Awalnya saya mengira itu hanya rasa tidak nyaman biasa. Sedikit ngilu di bagian belakang gigi, mungkin karena terlalu banyak minum es atau kurang minum air putih. Namun keesokan paginya, saat bercermin, saya terdiam. Gusi saya tampak membengkak dan kemerahan. Ketika lidah menyentuhnya, terasa nyeri. Sejak saat itu, hari-hari terasa berbeda.
Ada satu fase di mana saya benar-benar merasa penat dengan rutinitas pekerjaan yang seolah tidak ada jedanya. Hari-hari terasa monoton, penuh deadline, dan kadang membuat saya lupa bagaimana rasanya menikmati waktu santai. Di momen seperti itu, yang saya butuhkan sebenarnya sederhana: kumpul bareng teman-teman.
Me time versi saya bukan selalu sendiri, tapi justru berbagi tawa dengan orang-orang terdekat. Dari situlah muncul ide spontan untuk mencari kafe pasta dan pizza Jakarta yang nyaman, enak, dan tentunya tidak bikin kantong bolong.
Me time versi saya bukan selalu sendiri, tapi justru berbagi tawa dengan orang-orang terdekat. Dari situlah muncul ide spontan untuk mencari kafe pasta dan pizza Jakarta yang nyaman, enak, dan tentunya tidak bikin kantong bolong.
Subscribe to:
Posts (Atom)








