Dinda...
Kutak sanggup melihatmu terpasung jeruji duka,
Bangunlah sekali lagi,
Lawan semua peluh yang melumpuhkan ingatanmu.



Sejak mengenal blog pertama kali pada tahun 2009, jujur saya tahunya blog yang gratisan saja dan memang tak terbesit sedikitpun niatan saya untuk merubah blog gratisan saya menjadi blog berbayar atau top domain level, namun keyakinan itu runtuh ketika sampai akhirnya saya mengikuti sebuah kelas Blogger Fun Blogging yang membuka wawasan saya dengan banyak ilmu yang dibagikan oleh para Cikgu (Mba Haya, Teh Ani & Mba Shinta).

Ngeblog Asyik dibawah naungan Qwords.com
Dari kelas Fun Blogging ini saya belajar banyak hal, antara lain tentang betapa pentingnya mengolah blog supaya menjadi lebih baik dari teknik penulisan yang sesuai tata bahasa yang benar, sisi konten yang kreatif hingga tampilan blog yang menyenangkan. Dimana semua faktor itu perlu diperhatikan supaya hobi ngeblog kita tidak sekedar hobi semata, namun diharapkan dari hobi ngeblog kita pun bisa mendapatkan sesuatu yang bernilai lebih.


Meski hujan mengguyur sangat lebat pada hari sabtu (05-Des-2015) itu, namun tak menghalangi langkah kami semua untuk hadir dan berkumpul diacara Bunda Icha yang bertajuk Puisi Itu Candu yang bertempat di Perpustakaan umum Kotamadya Jakarta – Selatan yang terletak di Jl. Gandaria Tengah V no. 3 Kebayoran Baru. 
 
Bunda Icha mengundang dan mengumpukan para keluarga dan sahabatnya dalam rangka launching buku terbarunya sekaligus menggelar acara makan-makan bersama. Meski acaranya agak molor lantaran hujan yag tak kunjung henti hingga ba'da Dzuhur, namun suka cita tak surut menyerta disepanjang acara ini. benar-benar menyenangkan. 

Sebuah buku berjudul Sketsa sebuah senyuman akhirnya lahir. Buku yang merupakan buku kumpulan puisi karya Bunda Elisa Koraag (Bunda Icha) ini memuat sekitar 50 judul puisi yang sekaligus sebagai penanda jejak langkah Bunda Icha selama ini hingga kini usianya genap setengah abad.

Aku sudah berlari sejauh ini,
Tapi tak seindah yang kumau,
Hanya meraba-raba dalam bimbang,
Apa yang kucari?
Pada akhir November 2015 yang lalu, saya menghadiri acara pameran infrastruktur dan perumahan untuk rakyat dalam rangka hari bakti PUPR ke 70 tahun yang diadakan pada Parkir Selatan, Istora Senayan Jakarta.

Acara pameran ini sebenarnya dilaksanakan selama dua hari berturut-turut yaitu pada tanggal 28 dan 29 November 2015. Dimana acara ini merupakan upaya pemerintah untuk mensukseskan Program sejuta rumah untuk rakyat Indonesia.   


Beberapa waktu yang lalu, bertempat di FX mall Sudirman - Jakarta. Teh Javana yang merupakan produksi Wings Food ini mengadakan siaran pers terkait akan diselenggrakannya Kampanye Mana Indonesiamu melalui event Teh Javana Candi ke Candi 10K.

Pada acara ini Teh  Javana yang merupakan racikan teh cita rasa asli Indonesia secara konsisten mengadakan kampanye “Mana Indonesiamu” dengan mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus bangga akan segala potensi dan budaya Indonesia yang begitu kaya hingga tersohor ke manca Negara.


Gala Premiere Film Brush with Danger

Senangnya, iya siapa pun pasti akan sangat senang bangat, diberi kesempatan istimewa untuk bisa menonton sebuah film sebelum beredar di bioskop dan disaksikan oleh masyarakat luas. dan kemarin saya mendapatkan kesempatan tersebut untuk menghadiri acara gala premiere dari film Brush with Danger yang mengadakan nonton bareng di XXI Epicentrum, Kuningan – Jakarta Selatan.

Film Brush with Danger ini merupakan film karya anak Indonesia yang sudah merambah Hollywood, bahkan tidak tanggung-tanggung film karya mereka ini pada tahun 2014 silam sudah tayang di bioskop-bioskop kota besar Negeri Paman Sam, seperti New York, Dallas, Seatle, dan masih banyak lagi.