada. 

Dimana target yang ingin dicapai dari tatanan ekonomi kedepannya adalah terjadinya pertumbuhan sebesar 12% dari PDB nasional, dengan terus melakukan penguatan, pengamanan pasar domestik dan peluang pasar Internasional dengan memanfaatkan bahan alam Indonesia, keanekaragaman budaya bangsa sebagai benchmark ekonomi kreatif.

Untuk mencapai target tersebut, tentu saja tidak mudah, karena dibutuhkan adanya sumber daya Orang Kreatif yang mempuni, Pembiayaan, Pemasaran, Regulasi yang mendukung, Tekonologi dan informasi market yang kreatif. 

Pada dasarnya kita (Indonesia) mempunyai warisan budaya alam yang kaya dan melimpah dengan didukung oleh jumlah penduduk 46,7% terbanyak dari penduduk ASEAN, serta berlakunya MEA akan menjadi pasar yang akan menjanjikan untuk ekonomi yang lebih maju, dan ini kesempatan baik yang bisa kita manfaatkan untuk meraih ekonomi kreatif yang sukses nantinya.

Bapak Cyrillus Harinowo selaku Pengamat Ekonomi juga menuturkan bahwa perbankan sangat mendukung ekonomi kreatif, misalnya dengan memberikan pembiayaan dan kegiatan CSR supaya orang-orang kreatif bisa terus berkembang dengan dukungan dana yang memadai, karena menurut Beliau, kehadiran ekonomi kreatif akan memberikan kontribusi yang baik untuk ekonomi masyarakat, iklim bisnis menjadi semakin bagus dan membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat, bahkan hal tersebut bisa menjadi citra dan identitas bangsa, sehingga membawa dampak sosial yang kian baik yaitu terjadi peningkatan kualitas hidup dan pemerataan kesejahteraan masyarakat, hal ini juga bisa membuat orang-orang untuk terus berlomba-lomba dalam berinovasi dan berkreatifitas dengan berbasis sumber daya terbarukan.

Bapak Andi Martin yang merupakan CEO Kratoon Channel menceritakan tentang bagaimana perusahaannya Kratoon Channel yang merupakan perusahaan kartun lokal ini mulai memproduksi aneka film kartun dan animasi sebagai bagian dari hiburan untuk masyarakat. Namun dinilainya, dunia kartun yang ditekuninya ini merupakan dunia yang menuntutnya untuk terus berkreasi secara kreatif dengan menghadirkan aneka karakter dan tokoh kartun yang unik supaya bisa terus bisa berkambang dan bersiang dengan negara-negara lain diluar sana.

Namun, salah satu faktor yang membuat kartun Indonesia kurang dikenal oleh masyarakat yaitu kurangnya mendapat tempat dari stasiun televisi sebagai sarana promosi, sehingga pengetahuan orang akan film kartun Indonesia menjadi terbatas, namun untungnya di era sekarang ini promosinya bisa dilakukan di berbagai media sosial, seperti youtube, facebook, twitter, instagram, sehingga masyarakat bisa lebih melek lagi dengan keberadaan film kartun Indonesia.

Bapak Fiki C. Satari selaku Ketua Bandung Creative City Forum (BCCF) membahas tentang bagaimana Ekonomi Kreatif dan startegi pengembangannya di Indonesia. dan diakui oleh Beliau bahwa ada beberapa sektor yang harus diperhatikan untuk menunjang perekonomi masyarakat, yaitu dengan meningkatkan kreatifitas pada pengolahan sumber daya dibidang Pertanian, Peternakan, Kehutanan, Perikanan, Pertambangan, Industri pengolahan, Listrik, gas, air, konstruksi, perdagangan, hotel, restoran, transportasi & komunikasi, keuangan, real estate, jasa dan juga ekonomi kreatif. Karena semua sektor ini, jika dikelola dengan bijak, maka tatanan ekonomi bangsa bisa meningkat.

Namun untuk membuat program ekonomi yang bagus tentu tidak lepas dari dukungan teknologi, inovasi, media, seni dan budaya yang dikemas secara apik dan tepat sasaran. Sehingga diharapkan nantinya bisa berujung pada adanya perubahan dan perkembangan ekonomi Indonesia yang lebih baik kedepannya.

Ibu Lena Setiawati selaku GM BCA Learning Service membahas tentang Indonesia Knowledge Forum (IKF) V yang sebentar lagi akan di gelar awal bulan depan. Dimana IKF V ini mengusung tema Moving Our Nation To The Next Level: “Optimizing Knowledge and Creativity to Ride the Wave of New Generation in Accelerating Indonesia Economy” yang nantinya akan dilakasanakan pada tanggal 6-7 Oktober 2016 mendatang di Ritz Carlton Pacific Place Hotel – Jakarta.

Pada acara IKF V ini akan menghadirkan Menteri Koordinator Perekonomian RI, Darmin Nasution sebagai keynote speaker dan para pembicara nasional yang inspiratif. Di antaranya, Emirsyah Satar (Chairman of MatahariMall.com), Yohanes Surya (Founder of Yayasan Surya Institute),  Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), Fauzi Ichsan (Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan), William Tanuwijaya (CEO Tokopedia), Pandji Pragiwaksono (Indiepreneur, Stand-Up Comedian), dan 12 pembicara terkemuka lainnya.
Para Pembicara Indonesia Knowledge Forum (IKF) V di hari pertama
Sungguh acara yang sangat sayang untuk dilewatkan, karena saya yakin acara ini akan banyak sekali informasi dan ilmu yang bisa kita gali dari para narasumber di acara IKF V ini nantinya. jadi, jangan sampai ketinggalan ya bagi teman-teman yang ingin hadir di event ini.


***
Tidak sia-sia rasanya datang di acara Kafe BCA 3 dengan tema “OK: Generasi Baru Kekuatan Ekonomi Indonesia” ini, karena semakin membuka wawasan saya, betapa pentingnya menjadi Orang Kratif di jaman sekarang ini, karena Orang Kreatif bisa merubah segala sesuatunya menjadi lebih baik dari sebelumnya.

Dari acara Kafe BCA 3 pada intinya mengharapkan lahirnya generasi-generasi muda yang mempunyai ide-ide kreatif dan menerapkan melalui langkah kongkrit sehingga bisa menjadi sebuah gebrakan yang akan menghidupkan ekonomi bangsa, yaitu pemerataan hidup yang lebih baik, dengan berkurangnya penggguran dan semakin tidak adanya orang-orang yang hidup dalam lilitan kemiskinan nantinya.

Ekonomi Kreatif, lahir dari Orang Kreatif yang berani bertindak kreatif.
Go OK, Go Orang Kreatif!
Untuk Kekuatan Ekonomi Indonesia!


4 komentar:

  1. Sekarang jamannya orang kreatif. Semua aspek kehidupan harus bisa diakalin kalo mau bisa bersaing di era sekarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sepakat Mas Rosiy, menjadi Orang Kreatif sekarang itu perlu bangat untuk tetap bisa bersaing :)

      Hapus
  2. Saya mau jadi Orang Kreatif juga Bang, tapi lagi mikir saya kreatif dibidang apa ya enaknya hehehehe

    BalasHapus
  3. Bener banget bangsa ini butuh generasi yang kreatif, generasi yg terus berkarya untuk kemajuan bangsanya,,

    BalasHapus