Senin, 09 November 2015

Komunitas Topi Bambu: Kobarkan kembali semangat pengrajin bambu untuk terus berkarya

Sabtu 07 November 2015, saya menghadiri acara #KopdarTemanAsyiiik yang berlangsung di Demang Café Sarinah yang berada di jalan Haji Agus Salim, Nomor 60A, Sarinah – Jakarta Pusat. Dan di acara kopdar ini tampak hadir sahabat-sahabat Blogger laki-laki dari berbagai kota, antara lain ada yang dari Bandung, Garut, Bekasi, Tangerang, dan juga Jakarta pastinya, dan bisa dibilang ini adalah acara kopdar Blogger Laki-laki pertama yang mungkin pernah ada :)

Kopdar Blogger Asyiiik - KOBEL (Doc. Mas Gapey-Sandy)
Komunitas Blogger Laki foto bareng dengan Penggerak Industri Kreatif (Doc. Mas Gapey-Sandy)

Dan yang paling asyik lagi diacara ini hadir juga orang-orang luar biasa kreatif. Sebut saja ada Mas Nanang Pengrajin batu dari dari Mojokerto – Triwulon, Ada Mas Ipul perwakilan Komunitas Topi Bambu dari Tangerang, hadir juga Mas Fakhtul Huda Pengrajin Batik dari Pekalongan, tidak ketinggalan Bapak Daryanto yang menyulap ban menjadi Sandal Bandolan dari Banyumas, tampak hadir Pak Tri Surianto pecinta seni Reog dari Ponorogo, ada juga Mas Muskito yang menggagas Blankon khas Blitar, dan tak Ketinggalan Abah Iwan yang mampu mengkreasikan karung goni menjadi beraneka barang kreatif.
Orang-Orang Kreatif
Dan bertemu dengan ketujuh orang kreatif diatas, mengajarkan saya pribadi tentang bagaimana menumbuhkan kreatifitas dalam diri kita, ternyata untuk menjadi orang kreatif seperti mereka ini, kita bisa memulai dari hal-hal kecil yang ada disekitar kita, pada intinya hanya dituntut kepekaan atau kejelian kita melihat dan mengolah hal-hal yang terlihat biasa menjadi luar biasa. dan kuncinya adalah kemauan, karena dimana ada kemauan disitu akan ada jalan. iya nggak? ;)

Dan pada acara #KopdarTemanAsyiiik ini, saya sempat ngobrol lebih banyak dengan Mas Ipul yang mewakili Komunitas Topi Bambu, dan banyak sekali informasi menarik yang saya dapatkan dari hasil ngobrol-ngobrol santai dengan Mas Ipul ini.

Untuk itu, saya ingin membagikan kembali tentang berbagai informasi menarik yang saya dapatkan dari Mas Ipul kemarin, siapa tahu bermanfaat bagi siapapun yang membaca tulisan ini, terlebih bagi teman-teman yang sangat menggemari Industry kreatif dari bambu.


Sekilas Tentang Komunitas Topi Bambu

Konon pada tahun 1800-an sampai awal 1900-an Kabupaten Tangerang dikenal sebagai pusat kerajinan topi bambu, saking tersehornya Topi bambu hasil karya dari Tangerang ini bahkan diekspor ke Amerika dan Eropa. Dan tak tanggung-tanggung topi bambu Tangerang ini juga dikabarkan pernah  menguasai kota pusat mode dunia, seperti Paris, dimana topi bambu tersebut dipakai oleh gadis-gadis bangsawan sebagai bagian dari mode pada saat itu.

Wooow, Luar Biasa!!!

Melihat sejarahnya kerajinan topi bambu yang luar biasa pada masa itu, sayang jika tidak diteruskan di masa sekarang ini, untuk itu pada tahun 2010 lahirlah Komunitas Topi Bambu yang digawangi oleh beberapa anak muda yang merasa terpanggil untuk menghidupkan kembali kreatifitas kerajinan topi bambu yang pernah tersohor itu supaya kembali jaya dalam negerinya sendiri hingga manca Negara.

Kehadiran Komunitas Topi Bambu selain bertujuan untuk mengeliatkan kembali kerajinan bambu pada jaman sekarang ini, namun tak bisa dipungkiri juga kehadiran Komunitas yang satu ini pada dasarnya bertujuan untuk mengangkat taraf hidup para pengrajin bambu itu sendiri, dimana barang-barang yang mempunyai estetika tinggi dari hasil kerja keras para pengrajin bambu selama ini bisa dijual dengan harga yang sepantasnya sehingga dengan begitu taraf ekonomi para pengrajin bisa lebih baik lagi.
Peta Pengrajin Bambu di Tangerang
Kehadiran Komunitas Topi Bambu ini pun menjadi jalan yang semakin mempermudah pengrajin untuk bertemu dengan konsumennya, Dimana hasil produksi dari para pengrajin yang biasanya hanya dijual ke pasar tradisional mulai jual melalui sossial media dan juga diikutsertakan pada pameran kerajinan di tingkat lokal maupun nasional, sehingga dengan cara ini akan mempermudah proses pemasaran dan penjualan produk pada masyarakat luas terutama para pecinta seni dari bambu ini.

Saat ini, topi bambu yang banyak di pasaran dan banyak dikenal adalah topi bambu untuk pramuka, dimana topi pramuka  masih terus di jual dari Tangerang ke seluruh nusantara, Dan kehadiran Komunitas Topi Bambu juga mengangkat nilai jual dari hasil karya para pengrajin, dimana sebelumnya nilai jual topi pramuka hanya dinilai tak seberapa oleh pengepul, namun setelah Komunitas Topi Bambu turun tangan, nilai jual topi pramuka ini pun naik menjadi dua kali lipat.

Dan keberadaan Komunitas Topi Bambu ini pun sebenarnya ingin menyadarkan masyarakat bahwa pada dasarnya topi bambu mempunyai potensi yang luar biasa sebagai lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran, serta dapat meningkatkan taraf hidup bagi siapapun yang sungguh-sungguh terjun dibidang ini.

Komunitas Topi Bambu bermimpi bahwa Kegiatan menganyam Topi Bambu bisa dimasukan sebagai Muatan Lokal di sekolah-sekolah yang tentu berujung pada meningkatnya jumlah pengrajin yang saat ini hanya tersisa 8000 orang saja, itu pun di dominasi oleh kalangan tua. 

Dan mimpi terbesar Komunitas Topi Bambu adalah topi bambu dapat kembali mendunia, menjadi produk kerajinan berkualitas yang bisa diekspor, sehingga selain dapat mendongkrak nilai harga yang bisa mensejahterakan pengrajin, juga bisa menjadi simbol kebanggaan Kabupaten Tangerang pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Bahkan Komunitas Topi Bambu berencana untuk mencetuskan setiap tanggal 26 November diperingati sebagai hari Bambu Nasional, selain untuk mengajak masyarakat melek terhadap produk dari bambu sekaligus langkah ini sebagai salah satu cara mengenang peran bambu runcing pada saat jaman kemerdekaan.
 

Mengenalkan bambu dan olah bambu pada masyarakat luas

Tingginya permintaan pasar akan hasil olahan bambu, membat para pengrajin untuk terus meningkatkan kreatifitasnya, tidak hanya terpaku dengan pengolahan bambu secara konvensional, namun harus terus belajar membuat pola dan model yang berbeda sesuai tuntutan permintaan peminatnya. Untuk itu, komunitas ini pun, memberikan pelatihan bagi para pengrajin supaya bisa membuat pola dan model kreatifitas yang unik bagi para pengrajin supaya bisa menghasilkan barang-barang yang keren.

Selain itu, komunitas ini pun sangat menyadari bahwa para pengrajin bambu saat ini usianya rata-rata diatas 50 tahun, maka Komunitas Topi Bambu ini pun melakukan berbagai cara untuk mengenalkan bambu dan pengolahannya pada masyarakat luas dengan memberikan pelatihan ke sekolah-sekolah, kampus-kampus, lembaga-lembaga kemasyarakatan, instansi swasta, dan lain sebagainya untuk menanamkan kecintaan masyarakat pada bambu menjadi industry kreatif serta mencari bibit pengrajin muda yang akan menjadi tongkat estafet untuk melanjutkan para pengrajin yang ada saat ini.

Siswa MAN Insan Cendekia Serpong berlatih kreasi anyam bambu

Pelatihan Kewirausahaan Kreasi anyaman Bambu pada Ibu-Ibu Rumah Tangga
Workshop handycraft bilah bambu bersama Perempuan Lintas Banten
Tidak hanya itu, pengenalan dan pemasaran produk pun dilakukan oleh komunitas Topi Bambu ini dengan giat mengikuti berbagai event dan pameran industry kreatif yang diadakan diberbagai lokasi, karena mereka meyakini dengan giat mengikuti event dan pameran semacam ini maka masyarakat akan semakin melek bahwa bambu jika berada ditangan orang yang tepat dan diolah dengan benar maka akan menghasilkan berbagai karya yang luar biasa Indahnya.

Beberapa Pameran yang dikuti oleh Topi Bambu

Aneka kreasi barang dari bambu

Meski komunitas ini bernama Topi Bambu, bukan berarti hanya menciptakan karya topi bambu saja, tetapi komunitas ini sudah menciptakan beraneka macam barang melalui tangan kreatif para pengrajinnya dengan menggunakan bambu sebagai bahan bakunya.
Topi Bambu Terbesar Meraih Penghargaan MURI
Komunitas yang pernah menyabet penghargaan Rekor Muri Dunia untuk Topi bambu Terlebar Berdiameter 2 Meter ini mempunyai banyak barang olahan dari bambu, Dan berikut ini saya tampilkan beberapa hasil kreasi bambu yang diciptakan oleh para pengrajin bambu yang bernaung di bawah payung Komunitas Topi Bambu,  antara lain sebagai berikut:

Topi Bambu
Kreasi topi dari bambu yang dihasilkan oleh para pengrajin memiliki beraneka model dan warna, sehingga para pembeli bisa memilih sesuai dengan keiinginannya, bahkan tidak sedikit juga para pembeli memesan topi bambu dengan membawa sendiri desain yang mereka inginkan.
Beberapa Contoh Topi Bambu
Dan kini mengenakan topi bambu bisa dijadikan bagian dari fashion, terbukti beberapa orang ini tampil keren dengan menggunakan topi bambu. dan saya juga pengen memiliki topi bambu ini supaya bisa tampil keren juga :)

Tampil keren dengan topi bambu
Jam Bambu
Selain topi, ternyata sebuah jam berukuran besarpun mampu dicipatakan oleh seorang pengrajin bambu, sebut saja namanya Bapak Zainullah, mengaku mendapat inspirasi dari Thomas Alfa Edison sang penemu lampu makanya Beliau pun pantang menyerah ketika membuat jam gravitasi bumi seperti tampak berikut ini.

Jam Bambu Gravitasi Karya Bpk. Zainullah


Kaligrafi Bambu
Saya kira membuat kaligrafi hanya bisa dilakukan oleh goresan tinta pada kertas, atau cat pada kanfas, ternyata bambu pun bisa dikreasikan menjadi kaligrafi yang luar biasa indahnya seperti yang tampak pada gambar berikut ini.
Kaligrafi dari Bambu
Kaligrafi Allah & Muhamad dari Bambu
Kap Lambu Bambu
Wah ternyata bambu bisa juga didesign menjadi kap lampu yang sangat indah, dan dengan menghadirkan kap lampu seperti berikut di dalam kamar tidur sepertinya membuat suasana temaram yang bikin suasana menjadi romantis dan hangat.

Kap Lampu dari Bambu yang Indah
Kap Lampu Bambu yang Keren
Tempat tisu
Memberi wadah untuk menempatkan tisu itu perlu bangat, supaya tisu tidak tercecer dan gampang rusak, dan menempatkan tisu pada wadah yang terbuat dari bambu seperti ini pun terlihat sangat unik dan lebih menarik.

Beragam tempat tisu dari bambu
Tas Bambu
Ternyata tas juga bisa dibuat dari bambu dan hasilnya luar biasa cantiknya, dan menenteng Tas dari bambu ini akan menyempurnakan penampilan fashion seseorang dan membuatnya tampil beda.

Aneka kreasi tas cantik dari bambu
Kursi Bambu
Tidak hanya untuk menyempurnakan fashion, Bambu pun bisa diolah menjadi bagian dari interior rumah kita, misalnya dengan memilih kursi bambu untuk dijadikan bagian perkakas dirumah kita.
Kursi bambu yang cocok disimpan diteras rumah untuk bersantai
Kursi Bambu yang ini bisa ditempatkan di ruang tamu
Kursi bambu yang ini bisa juga ditempatkan diruang santai
Tampak dari gambar-gambar diatas, bahwa bambu bisa menjadi bagian dari fashion, interior, hingga peralatan rumah tangga, dan itu hanya sebagain kecil contoh dari aneka hasil olahan bambu yang begitu kreatif dari tangan para pengrajin bambu dari Komunitas Topi Bambu. Sebenarnya masih banyak lagi ragam produk olahan dari bahan dasar bambu ini, namun tidak mungkin saya paparkan satu per satu disini, nanti saya dikira buka lapak lagi :D

Jadi jika teman-teman penasaran dan ingin mengetahui lebih mendalam seputar aneka kreasi bambu dari Komunitas Topi Bambu ini bisa langsung mengunjungi website komunitas www.topibambu.com atau website officialnya www.topibambu.co.id untuk mendapatkan informasi yang lebih detailnya.

Dan ternyata hasil kerja keras mereka telah memenuhi banyak permintaan masyarakat, baik yang datang dari masyarakat dalam negeri maupun luar negeri seperti Jepang, Prancis, Belanda, Timur Tengah, Korea, Hongkong, India dan masih ada lagi Negara lainnya  yang ikut mesamesan produk karya Komunitas Topi Bambu ini.
Pengusaha dari Hongkong melihat langsung karya topi bambu
Meningkatnya permintaan dari luar negeri ini membuktikan bahwa produk yang dihasilkan oleh Komunitas Topi Bambu memang sangat istimewa, bahkan peminat dari Perancis dan Jepang sangat menyukai kehalusan helai-helai bambu yang sudah ditipiskan sebagai bahan baku topi bambu, dan saking kagumnya mereka dengan topi buatan komunitas ini, konon sempat terlontar ketidakpercayaan bahwa helaian bambu tersebut benar-benar diperhalus dengan tangan tanpa mesin, padahal sejatinya helaian bambu itu dihaluskan dengan tangan manusia semata. Jadi bisa dibilang bahwa produk para pengrajin bambu ini menghasilkan barang berkualitas tinggi.

Tidak hanya menebang, Tapi juga menanam

Pembibitan dan Penanaman bambu

Negeri kita tercinta ini ternyata mempunyai banyak jenis bambu, konon ada sekitar 156 jenis bambu yang tumbuh di negeri ini, dan ada sekitar 1.500 alat kerajinan yang digunakan oleh masyarakat ternyata terbuat dari bambu, namun ditengah arus modernisasi ini, kita sebagai negeri bambu ini justru semakin jauh dari bambu karena ketidak pedulian kita. Dari total 156 jenis bambu di Indonesia, sebagian diantaranya telah punah atau terancam punah. Sebagai contoh, pohon bambu euleul yang di dalam tiap ruasnya terdapat genangan air dan diyakini mampu mengobati penyakit kini sudah sangat sulit dijumpai.

Komunitas Topi Bambu sangat menyadari bahwa bambu yang menjadi bahan utama dalam menciptakan berbagai barang kreatif yang selama ini mereka produksi itu jika terus-menerus digeruk maka tak mustahil akan habis. Untuk itu, komunitas ini pun tidak tinggal diam, mereka terus bahu-membahu untuk rutin melakukan upaya penanaman dan perawatan pohon bambu dengan melibatkan semua pihak yang terkait seperti Badan Creative Community yang saat ini telah memiliki Akademi Bambu Nusantara (ABN).

Hutan Bambu - Sumber Disini
Hal ini dilakukan selain untuk membuat bahan baku bambu tidak menipis seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan yang kian banyak, namun penanaman pohon bambu baru merupakan langkah untuk turut menjaga lingkungan supaya tetap lestari, karena bambu mampu menyimpan 90 persen air dari lingkungannya, sedangkan tanaman lain hanya menyimpan air maksimal 45 persen, dan setiap batang bambu bisa menghasilkan 1,2 kilogram oksigen yang cukup memenuhi kebutuhan dua orang per 24 jam. Dan tentu saja keberadaan pohon bambu mampu mengatasi terjadinya bencana tanah longsor, banjir dan kekeringan serta kelangkaan air. Untuk itu, penanaman rumpun bambu menjadi agenda rutin bagi Komunitas Topi Bambu dan para pengrajin bambu.

Dan sejak dulu kala, para nenek moyang kita juga sudah selalu mengajarkan makna hidup melalui falsafah bambu yang menggambarkan kelenturan bambu dan alotnya tali yang terbuat dari bambu ini mempunyai makna bahwa dalam menjalani hidup, diperlukan ketekunan, kesetiaan, dan kelenturan supaya hidup ini berjalan harmonis dan sukses dimuka bumi ini.
 

Kontak Komunitas Topi Bambu

Jika teman-teman ada yang tertarik untuk belajar atau mengadakan pelatihan tentang berkreatifitas dengan bambu, atau bahkan ingin pesan kerajinan dari bambu, maka jangan segan-segan untuk mengkontak Komunitas Topi Bambu ini dengan mengunjungi beberapa kontak dibawah ini.
  • Website Komunitas: www.topibambu.com
  • Website Official: www.topibambu.co.id
  • Email: topibambu@gmail.com
  • Facebook: Topi Bambu
  • Twitter: @topibambu
  • Instagram: @topibambu
  • Alamat Galeri: Jl. Raya Serang KM 15 RT 01/01 No. 170 Desa. Cikupa Kec. Cikupa Kab. Tangerang – Banten 15710
  • Telphone: 0813-8513-7473 // 0819-0504-2927

*Referensi tambahan untuk tulisan dan gambar diambil dari www.topibambu.com

Semoga tulisan ini bermanfaat!
&
Salam Kreatif :)

24 komentar:

  1. Maju terus Kobel, Komunitas Blogger Laki pertama di Indonesia

    Miris tapi ya, UKM Topi Bambu tidak memdapat dukungan dari Pemda sebagai hak paten identitas Tangerang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Go Kobel Go Go... :)

      Iya Mas Ahmed, padahal ini Topi Bambu bisa menjadi identias bagi Tangerang dan bisa mendunia kaya dulu pada era 80 dan 90 ya.

      Hapus
  2. Waaaah olahan dari bambu ternyata byk jg ya Bang, saya naksir topi bambunya itu Bang, kereen bgt ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya banyak ragamnya oalahan dari bambu jika kita bisa kreatif seperti pengrajin bambu ini Firdaus :)

      Samaaa aku juga naksir sama topi bambunya itu keren, sama cap lampunya itu bagus juga buat lampu tidur :)

      Hapus
  3. Waah ada Komunitas Khusus Laki-laki ya Bang, baru tahu saya, gileee namanya KOBEL ya Bang, namanya bikin senyum-senyum sendiri Bang :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya sekarang ada Komunitas BLogger Laki alias KOBEL... mantap toh? hehehe

      Hapus
  4. Ayo menyenangkan dunia dengan bambu...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas Ipul semoga secepatnya kita bisa bersama-sama bisa "menyenangkan dunia dengan bambu" Aamiin :)

      Hapus
  5. Ha-ha...ini para lelaki yang gak mau kalah sama komunitas perempuan yang eksis dimana-manaa :D :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Dong Un, Laki-Laki juga pengen punya wadah untuk berkumpul dan berbagi juga... *SupayaTetapEksis... hahahahha

      Hapus
  6. Btw mengenai komunitas bambu, saya sudah pernah melihatnya nih Wan, keren-keren produknya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Un, setuju... keren-keren bangat barang-barang karya Komunitas Topi Bambu ini Un, saya aja mupeng lihatnya hehehehhe

      Hapus
  7. Keren..... bener bener jadi satu wadah gt ya... pelestarian bambu dan produk2nya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Kang Uwan, ini keren bangat... diharapkan dengan adanya wadah Komunitas Topi Bambu ini bisa mempermudah pengrajin untuk menjual dan pembeli untuk mendapatkan produk bambu :)

      Jika Mas Uwan tertarik bisa pesan disini Mas... *bantu promosi... hehehee

      Hapus
  8. bagus - bagus banget hasil kerajinanya, semoga semakin berkembang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin...

      Iya Mba Selvy bagus-bagus bangat, makanya harus kita suport ini supaya para pengrajinnya tetap semangat berkarya :)

      Hapus
  9. Para mas2 plus mbk2 yang super kreatif... Apalagi pas kumpul bareng gt jd suatu komunitas yg super bermanfaat antara satu dngn lain.. Top abis plus kreatiiippp banget :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas farhan, ini komunitas Topi Bambu yang sangat kreatif bangat :)

      Semoga mereka terus semangat untuk berkreasi :)

      Hapus
  10. Kerajinannya bagus - bagus, aku suka topi sama tasnya plus tempat tisu jugaaaa. Keren! Yang kayak gini yang kudu didukung!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba Putri semuanya bagus-bagus ya kerya pengrajin Topi Bambu ini... benar bangat perlu kita dukung ni Mba Putri :)

      Hapus
  11. Maju terus kober...maju terus komunitas topi bambu
    tuk admin Salam kenal aja waee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hidup Kober :)
      Hidup Topi bambu :)

      Isyaallah nanti saya salamin Mas Rizal kalo saya ketemu adminya :)

      Hapus
  12. Ijin share.....keren reportase dan ulasannya. Makasih banyak ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Silahkan dishare Kang Agus semoga bermanfaat buat orang lain :)

      Hapus