Senin, 03 Oktober 2016

Tips menjadi Food Blogger #Jenius



Memotret makanan saat ini sudah menjadi trand, terlebih setelah kehadiran smartphone dengan dukungan kamera yang semakin bagus pula, sehingga kini memotret makanan bukan hanya pekerjaan food photographer atau Food Blogger saja, tetapi siapa saja bisa melakukan hal ini tanpa melihat latar belakang pendidikannya, sehingga mulai dari anak-anak hingga orang tua pun bisa melakukan hal ini,

Bahkan memotret makanan kini sudah menjadi rutinitas wajib bagi kebanyakan orang sebelum menyantap makanan tersebut. termasuk saya pribadi. Iya, saya itu suka bangat foto-foto makanan, jadi apa yang akan saya makan, biasanya selalu saya foto terlebih dulu sebelum saya menyantapnya, dan hasil foto tersebut biasanya akan saya upload di sosmed yang saya miliki. 

Dan berbicara tentang memotret makanan ini, saya jadi ingat acara yang saya hadiri kemarin, tanggal 2 Oktober 2016 yaitu acara Jenius Live X Brighspot Market Of The Future yang kebetulan juga membahas tentang food photography.
Suasana di salah satu stand Jenius
Ternyata acara Jenius Live X Brighspot Market Of The Future ini merupakan sebuah acara yang dirancang oleh Jenius bersama Brightspot Market yang ingin memperkenalkan tentang gaya hidup baru kepada generasi digitally savvy dan socially connected dalam berbelanja, menikmati hiburan, serta cara mendapatkan inspirasi.

Dimana sebenarnya acara ini, ternyata sudah berlangsung dari tanggal 29 September – 2 Oktober 2016 yang bertempat di Senayan City, Jakarta Selatan. Dimana acara Jenius Live x Brightspot Market of the Future ini ternyata berlangsung di tiga titik, yaitu: South Tent 1 berada pada area road block Jalan TPH dan dijadikan sebagai area retail tenant, North Tent 2 yang merupakan the space Senayan City untuk area food tenant, serta Atrium Senayan City. Dan di masing-masing kolasi tersebut menawarkan berbagai agenda kegiatan yang seru dan serat dengan informasi-informasi menarik dan berbeda setiap harinya yang sangat sayang untuk dilewatkan.  

Dan kebetulan di hari terakhir dari rangkaian acara ini, saya mengunjungi area Atrium Senayan City, dan di sana saya melihat banyak orang yang ramai-ramai menggerubuti stand-stand Jenius, dan membuat saya ikutan kepo dengan mendekati salah satu stand yang ada di situ.



Apa itu Jenius?
Jenius adalah sebuah aplikasi keluaran dari BTPN (PT. Bank Tabungan Pensiunan Nasional, Tbk) yang dilengkapi dengan kartu debit visa yang akan memberikan kemudahan layanan 24 jam bagi kita dalam mengelola hidup dan keuangan secara lebih mudah, cerdas dan aman. 

Dimana aplikasi Jenius ini hadir untuk mengatur segala keribetan menjadi simple dan mudah, sehingga kita bisa lebih fokus mengatur hidup dan masa depan kita cukup dalam genggaman, untuk itu aplikasi Jenius menawarkan beberapa fitur yang dikelompokan dalam dua kategori, yaitu:

1.  Simpler Life yaitu kategori fitur-fitur yang akan membuat hidup lebih mudah, yaitu ada Fitur Send It yang akan mempermudah pengiriman uang, Fitur Pay Me yang akan mempermudah kita meminta uang ke siapa saja yang ada pada kontak smartphone atau $Cashtag kita, selain itu ada juga Fitur $Cashtag yang membuat kita bisa bikin nomor rekening bank kita sesuai keiinginan kita yaitu dengan nama akun yang cantik atau nomor rekening yang cantik. Dan ada juga Fitur One Touch yang membuat kita semakin mudah dan cepat untuk mengakses akun Jenius kita.
Simpler Life (doc: Jenius.com)
2.  Smarter Finance, yaitu kategori yang berisi fitur-fitur yang membuat kita semakin mudah mengelola keuangan kita dengan cerdas, karena didukung oleh Fitur Dream Saver yang berfungsi untuk mewujudkan impian atau cita-cita kita serta hal tak terduga, selain itu ada juga ada Fitur Card Center yang memudahkan kita untuk mengendalikan sepenuhnya atas kartu yang kita miliki, sehingga kita bisa memblock/unblock dan mengatur limit kartu debit kita dengan mudah hanya dari handphone kita tanpa perlu menelphone ke call center terlebih dahulu, Dan ada juga Fitur Split Bill yang akan mempermudah kita berbagi bon dengan keluarga atau teman secara tepat dan otomatis setelah melakukan pembayaran secara patungan.
Smarter Finance (doc: Jenius.com)

Selain hal di atas, kita juga perlu tahu, bahwa Jenius ini bisa menjadi nadi dari life finance kita, karena setiap keputusan yang kita ambil dalam hidup memiliki konsekuensi finansial yang tak pernah bisa dipisahkan antara hidup dan keuangan, untuk itu Jenius hadir untuk menjadi life finance, banking reinvented. Untuk itu, Jenius semakin meyakinkan kita untuk memilikinya dengan menawarkan 3S, yaitu Simple, Smart dan Safe.
  • Simple, yaitu Jenius akan memberikan kemudahan akses keuangan kita hanya dengan satu sentuhan, bahkan untuk kelola keuangan, kita bisa melakukannya dengan tiga langkah mudah yaitu menabung, melakukan berbagai pembayaran dan transaksi, serta terhubung di satu tempat.
  • Smart, yaitu dimana keberadaan Jenius ini bisa kita atur sesuai dengan kebutuhan dan keinginan kita. bahkan bisa terhubung dengan ekosistem perbankan Indonesia dan Internasioanl yang bisa terus tumbuh berkembang seiring perkambangan hidup kita.
  • Safe, karena Jenius ini didukung oleh BTPN yang terdaftar dan diawasi oleh OJK, serta dijamin oleh LPS. Bahkan sudah menggunakan teknologi dan sistem enkripsi termuktahir, serta menggunakan sistem pengamanan ganda untuk jaminan keamanan.
Setelah melihat keunggulan Jenius di atas, maka tak ada salahnya untuk memiliki akun Jenius, caranya sungguh sangat mudah, yaitu Jenius bisa didownload melalui smartphone berbasis Android atau iOS, kemudian kita melakukan registrasi dengan memasukkan informasi data diri dari KTP, NPWP, dan tanda tangan di selembar kertas untuk kemudian difoto menggunakan aplikasi Jenius sebagai tanda persetujuan kita mendaftar di aplikasi Jenius ini. 
Tampak banyak orang lagi sibuk tanya-tanya tentang Aplikasi Jenius
Setelah melakukan registrasi maka pihak dari Jenius akan menelphone kita untuk melakukan konfirmasi data kita dan sekaligus akan meminta alamat untuk mengantarkan kartu debit jenius milik kita. Setelah kartu debit kita terima, maka selanjutnya kita melakukan aktivasi kartu di aplikasi Jenius melalui menu Card Center dengan memasukkan kode CVV yang ada di belakang kartu dan sekaligus membuat 6 digit PIN baru. Sungguh prosesnya sangat mudah ya ternyata? Cukup melalui handphone maka kartu debitnya sudah langsung jadi.

Setelah puas mendapatkan informasi seputar Jenius, maka saya pun bergeser ke arah panggung karena acara talkshow yang akan mengupas tema "How to be Food Blogger" akan segera dimulai. Dan tampak hadir sesosok lelaki muda yang telah berdiri di atas panggung.   
Mas Fellexandro Ruby selaku Narasumber
Iya, Beliau itu Mas Fellexandro Ruby yang merupakan seseorang yang senang memotret makanan dan menuliskan segala pengalaman kuliner yang pernah dinikmatinya dimana-mana melalui blog miliknya.

Tanpa membuang-buang waktu, Mas Ruby yang memiliki akun instagram @captainruby ini pun langsung memulai menyapa para penonton yang hadir di area #JeniusWay dan menceritakan seputar hobinya memotret makanan. 

Dan dari Mas Ruby ini, saya mendapatkan tips-tips keren tentang teknik dasar memotret makanan, yaitu ada tiga point penting yang menjadi kunci utama saat memotret makanan, dimana ketiga point ini yang akan menjadi dasar untuk menghasilkan sebuah makanan yang menarik. 
1.    Berteman dengan Jendela
Berteman dengan jendela itu sangat penting, karena dari jendela kita bisa mendapatkan cahaya yang bagus, dimana cahaya mempunyai peranan yang sangat penting dalam menghasilkan foto makanan yang bagus pula.

Lalu kenapa harus cahaya yang dekat jendela? Karena cahaya yang dihasilkan dari jendela adalah pencahayaan alami, sehingga akan menghasilkan foto makanan yang jauh lebih baik jika dibandingkan dengan foto makanan di tempat remang-remang atau yang pencahayaannya kurang.

Bahkan ada yang bilang, fotografi itu adalah seni dengan cahaya, yaitu jika cahaya tak ada maka tak akan ada objek yang terlihat dan layak untuk dipotret.

Dan perlu diingat, jika pencahayaan tidak memungkinkan, sebaiknya tidak perlu untuk mengambil foto makanan, karena hasilnya sudah pasti tidak bagus, mendingan makanannya langsung disantap saja.

2.   Perhatikan arah cahaya
Memotret makanan yang baik bukan asal main jepret saja, namun kita juga harus jeli melihat arah datangnya cahaya, karena arah cahaya pun ternyata bisa mempengaruhi kualitas foto makanan yang kita hasilkan.

Sebaiknya kita menghindari memotret makanan dengan arah cahaya dari depan objek makanan yang ingin kita foto, karena hasilnya biasanya kurang bagus. Gunakan pencahayaan KKB (Kiri, kanan, belakang) yaitu sebaiknya kita meletakan objek makanan dengan arah pencahayaan dari sisi kiri atau sisi kanan atau juga sisi belakang objek makanan tersebut supaya hasil fotonya jauh lebih maksimal.
  
3.   Rajinlah Selfie
Lah, apa hubungan selfie dengan foto makanan? Ini semacam perumpamaan, jadi jika kita rajin melakukan foto selfie, maka kita akan tahu persis bahkan sangat paham pada angle mana kita akan mendapatkan foto selfie kita yang terbaik.

Begitu juga dengan memotret makanan, semakin sering kita berlatih melakukan foto makanan, maka lama-kelamaan kita akan paham tentang bagaimana mengambil angle yang menarik jika dihadapkan dengan sebuah objek makanan yang akan kita foto.

Perlu diingat, bahwa angle foto mempunyai peranan penting untuk menghasil presentasi sebuah foto makanan menjadi menarik atau tidak, Salah angle maka akan menghasilkan sebuah foto dengan arti yang berbeda pula. 

Untuk itu, kita harus memotret makanan tidak cukup hanya sekali, namun kita butuh berkali-kali memotret dengan berbagai sudut atau angle yang berbeda-beda untuk mendapatkan hasil foto yang menarik dan memukau.   

4.    Kenali jenis handphone kita (Tips Bonus) 
Kenali Jenis Handphone yang kita gunakan, karena setiap handphone memiliki  kapasitas pixel yang terkadang berbeda-beda, untuk itu sangat penting kita memahami jenis kamera handphone kita supaya kita juga bisa mengoperasikanya dengan baik, misalnya dengan mengetahui dan memaksimalkan berbagai fitur yang ada pada kamera tersebut supaya hasil foto kita semakin bagus.

Selian tips dasar di atas, Mas Ruby juga membagikan tips bagaimana untuk menghasilkan foto makanan yang bagus dan menarik dengan handphone, karena Jaman sekarang handpone sudah dilengkapi dengan kamera yang semakin hari semakin canggih, sehingga tidak jarang semakin banyak pula orang yang memanfaatkan keberadaan kamera handhone ini  untuk memotret makanan dengan mudah.

Namun banyak juga orang yang masih mengeluhkan kenapa hasil fotonya dengan kamera handphone itu tampak jelek padahal resolusi kameranya sebenarnya bagus, untuk itu sebelum melakukan foto dengan kamera handphone, kita terlebih dahulu sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut ini sebelum menyalahkan kamera handphone kita atas hasil foto yang jelek.

1.   Kita harus memastikan bahwa lensa kamera kita dalam kondisi bersih, untuk itu sebaiknya sebelum memotret, kita harus cek terlebih dahulu kebersihkan lensa kamera kita, karena kebersihan kamera tentu saja akan sangat mempengaruhi kualitas hasil foto kita. 

2.  Jangan melakukan zoom saat memotret makanan, karena hal ini akan membuat hasil foto menjadi tampak pecah-pecah, namun sebaiknya lakukan pemotretan makanan dengan kamera tetap pada posisi standar, dan setelah itu baru cropping untuk mendapatkan objek foto yang kita inginkan. 

3.   Pastikan kamera fokus pada objek foto, baru setelah itu kita menjepret makanan tersebut. Hindari sikap tergesa-gesa saat memotret karena jika kamera tidak fokus maka hasil fotonya tentu saja akan buram atau goyang. Untuk mendapatkan foto yang fokus, kita bisa menekan layar handphone kita sesuai dengan posisi objek yang menjadi titik fokus yang kita inginkan.
Selain tips-tips di atas, untuk menghasilkan foto yang bagus tentu saja kita harus perbanyak latihan dan juga belajar dengan melihat berbagai referensi dari para food photography atau food blogger. Dan perlu dikertahui juga, bahwa ternyata food photography setiap tahunnya mempunyai “trend / gaya” yang berbeda-beda, dan untuk melihat trend atau gaya memotret makanan yang lagi digendrungi oleh orang-orang, maka kita bisa mengeceknya di Instagram.
Gambar Kiri: angle pada proses memotorng kue & Gambar Kanan: angle pada hasil makanan
Misalnya saat ini lagi trend foto dengan gaya top shoot, maka itu bukan berarti semua jenis makanan bisa kita ambil anglenya dari atas. Misalnya seperti foto untuk Burger, kita harus ambil anglenya dengan posisi 45 derajat supaya setiap lapisan yang tersusun dalam sebuah burger bisa terlihat dengan jelas.

Sering berlatih memotret maka lama-kelamaan kita akan tahu bagaimana angle yang bagus untuk sebuah foto, bahkan jika kita sudah menemukan angle-angle terbaik kita dalam memotret, bukan tidak mungkin justru kita yang akan menciptakan tren/gaya foto yang bisa menginspirasi orang lain.

Oh iya, Mas Ruby juga bilang, bahwa dengan menyukai hobi memotret makanan ini, ternyata jika ditekuni dengan serius dan sungguh-sungguh, konon katanya bisa menjadi peluang yang menjanjikan, gimana teman-teman, tertarik menjadi food photography atau food blogger juga nggak? Kalo saya sih Yes! :D 

Sungguh acara yang dimulai dari jam 17:30 WIB sampai 18:30 WIB ini terasa berjalan begitu cepat saking serunya, dan sungguh tidak sia-sia saya datang ke acara Jenius Live X Brighspot Market Of The Future ini, karena saya mendapatkan banyak pengalaman dan informasi menarik tentang Jenius dan juga tentang ilmu food photography dari Mas Ruby. Terima kasih Jenius dan juga Mas Ruby, sampai jumpa di acara seru lainnya ya :)

28 komentar:

  1. Acara ini ketjeh, seperti yang punya blog ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahaiiii bisa aja nih Mas Agung heheheh
      Tapi benaran sih, acaranya memang kece bingit :)

      Hapus
  2. Tips pertama bener tuh, kadang jengkel pengen motret tapi resto remang2, langsung dihap aja ya mas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba Prima, percuma bangat foto jika hasilnya tidak maksimal, mendingan langsung diembat aja heheheh

      Hapus
  3. Aku termasuk yang suka bgt memfoto makanan sebelum dimakan...hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tossh Mba Dwina, ternyata kita sama hehehehe

      Hapus
  4. Keren ini, food photography cocok ini kayaknya untuk di kembangkan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas Anggar, lanjutkan jika punya minat dibidang food photography ini :)

      Hapus
  5. Waaah nice tips nih. Dicoba ah. Walopun cuma sekadar foodblogger ala-ala aja, tapi juga bisa ngasilin foto kece. Tfs, Awan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayo Mba Nia diterapkan tip ini, siapa tahu nanti bisa jadi Food Blogger TOP. Aamiin :)

      Hapus
  6. Wah dapat ilmu keren di sini. Makasih ya Wan.. nanti dicoba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayo Mba Waya diterapkan tip-nya :)
      Sama-Sama Mba Waya smg bermanfaat ya :)

      Hapus
  7. paling sebel kalo motret malam hari, udah gitu lampunya yang warna-warni merah, redup pulak. Pakai flash hasilnya kurang keren. Heeeu, gigit jari doang deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba Levina, kalo cahayanya tidak mendukung sebaiknya tidak usah difoto makanannya, hanya bikin capek, mendingan langsung disantap heheheh

      Hapus
  8. keren ya tips2nya, singkat, padat, dan applicable banget..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba Zata, setujuu tipsnya mudah diaplikasikan :)

      Hapus
  9. Acaranya keren banget awaan..
    Ituh trik memotretnya udah aku lakukan hahahaa
    Ga usah di suruh selpih udah kerajinan kite

    Baiklah, makan dideket jendela aah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Teh Nchie, tipnya keren bingit heheheh
      Hahahah iya klo selfie mah kayanya sudah kerjaan setiap harinya Teteh, jadi nggak perlu disaranin heheheheh

      Iya Teh, cobain makan dan foto dekat jendela :)

      Hapus
  10. Aku suka motret makanan, terlepas nanti jadi food blogger atau gak. Yang penting passion dulu kan ya, Wan. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setujuu Mba Haya, yang penting suka dulu foto-foto makanan, jika nanti itu jadi passion artinya itu rejeki hehehe

      Hapus
  11. Keren banget acaranya mas Imawan. Sayang banget kemarin belum bisa ikutan hehe.
    Aku kalau suruh potret makanan juga paling suka hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Bowo acaranya keren dan seru loh :)
      Hayo didalami hobi memotret makanannya, kali aja nanti bisa jadi passion :)

      Hapus
  12. Wah,, Jenius ini semacam fintech yang baru saja saya tulis juga..hhohoo
    Thanks sharingnya mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waah ke TKP dulu baca juga akh :)
      Sama2 Mas Bro :)

      Hapus
  13. Info keren nih.... Semangat sehat. Makasi infonya bang.

    BalasHapus
  14. aku masi belum bisa bikin layout yang bagus nih, kalau cahaya paling seneng motret pagi atau sore sekalian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya cahaya ngaruh bangat Mba Evrina kalo foto-foto, setuju sih mendingan pagi atau sore hari pasti bagus fotonya :)

      Hapus