Minggu, 01 November 2015

Sahaja Cinta, Bukan sekadar novel cinta biasa



Sahaja Cinta, sebuah novel yang hadir dari tangan dingin seorang Kang Achoey El Haris, dimana novel ini lahir dan tercipta lantaran untuk memenuhi rasa ngidam dari istri tercintanya yang tengah mengandung buah cinta pertama mereka, ngidam yang unik dan terpenuhi dengan cara yang sungguh romantis :)

Menelusuri halaman demi halaman dari novel ini seakan berkaca dengan kehidupan kita sehari-hari yang kerap kita lihat dan dengar di tengah masyarakat, namun cara penyampaiaannya sangat puitis dan lembut, namun tentu saja pesan moral dari novel ini pun digambarkan dengan sangat lugas dan jelas sehingga mudah dipahami tanpa terkesan menggurui.

Novel Sajaha Cinta menceritakan tentang perjalanan hidup seorang anak manusia dengan segala kemelut yang menerpanya, segala riak yang menjadi gelombang dalam mengarungi hidup sang tokoh dalam novel ini, seperti seakan nyata dan menyeret saya larut dalam menekuni alur hidupnya yang tak enteng jika dilakoni, akh hidup sungguh berat, namun tetap harus dijalani.

Namanya Ali Ikhsan Zatnika dan akrab disapa Ali, seorang guru muda yang juga giat menggeluti usaha kuliner, namun perjalanan hidup yang harus ditapakinya tidaklah mulus, sebuah cobaan hadir, cobaan yang begitu berat dalam hidupnya.

Ana Berliana mantan siswinya di SMA yang juga tiada lain wanita yang kini akan dinikahinya mendapat kecelakaan dan meninggal dunia. Dan sinilah masalah bermula, ternyata dari hasil pemeriksaan dokter Ana positif tengah mengandung seorang janin didalam rahimnya, dan bayi tersebut ikut meninggal dunia juga akibat kecelakaan yang terjadi. Dengan demikian Ali dihadapkan pada tuduhan bahwa dia telah menodai Ana sebelum mereka menikah alias MBA (Married by accident), dan  Ali tidak bisa membuktikan jika bayi dalam kandungan Ana bukanlah buah cintanya.

Atas tuduhan tersebut, Ali terpaksa dikeluarkan dari tempatnya mengajar, dan sedihnya lagi, banyak sekolah yang menolak untuk menerima Ali sebagai guru atas tuduhan yang terlanjur merebak itu. Kesedihan dan ujian untuk Ali hadir juga dari keluarganya sendiri, dimana sang Ayah pun menaruh curiga dan tidak mempercayai Ali lagi, Alhasil Ali tidak diizinkan untuk kembali ke rumahnya. Ali menghadapi situasi dan duka yang merundungnya ini dengan sedih dan membuatnya hilang gairah hidup, semangat Ali berada dititik terendah. 

Namun pertemuannya dengan Pak Anwar di suatu waktu menjelang Dzuhur, mengajarkan petuah hidup yang membuatnya merenung panjang atas jalan hidup yang kini dijalaninya, ya setiap manusia akan diuji dan tentu saja Tuhan menguji hamba-Nya sesuai batas dan kemampuan hamba-Nya, namun bangkit dan terus menapaki hidup adalah jalan bagi para pemenang. itulah wejangan manis yang membuat hati Ali kembali bangkit, dan mencoba percaya sehabis hujan akan ada pelangi indah yang akan datang.

Melabuhkan seluruh hidup di Kedai Sahaja miliknya adalah cara Ali mengubur peluh dan luka yang jatuh menimpa hidupnya, melayani pelanggan dari pagi hingga malam adalah jalan yang kini dilakukannya untuk mengubur air mata yang sempat luruh dan meluluh lantakan arah hidupnya.

Setelah sedikit bisa mencoba berdamai dengan permainan nasib hidupnya, dan untuk tetap bisa menyalurkan gairah dan naluri mengajarnya maka Ali kembali melamar kesana kesini untuk mengajar, meski banyak sekolah yang menolaknya, namun akhirnya ada sebuah sekolah dasar yang mau menerimanya untuk mengajar meski gaji yang jauh dari harapan, namun Ali tetap bersyukur dan menjalani pekerjaannya dengan kesungguhan hingga mampu membuat sekolah ini meraih prestasi yang membanggakan.

Dan perasaan yang sempat ada pada Nisa jauh sebelum mengajar di sekolah ini, menjadi kian merekah di jiwa Ali setelah mereka mengajar bersama, dan hati Nisa pun berbunga-bunga pada Ali, namun takdir berkata lain, Nisa terpaksa menolak lamaran Ali, dan menerima lamaran lelaki yang telah menitipkan paksa benih di rahimnya yaitu Rangga.

Dan sebuah buku diary milik Ana akhirnya mengungkap siapa sebenarnya lelaki yang telah menghamilinya sebelum meninggal, dan laki-laki itu adalah laki-laki yang sama yang juga telah menghamili Nisa.

Ali dengan jiwa besarnya tetap memaaafkan semua orang yang telah memperlakukannya dengan sangat tidak adil selama ini, terutama Rangga yang telah merenggut dua wanita yang pernah berbunga dihatinya, sekaligus yang sempat mengacaukan jalan hidupnya.

Dendam tak akan pernah membuat hidup ini damai, dendam hanya akan memercikan bara yang perlahan akan membakar hidup dalam kebencian yang tak bertepi, hingga membuat hidup jauh dari ketenangan dan kebahagian.

Dan Tuhan memang Maha Baik, itulah yang selalu Ali percaya, hingga ia pun tersadar bahwa belahan jiwa untuknya adalah Ratih, perempuan yang selalu percaya bahwa Ali adalah lelaki baik meski banyak orang meragukan itu.

“Setiap diri kita telah memiliki jodoh masing-masing, Jangan terlalu mengharapkan yang terbaik, padahal diri bukanlah yang terbaik, perbaiki saja diri dengan yang baik, dan Allah akan menghadiahkan perhiasan terindah di dunia yang akan memberikan rasa nyaman di dalam hati”   

Jadi novel ini tidak hanya membahas bagaimana menyikapi fakta hidup atas tuduhan buruk yang menimpa hidup Ali maupun bagaimana Ali menemukan jodohnya, tapi novel ini juga menggambarkan strategi menjadi pengajar sekaligus pengusaha kuliner yang baik dan sukses.

Sehingga dari Novel ini saya bisa petik beberapa petuah bijak: Tentang sabar, tentang pantang menyerah, tentang memaafkan, tentang berprasangka baik pada takdir Allah, tentang percaya bahwa Jodoh adalah rahasia Allah dan akan dihadirkan pada waktu yang tepat dengan orang yang tepat pula, karena Allah Maha Berkehendak atas jalan hidup hamba-Nya.

Dan saya termasuk penganut happy ending, jadi sangat suka bangat dengan akhir cerita novel ini, karena Ali akhirnya menemukan jodohnya dan membina rumah tangganya dengan penuh cinta, dan bisnis kulinernya pun semakin bersinar terang, Sungguh ya... indah memang hadir pada waktu_Nya :)
   

21 komentar:

  1. Bagus sepertinya ya Mas bukunya. Semoga menang Mas Awan! :) kapan-kapan boleh dong dipinjamkan. Mihihihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Mas Dani, novelnya bagus nih... ini saja masih dipinjam sm teman belum balik Mas Dani... hehehhe

      Aamiin... Terima Kasih Mas Dani :)

      Hapus
  2. Terima kasih banyak utk partisipasinya Imawan ^_^
    Super sekali..selalu total dalam buat postingan. Buku-nya patut jadi rekomendasi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sami2 Mba Siethi... :)

      heheheh namanya juga pengen hadiah Mba makanya harus total... *bukarahasia hahahhah

      iya bisa jadi rekomendasi nih Mba Siethi novelnya :)

      Hapus
  3. Sepertinya keren nih novel. Bisa jadi bahan bacaan novel setelah lama gak baca novel :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas Taufiq novelnya keren ini, bisa dicoba untuk dibaca :)

      Hapus
  4. Kayaknya menarik.. Selain tentang cinta, novel ini juga bererita tentang strategi hidup sang tokoh. :)

    Sukses untuk GA-nya ya.. Dan salam hangat dari Bondowoso.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya tidak hanya bahas tentang cinta, tp bisnis juga, makanya menarik bangat untuk dibaca novel ini :)

      Aamiin... terima kasih doanya Mas Rosyid :)

      Salam hangat dari jakarta :)

      Hapus
  5. kalau baca buku dengan tema beginian, kadang suka malu sama umur, alias takut di ledekin mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heheheh, jika bukunya bermanfaat tidak usah malu Mas, dibawa asyik aja, dan salah satu buku yang asyik itu ya Sahaja Cinta ini... hehehe

      Hapus
  6. ngidam yang sangat aneh sekali. memang kayanya wanitalah yang membuat peradaban . novel yang indah inipun tersusun gara-gara wanita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas Rozak, untung ngidamnya pada suami yang tepat jadi bisa direalisasikan... hehehe

      Hapus
    2. betul sekali mas. mungkin istrinya juga miki-mikir dulu mas. kira - kira bisa ga gituh. hehehee

      Hapus
    3. Iya Mas, setidaknya lihat bakat suaminya makanya sang Istri bisa ngidam seperti itu... Klo Mas Rozak istrinya ngidam novel gmn Mas? sanggup kah? heheheh

      Hapus
  7. Udah tau lama buku ini, tapi belum pernah baca..
    Ternyata jalur ceritanya kompleks juga yaah,
    Ceritanya bagus, pasti banyak ilmu2nya nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba Rani, ceritanya kompleks tapi mudah diikuti. iya ceritanya bagus daqn banyak pesan moralnya sih dari novel ini.

      Hapus
  8. novel cinta dengan banyak pesan baik dan pelajaran hidup ya mas...I love this genre as well :)..semoga menaaang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mba Indah, banyak pesan manis yang bisa dipetik dari novel ini :)

      Aamiin... Terima kasih Mba Indah :)

      Hapus