Saat Khutbah Jumat, Masih Sibuk Bermain HP? Renungkan Kembali




Setiap kali menghadiri shalat Jumat, ada satu pemandangan yang membuat saya merasa prihatin. Di saat khatib sudah berdiri di mimbar dan mulai menyampaikan khutbah, ternyata masih ada saja jamaah yang sibuk dengan telepon genggamnya. Ada yang membuka WhatsApp, scroll media sosial, dan lain sebagainya.

Mungkin bagi sebagian orang, membuka HP hanya sebentar dianggap bukan masalah besar. Namun, setelah saya mempelajari ajaran Islam tentang adab ketika khutbah Jumat, saya menyadari bahwa kebiasaan seperti ini bukan perkara sepele. Justru hal tersebut dapat mengurangi kesempurnaan ibadah Jumat yang sedang kita jalankan.

Allah SWT telah mengingatkan dalam firman-Nya:

"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka segeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui." (QS. Al-Jumu'ah: 9)

Saat membaca ayat ini, saya memahami bahwa ketika azan Jumat telah berkumandang, fokus kita seharusnya hanya tertuju kepada Allah SWT. Kesibukan dunia, apa pun bentuknya, semestinya ditinggalkan agar hati benar-benar hadir dalam ibadah. Jika urusan perdagangan saja diperintahkan untuk ditinggalkan, tentu aktivitas memainkan HP yang tidak mendesak juga layak untuk kita hindari.

Saya juga teringat sebuah hadis Rasulullah SAW yang begitu tegas mengenai adab ketika khutbah berlangsung:

"Apabila engkau berkata kepada temanmu, 'Diamlah,' pada hari Jumat ketika imam sedang berkhutbah, maka sungguh engkau telah melakukan perbuatan sia-sia." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Hadis ini membuat saya berpikir. Mengingatkan orang lain dengan ucapan "diam" saja sudah dianggap sebagai perbuatan sia-sia ketika khutbah sedang berlangsung. Lalu bagaimana jika kita justru sibuk membuka pesan, membalas chat, atau asyik scroll media sosial? Bukankah itu jauh lebih mengalihkan perhatian dari mendengarkan nasihat yang sedang disampaikan?

Dalam hadis lainnya Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa menyentuh kerikil (bermain-main) ketika imam sedang berkhutbah, maka sungguh ia telah berbuat sia-sia." (HR. Muslim)

Pada masa Rasulullah SAW, ada orang yang memainkan kerikil saat khutbah. Ulama menjelaskan bahwa larangan tersebut berlaku untuk setiap aktivitas yang membuat seseorang lalai dari mendengarkan khutbah. Jika memainkan kerikil saja tidak diperbolehkan, maka menurut saya memainkan telepon genggam yang jauh lebih menyita perhatian tentu lebih pantas untuk ditinggalkan.

Bagi saya, khutbah Jumat bukan sekadar menunggu waktu salat dimulai. Khutbah adalah kesempatan untuk mendapatkan ilmu, nasihat, dan pengingat agar iman terus bertambah. Hanya sekali dalam sepekan saya memiliki kesempatan mendengarkan khutbah Jumat, sehingga rasanya sangat sayang jika waktu tersebut justru habis karena sibuk melihat layar ponsel.

Karena itu, saya berusaha membiasakan diri melakukan beberapa hal sederhana sebelum khutbah dimulai. Saya mengubah HP ke mode senyap, menyimpannya di saku agar tidak tergoda untuk membukanya, lalu berusaha memusatkan perhatian kepada setiap pesan yang disampaikan khatib. Dengan cara itu, saya merasa bisa mengikuti khutbah dengan lebih khusyuk.

Saya juga mengingatkan diri sendiri bahwa kualitas ibadah bukan hanya diukur dari hadirnya kita di masjid, tetapi juga dari kesungguhan kita dalam menghormati setiap rangkaian ibadah yang Allah syariatkan. Semoga saya dan kita semua dapat menjadi hamba yang memuliakan hari Jumat, menjaga adab ketika khutbah berlangsung, serta memperoleh keberkahan dan pahala yang sempurna dari ibadah yang kita kerjakan. Aamiin....

No comments:

Post a Comment