Kenali Gejala Pikun & Cara Pencegahannya


Kita kerap berpikir bahwa pikun itu adalah hal yang biasa, apalagi jika terjadi pada orang yang sudah tua. Dan saya pribadi pun selama ini mengira pikun ini merupakan hal yang lumrah saja terjadi. Namun ternyata, saya baru tahu, bahwa pikun ini merupakan salah satu penyakit loh, jadi jangan dianggap sepele. 

Ya, ternyata pikun sebenarnya bukanlah hal normal dalam proses penuaan, maka bila ada yang bilang “Duuh, kok saya sudah mulai pikun, faktor umur kali ya?” maka hal semacam ini perlu kita waspadai, bahwa pikun bisa beresiko menjadi penyakit dimensia bila terus dibiarkan terjadi. 

Jadi beberapa waktu yang lalu, saya mengetahui informasi ini setelah mendengarkan penjelasan dari dr. S.B. Rianawati, SpS (K) yang merupakan Pokdi Neurobehaviour Cabang Malang. Beliau menjelaskan tentang masalah pikun dalam acara peringatan Alzheimer Awareness Month yang jatuh pada bulan September lalu. 

Lantas apa sih sebenarnya pikun itu? 

Pikun (atau istilah medisnya Dimensia) adalah ketika seseorang butuh waktu lebih lama untuk mengingat atau lupa dengan apa yang mereka lakukan sebelumnya, dimana itu menandakan adanya penurunan fungsi otak seperti menurunnya daya ingat dan kecepatan berpikir serta berperilaku pada seseorang. 

Dan ternyata, pikun ini bersifat kronis progresif, artinya seiring bertambahnya umur maka semakin bertambah juga kerusakan otak kita, sehingga deteksi dini sangat penting dilakukan agar dapat lebih cepat ditangani sehingga kerusakan otak karena penyakit ini dapat diperlambat. 

Untuk itu berikut ini saya akan paparkan apa saja yang menjadi gejala pikun, penyebab pikun dan bagaimana cara mengatasi pikun tersebut. Hal ini perlu kita pahami, agar kita bisa segera melakukan upaya pencegahan yang tepat bila memang belum atau pun sudah terkena penyakit pikun ini. 


Gejala Pikun 

Nah, pikun ini hadir dalam hidup kita kadang perlahan dan disertai dengan beberapa gejala, dan berikut ini adalah gejala-gejala bila pikun mulai hadir dalam kehidupan kita, yaitu sebagai berikut: 
  1. Gangguan daya ingat atau sering lupa 
  2. Distorientasi, bingung akan waktu (hari, tanggal) tidak tahu jalan pulang 
  3. Menarik diri dari pergaulan 
  4. Perubahan perilaku dan keperibadian 
  5. Sulit melakukan pekerjaan yang familiar, seperti sulit menyelesaikan pekerjaan sehari-hari, cara mengemudi, mengatur keuangan 
  6. Kesulitan memahami visuospiotal – sulit mengukur jarak, tidak dapat membedakan warna 
  7. Sulit fokus 
  8. Gangguan komunikasi – kesulitan berbicara 
  9. Salah membuat keputusan 
  10. Menaruh barang bukan pada tempatnya 
Apakah dari gejala-gejala di atas sudah teman-teman rasakan? Jika iya, maka jangan diam saja ya, lakukan upaya untuk pencegahan supaya tidak semakin fatal. Ya, lebih baik cepat diatasi supaya tidak semakin parah nantinya. 

Penyebab Pikun 

Dan pikun ini bukan hanya bisa terjadi pada orang yang sudah berusia lanjut atau karena faktor keturunan saja, namun bisa terjadi pada usia berapa saja, karena pikun ini ternyata bisa hadir karena ditimbulkan oleh penyakit lain, seperti: 
  • Diabetes militus yang tidak terkendali 
  • Hipertensi 
  • Stroke 
  • Penyakit jantung koroner 
  • Kadar lemak tidak normal 
  • Obesitas (kegemukan) 
  • Disfungsi thyroid, depresi 
  • Kekurangan vitamin B12 
  • Merokok 
  • Kurang berolahraga 
  • Pengaruh obat-obatan (narkoba) 
Maka dengan mengenali penyebab pikun ini, maka kita sudah seharusnya mulai mewaspadainya, supaya kita tidak mengalami penyakit pikun ini, minimal supaya kita bisa mengurangi pikun ini agar tidak menjadi penyakit yang menggangu keseharian kita. 

Cara Mencegah Pikun 

Nah, supaya kita tidak cepat dipapari penyakit pikun ini, maka kita bisa melakukan berbagai upaya agar penyakit pikun ini tidak mudah menjangkiti kita. Dimana upaya itu bisa dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat dan bersih yang dilakukan setiap harinya. 

Untuk itu, berikut beberapa upaya yang bisa kita lakukan untuk mencegah agar kita tidak mudah diserang oleh penyakit pikun ini, yaitu sebagai berikut: 
  1. Menjaga kesehatan jantung dengan banyak bergerak aktif dan mengkonsumsi makanan yang sehat. 
  2. Selalu rutin melakukan olahraga atau bergerak aktif setiap harinya, jangan mager alias malas gerak. 
  3. Tidak lupa untuk banyak mengkonsumsi sayur dan buah segar setiap harinya 
  4. Melakukan stimulasi otak, fisik, mental dan spiritual 
  5. Banyak bersoasialisasi dengan orang lain, tidak menyendiri, serta selalu beraktivitas dan berpikiran positif 
Maka dengan melakukan upaya ini dalam hidup kita, diyakini tidak hanya membantu mencegah pikun, namun juga bisa membantu kita terhindar dari berbagai penyakit lainnya juga. Makanya, jangan lupa selalu menerapkan pola hidup sehat dan bersih setiap saatnya. 

Namun, bila kita sudah mulai merasa dirasuki gejala pikun. Nah, untuk upaya meringankan penyakit pikun ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, tergantung dari kondisi penderitanya, bisa dengan obat-obatan, bisa juga dengan terapi stimulasi kognitif dan juga pemberian perawatan paliatif. 
  • Mengkonsumsi obat-obatan dinilai dapat meringankan gejala pikun dan meningkatkan kembali fungsi otak. 
  • Terapi Stimulasi Kognitif ini merupakan upaya untuk memperbaiki kognitif yang dilakukan dengan berolahraga, melakukan permainan fisik, bermain kata atau angka, membaca buku cerita, menggambar, mewarnai, membuat karya seni, memasak, berkreasi dan lain sebagainya. 
  • Perawatan Paliatif ini merupakan upaya yang diberikan bila keadaan sudah parah, misal kanker stadium akhir dengan demensia. Maka dari itu, diperlukan konseling dan dukungan dari keluarga dan teman-teman sehingga bisa meringakan rasa sakiyt dan membantu pemulihan kondisi psiskis penderita di sisa umurnya. 
Nah, diharapkan dengan mengetahi cara mencegah atau pun mengobati pikun ini, maka kita bisa memperlambat diri kita atau pun keluarga kita dari penyakit pikun ini, sehingga kita bisa menjalankan hidup ini dengan aman dan nyaman nantinya. 

So guys, jaga kesehatan selalu ya! Have a nice day. :)

No comments:

Post a Comment