Sabtu, 12 Maret 2016

Cara Mengelola dan Produksi Konten kratif di era Digital



Menjadi Blogger yang kaya dengan konten menarik dan informatif tentu saja dambaan setiap Blogger, namun untuk menuju kearah itu tentu saja bukan pekerjaan mudah, butuh kerja cerdas, konsisten dan usaha yang benar sungguh-sungguh. 

Menyadari hal ini, membuat saya ingat akan petuah bijak yang mengatakan, bahwa jika ingin sukses maka bergurulah pada orang yang sukses, maka jika ingin menjadi blogger yang professional maka belajarlah pada blogger yang professional. 

 
Untuk itu, maka pada hari Minggu, 06 Maret 2016 bertempat di Burger King Plaza Festival saya menghadiri kopdar Blogger Fun Blogging yang bekerja sama dengan CNI dengan mengangkat tema “Digital Marketing Sharing”.

Tampk hadir Teh Ani Berta dan Mas Niko Riansyah yang akan membeberkan tentang bagaimana meciptakan dan memaksimalkan Content, membuat Branding, dan membangun Networking serta bagaiaman mengelola digital marketing diera yang serba digital saat ini.

Mas Niko Riansyah

Mas Niko
Sesi pertama dibawakan oleh Mas Niko Riansyah selaku Social Media Community PT. CNI yang akan membahas tentang bagaimana tentang dunia digital marketing, terlebih Mas Niko ini mempunyai pengalaman yang luar biasa sebagai penanggung jawab social media dan digital advertising untuk PT. CNI.

Membuka presentasinya, Mas Niko menuturkan bahwa Google memprediksikan pada tahun 2020 nanti, akan ada lebih dari 7 miliar orang dan pebisnis dan 30 miliar device mobile akan terkoneksi dengan internet. dimana hal ini menandakan bahwa kedepannya kebutuhan akan internet bisa dibilang masuk dalam kebutuhan pokok kehidupan. 

Data Online user di Indonesia
Sejalan dengan hal itu, data statistik pun menjelaskan bahwa saat ini, dari 251 juta total populasi di Indonesia, baru sekitar 15% atau 38 juta orang yang aktif menggunakan internet, tapi ada 62 juta orang aktif menggunakan facebook, dan jumlah mobile device jauh lebih banyak dari jumlah populasi yaitu 281 juta orang, hal itu terjadi karena satu orang bisa memiliki lebih dari satu handphone.

Membaca populasi tersebut, CNI sebagai sebuah perusahaan yang sudah 30 tahun sudah berkembang terus berbenah diri untuk terus merambah pasar, meski dulu CNI sangat dikenal sebagai sebuah perusahaan MLM, namun seiring perkembangan jaman CNI pun tidak menutup mata, peluang yang ada pun dimaksimalkan untuk terus dimaksimalkan seperti keberadaan beragam digital platform saat ini, CNI pun memanfaatkannya untuk memberikan banyak informasi seputar produknya sehingga diharapkan bisa merengkuh lebih banyak lagi para konsumennya.

Digital Media Tools yang digunakan CNI
Tampak dari gambar diatas, bahwa ada beberapa digital media tools yang digunakan oleh CNI, antara lain Facebook, Twitter, Instagram, Youtube, Blog, G+ dan MailChimp. Dimana semua digital platform tersebut tentunya harus terus dimaintenance supaya bisa bekerja secara maksimal dan nantinya akan memberikan manfaat pada CNI sendiri.

Setelah memiliki digital platform, tentu langkah selanjutnya kita harus membuat digital advertising, untuk itu dibutuhkan marketing content dan content plan yang jelas, misalnya merencanakan akan membahas topic apa saja kedepannya, dan untuk menggali ide-ide ini tentu saja kita harus peka dengan banyak melihat dan membaca berbagai hal yang sedang trand saat ini.

Perlu kita ingat, bahwa “Content is the King”, hal ini sangat perlu ditanamkan dalam diri kita dan jangan pernah dilupakan, karena tak bisa dipungkiri konten adalah bagian terpenting dalam dunia digital advertising, bahkan Mas Niko Bilang “ Content is important part of social media to grow”. 

Hal ini sudah dilakukan oleh CNI, dan sejauh ini CNI tidak hanya mengisi media socialnya hanya untuk berjualan produk, namun CNI pun memberikan konten lain yang bermanfaat tapi masih tetap relevant dengan produk yang mereka jajalkan. Misalnya Tips menjaga kesehatan, manfaat vitamin C dan topik-topik lainnya. dimana konten seperti ini biasanya banyak juga disukai oleh pembaca dan mereka biasanya suka mensharenya secara sukarela di media sosial yang mereka miliki.

Mas Niko mengingatkan, sebaiknya dalam membuat content jangan hard selling tapi gunakanlah gaya tutur ala bercerita. 

Karena dengan cara bercerita, biasanya pembaca lebih tertarik untuk menyimak tulisan tersebut dengan baik. Selain mengemas ide dalam konten yang menarik, jangan pernah ngabaikan tampilan visualnya baik berupa gambar atau video yang menarik, sehingga pesan yang ingin disampikan bisa dipahami oleh konsumen.

Digital Advertising (Facebook Ads vs Google Ads)

Siapa yang tidak mengenal facebook dan google? Hampir semua pengguna internet pasti familiar dengan media ini, namun tidak semua orang tahu bahwa Facebook dan Google bisa digunakan sebagai Digital Advertising. 

FB Ads vs Google Ads
Dimana penggunaan Facebook Ads ataupun Google Ads ini memberikan keleluasaan pada kita untuk melakukan settingan sesuai dengan yang kita inginkan. Misalnya kapan waktu iklan kita akan ditayangkan, berapa lama iklan ini akan dipublish, semua itu bisa kita sesuaikan dengan budget keuangan yang kita miliki. 

Dan menurut Mas Niko waktu yang tepat untuk mempromosikan iklan adalah sekitar jam 10.00 sampai 14.00 karena dinilai direntang waktu tersebut banyak orang sedang jenuh denga aktifitasnya dan mengalihkannya untuk menggunakan media sosialnya. Dan perlu diingat, jangan pernah bohongi pembaca dengan tulisan yang tidak relevant, misalnya judulnya apa yang dibahas diartikelnya apa.

Dan jika ditanya mana yang lebih unggul antara Facebook Ads dengan Google Ads, keduanya memiliki karakter dan keunggulan masing-masing sehingga keduanya bisa dijalankan beriringan, dan untuk sosial media bisa menggunakan Facebook Fanpages karena dinilai lebih inovatif sehingga bisa memengaruhi masyarakat untuk memasarkan informasi dan produk.

CNI pun kini sudah memanfaatkan perkembangan teknologi digital, dimana CNI telah memberikan kemudahan bagi para pelanggannya untuk bisa melakukan belanja online di Geraicni.com dengan mudah, sehingga bagi para pelanggan yang sibuk dan tidak sempat belanja langsung ke outlet Gerai CNI, maka mereka cukup dengan langsung bisa belanja dengan mudah cukup hanya dengan mengklik GeraiCNI.com maka barang yang diinginkanpun akan mudah didapat.
 
Teh Ani Berta

Teh Ani Berta
Selanjutnya Teh Ani membahas topic tentang bagaimana mengelola dan memproduksi konten untuk menunjang digital marketing, branding dan networking. Meskipun Teh Ani berlatar belakang lulusan STIKMI (Akuntansi) Bandung namun berkat hobinya menulis dan mengeblog ini telah mengantarkannya pada banyak kesempatan dan peluang yang luar biasa.

Untuk mencapai posisi seperti sekarang ini, tentu bukan perjuangan yang mudah, banyak belajar, berlatih untuk memperkaya konten, membangun networking dan menjaga attitude dengan sungguh-sungguh hingga akhirnya mengantarkan Teh Ani pada semua pencapaian ini.

Meski tak bisa dipungkiri, banyak sekarang orang yang ingin menjadi blogger supaya hanya bisa diundang ke event ini atau acara itu, meski hal itu tidak sepenuhnya salah, namun sebaiknya terlebih dahulu harus membenahi diri dengan belajar melahirkan konten yang menarik sebagai dasar untuk menjadi blogger yang professional.

Untuk itu, Teh Ani mewanti-wanti supaya kita bisa menjadi Blogger yang Profesional tentu saja harus memperhatikan konten, namun banyak dari kita termasuk saya yang kerap bingung bagaimana mencari ide untuk konten, untuk itu Teh Ani memberikan tipsnya untuk berburu sumber konten dengan cara:

  • Berbagi Infomasi: konten ini bisa berupa berbagi tempat wisata, temat bersejarah, informasi tentang cara membuat NPWP atau passport, bahkan bisa berbagi inspirasi dan solusi.
  • Berbagi Edukasi: konten ini bisa berupa keahlian yang kita miliki, pengalaman kerja, latar belakang pendidikan, ataupun hasil wawancara naramber (workshop atau Personal Interview)
  • Berbagi Opini: konten ini bisa berupa berita yang ada di televise, media cetak dan online, acara talkshow off air atau on air, ataupun hasil obrolan dengan teman dan keluarga.

Ada hal menarik yang Teh Ani tegaskan, bahwa ketika menghadiri acara, sempatkan untuk melakukan wawancara dengan para narasumber seperti yang dilakukan oleh wartawan, hal ini bertujuan supaya konten yang kita tulis lebih berkualitas dan mendapat angle tulisan dari sisi yang berbeda dari kebanyakan blogger lain.

Meskipun untuk melakukan wawancara dengan narasumber ini tidak melulu dilakukan di acara talkshow atau tempat mewah, kadang bisa saja kita turun hingga ke pinggir jalan dan sawah untuk mewawancara narasumber, untuk itu kita harus semangat dan pantang menyerah untuk menaklukan segala rintangan yang kita hadapi karena semua yang kita lakukan ini demi mendapatkan informasi yang tepat dan benar sesuai fakta untuk mengasilkan konten yang berbobot.

Selain dengan wawancara langsung, kita juga bisa mendukung konten kita dengan data statistic dan informasi dari buku dan berita yang terpercaya supaya konten kita semakin menarik dan berbobot dan tampil beda dari yang lainnya.

Dan Teh Ani pun membagikan tips tentang bagaimana strategi pembagian konten yang dapat kita lakukan supaya kualitas dan intensitas tulisan kita menarik:
  • Buat jadwal rutin dan berkala untuk menulis, hal ini perlu dilakukan untuk memacu diri kita supaya terus konsisten menulis dengan jadwal posting yang teratur.
  • Breakdown tema, jadi jika datang pada satu acara, kita bisa membreak acara tersebut menjadi beberapa tema yang bisa kita tuliskan, misalnya bisa dibagi menjadi: Reportase acara, Interview Narasumber, Behind the screen atau pengetahuan atau pengalaman khusus.
  • Manfaatkan waktu luang untuk membuat draft, hal ini bisa dibilang sebagai cara untuk membuat bank content yang akan membantu kita tetap konsisten dalam menulis.
  • Bawa selalu catatan dan bolpen serta alat perekam, supaya semua informasi yang kita perlukan bisa tercatat dan terekam dengan baik
  • Tanggap dan tangkap berbagai momen berharga dimanapun
  • Berpikir kritis, kreatif dan mampu membuat opini yag inovatif
  • Bertanggung jawab terhadap tulisan yang telah kita buat
Selain konten yang menarik, tentu saja tulisan tersebut harus sebarkan supaya bisa dibaca oleh orang lain, misalnya dengan mensharenya di berbagai media yang kita miliki, blogwalking, optimalkan kategori / labels, jadikan konten blog sebagai konten kultweet di twiter, dan bangun networking dengan 

Setelah semua itu sudah dilakukan, maka jangan lantas berpuas diri, kita harus bisa cipatakan peluang dengan terus belajar supaya bisa menjadi Brand Endorsement, Brand Ambassador, Content Writer, Contributor Media, Create Media dan Speaker yang membuat kita menjadi Blogger yang benar-benar professional.
 
Dan menutup presentasinya Teh Ani membagikan quote kerennya: “The strength of the work automatically create opportunities” bahwa sejatinya bila kita sudah melakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh, maka bukan hal yang mustahil peluang pun akan tercipta dengan sendirinya. 

Mendapatkan materi dan informasi seperti ini benar-benar membuat saya merasa dicambuk untuk terus semangat belajar. Terima kasih Teh Ani dan Mas Niko sudah berbagi informasi dan ilmu yang sangat bermanfaat, semoga ilmunya bisa saya terapkan dengan sebaik mungkin. Aamiin :)

(Foto Bersama - Doc. Ayah Dian)

Sampai jumpa di next event teman-teman semua :)

10 komentar:

  1. Balasan
    1. Alhamdulillah acaranya sukses kemarin, terima kasih Mas Didik :)

      Hapus
  2. Terima kasih sudah hadir di acara ini ya, Awan :)
    Semoga bermanfaat dan terima kasih artikel kece-nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Teh, terima kasih sudah berbagi -pengalaman, informasi dan semangatnya kemarin sangat luar biasa :)

      Aamiin... Terima Kasih Teh :)

      Hapus
  3. sip. informatif bgt artikelnya. jd ketularan semangat nih. hatur nuhun

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mba Yayu... Tetap Semangat Mba Yayu... :)

      Hapus
  4. setuju sama teh Ani, artikelnya kecee.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima Kasih Banyak, semoga artikelnya bermanfaat :)

      Hapus
  5. Wah penting banget ini buat saya :-) terimakasih sharingnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mas Fakhruddin semoga artikel ini bermanfaat ya. Aamiin :)

      Hapus