Pentingnya Etika & Etiket Untuk Meraih Sukses


Dalam hidup ini, kita semua pasti ingin meraih kesuksesan, terutama dalam menjalankan pekerjaan atau bisnis yang kita tekuni. Namun sayangnya tidak semua orang mengerti, bahwa sukses itu bukan datang begitu saja, melainkan kita harus punya ilmu dan juga keterampilan yang mumpuni.

Untuk meraih sebuah kesuksesan, terlebih dalam dunia kerja dan bisnis, termasuk dunia blogger, ternyata kita tak cukup hanya memiliki kepintaran secara akademik atau keterampilan teknis (Technical skills) saja, namun kita juga harus memiliki keterampilan sosial (Social skills).

Bahkan Harvard Study pernah melakukan sebuah survey dan menyebutkan bahwa sebanyak 85% menilai social skills lebih penting dari pada technical skills (15%) dalam menentukan kesuksesan seseorang ketika menjalankan sebuah bisnis. Itu artinya, keterampilan sosial memiliki peran yang sangat penting untuk mendorong kita menuju gerbang kesuksesan.

Dengan kita memiliki social skills yang kuat maka hal ini akan memudahkan kita dalam membangun dan memelihara hubungan yang baik dengan orang lain secara profesional. Bahkan semakin bagus social skills yang kita miliki tentunya akan sangat membantu dalam membangun networking dengan orang lain atau memudahkan kita dalam mencapai tujuan karir yang kita impikan.

Pada dasarnya kita manusia adalah makhluk sosial yang sering berinteraksi dengan orang lain, sehingga sangat penting untuk menguasai cara berkomunikasi yang baik. Makanya, dengan kita memiliki social skills yang bagus ternyata tidak hanya bisa meningkatkan kemampuan kita dalam berkomunikasi saja, tapi memungkinkan kita untuk semakin paham tentang bagaimana cara menghadapi orang lain, seperti customer, client, atasan, rekan kerja, dan lain sebagainya.


Kenapa Etika & Etiket itu penting?

Memiliki kemampuan social skills yang baik adalah sebuah kewajiban yang harus dimiliki oleh siapa saja, termasuk kita para blogger. Dan untuk mengembangkan social skills ini maka kita perlu untuk belajar tentang etika dan etiket dalam bisnis, karena kedua hal ini memiliki pengaruh yang sangat besar ketika kita berhadapan dengan orang lain, termasuk dalam meningkatkan kepuasaan klien ataupun pelanggan.

Mengingat pentingnya etika dan etiket untuk meningkatkan keterampilan sosial ini, maka kemarin hari Kamis (16 Mei 2024), saya pun mengikuti sebuah workshop online bertajuk "Personality Development for Blogger" yang diadakan oleh Komunitas Indonesian Social Blogpreneur (ISB) dengan menghadirkan narasumber hebat yaitu Bapak Rudi Hilman (Direktur Program Development) dari Lembaga Pengembangan Kepribadian Duta Bangsa.

Workshop online: Personality Development for Blogger 

Dari acara ini saya pribadi mendapatkan banyak pencerahan tentang bagaimana membangun kepribadian dan keterampilan sosial yang baik dengan menerapkan etika dan etiket yang benar dalam menjalani kehidupan sehari-hari, terutama agar kita makin sukses dalam menjalankan usaha atau bisnis yang kita miliki.  

Dan mungkin banyak dari kita yang mengira bahwa etika dan etiket bisnis itu adalah sama saja, ternyata keduanya merupakan dua hal yang berbeda, namun mempunyai tujuan yang sama dalam membentuk keterampilan sosial yang bagus bagi diri kita.

Etika sendiri menyangkut aspek moral dan merupakan cara hidup yang benar dilihat dari sudut budaya, susila, agama, yang bersifat absolut. Jadi, dilihat atau tidak, etika tetap berjalan, seperti hidup tetap jujur, tidak boleh menggunakan fasilitas kantor untuk keperluan pribadi, memberikan apresiasi yang tulus, tidak menyalahgunakan kedudukan, dapat mengontrol diri, bertoleransi, dan lain sebagainya.

Sedangkan Etiket menyangkut tentang tata cara pergaulan yang baik antar sesama manusia dan bersifat relatif. Dan etiket ini dapat berubah sesuai dengan waktu, lokasi atau situasinya. Contohnya, tersenyum, menyapa, membuat kontak mata, tidak memotong pembicaraan orang, dan lain sebagainya.

Meskipun secara arti keduanya memiliki perbedaan, namun fungsi Etika dan Etiket ini memiliki peran yang penting dalam sebuah bisnis atau hubungan dengan orang lain, yaitu sebagai berikut:
  1. Memelihara suasana yang menyenangkan
  2. Menimbulkan rasa saling menghargai
  3. Meningkatkan efisiensi kerja
  4. Meningkatkan citra pribadi dan lembaga tempat kita bekerja
Dari sini kita bisa melihat bahwa fungsi etika dan etiket ini begitu penting, maka ada banyak hal yang harus kita pahami untuk memiliki etika dan etiket yang bagus dalam berhubungan dengan orang lain. Hal ini bisa kita mulai dari bagaimana kita berkenalan dengan orang lain agar memberi kesan yang baik.


Protokol Memperkenal Diri dan Orang Lain

Dalam keseharian kita, tentu tak lepas dari urusan bertemu dengan banyak orang, terlebih bila kita memiliki banyak klien atau konsumen, maka menerapkan etiket bisnis yang baik adalah sebuah kewajiban yang sudah selayaknya kita lakukan agar meninggalkan kesan yang baik bagi mereka.

Dan untuk membangun hal tersebut, maka pertama-tama kita harus memahami dan menerapkan protokol memperkenalkan diri dan orang lain yang baik dan benar supaya bisa memberikan kesan yang mendalam saat pertama bertemu dengan orang lain.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam protokol memperkenal diri dan orang lain

Nah, berikut ini ada beberapa protokol memperkenalkan diri dan orang lain yang perlu kita pahami agar memberikan kenyamanan untuk kita dan orang lain saat baru pertama bertemu, yaitu sebagai berikut:

1. Tata cara berjabat tangan
Saat pertama bertemu dengan orang lain, kita kerap kali berjabat tangan sebagai awal perkenalan. Dan saat kita berjabat tangan ini kita tak boleh sembarangan, ternyata ada tata caranya supaya memberikan kesan baik bagi orang lain, yaitu kita harus tersenyum sambil berikan kontak mata, lalu jabat tangan dengan sedikit menekan tapi jangan terlalu keras, dan jangan lupa condongkan tubuh sedikit ke depan.

2. Cara melakukan kontak mata
Ada yang bilang dari mata turun ke hati. Maka dari itu, kontak mata saat kita bertemu dengan orang lain juga punya peran penting untuk membangun komunikasi yang baik antara kita dan orang tersebut.

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan, seperti cara kita menatap orang lain yang terbagi dalam tiga konsep, yaitu Business Gaze (area tatapan dari dahi hingga mata), Social Gaze (area tatapan dari mata hingga ke mulut), dan Intimate Gaze (area tatapan dari alis hingga ke leher).

Selain itu, ternyata jarak bicara kita juga punya 4 skala, seperti untuk public lebih dari 3,7 meter, untuk social jaraknya antara 1,2 – 3,7 meter, sedangkan untuk personal jaraknya antara 0,46 – 1,2 meter, serta untuk intimate jaraknya hanya 0 – 0,46 meter saja.

3. Etiket berkenalan
Tidak dipungkiri, selama ini mungkin kita sudah banyak berkenalan dengan orang lain. Namun tak jarang perkenalan tersebut tidak memberikan kesan apapun. Untuk itu, saat berkenalan dengan orang lain sangat penting bagi kita untuk melakukan hal-hal berikut ini:
  • Ucapkan nama kita dengan jelas, bahkan sebutkan nama kita berulang-ulang jika berkenalan dengan banyak orang dalam satu ruangan.
  • Lakukan kontak mata dengan lawan bicara
  • Jabat tangan dengan erat tanpa harus menggenggam yang kuat
Dan ada beberapa hal yang juga perlu kita hindari saat berkenalan ini, seperti jangan melakukan perkenalan di tempat umum yang membuat orang lain jadi merasa takut. Selain itu jangan memberikan pertanyaan yang terlalu pribadi dan jangan juga menatap matanya terlalu sering atau terlalu lama, serta jika kita dalam posisi duduk, maka sebaiknya berdiri sebentar pada saat berkenalan dan bersalaman, setelah itu baru kita duduk kembali.

4. Etiket memperkenalkan orang lain
Saat kita memperkenal seseorang pada orang lain ternyata tidak boleh sembarangan, ada etiketnya tersendiri yang perlu kita pahami, yaitu dilihat dari usia, status dan juga gender. Nah contoh memperkenal orang lain adalah sebagai berikut:
  • Laki-laki diperkenalkan kepada wanita, maka sebut duluan pihak wanita baru laki-lakinya. Contoh: Bu A, perkenalkan ini Pak B (Kecuali laki-laki tersebut adalah orang yang lebih tinggi kedudukannya, maka sebut duluan laki-lakinya baru wanitanya)
  • Dan jika laki-laki yang lebih muda diperkenalkan pada yang lebih tua, maka sebut pihak yang lebih tua dulu baru yang lebih muda. Contoh: Pak Senior, perkenalkan ini Pak Junior)
5. Bertukar kartu nama
Ketika kita bertemu orang lain saat berkenalan, kita kerap kali saling bertukar kartu nama. Maka saat kita berikan kartu nama yang kita miliki ke orang lain, sebaiknya kita memberikannya dengan dua tangan dan kartu namanya menghadap ke arah penerima.

Dan seusai kita menerima kartu nama dari orang lain, apalagi kita masih saling mengobrol, maka jangan terburu-buru untuk memasukan kartu nama tersebut ke dalam saku atau dompet, namun bacalah kartu nama tersebut terlebih dahulu sebagai bentuk penghargaan.

Setelah rangkaian perkenalan kita lakukan dengan baik, maka pada saat kita melakukan pembicaraan bisnis atau sejenisnya tak ada salahnya kita untuk melakukan pembicaraan yang ringan atau small talks. Namun perlu juga diingat, bahwa dalam small talks ini ada juga tata caranya agar bisa memberikan kenyamanan bagi kita dan lawan bicara.

Small talks memberikan berbagai manfaat, namun perhatikan cara small talks yang benar

Small talks ini memiliki berbagai manfaat, seperti bisa mengenal orang baru untuk menambah networking, untuk membangun dan memelihara hubungan, menciptakan kenyamanan berinteraksi, bisa menunjukan kita ini pribadi yang terbuka dan perhatian, dan tentunya sebagai sopan santun dan keramahtamahan.

Dalam melakukan small talk ini maka ada beberapa hal yang bisa kita lakukan, seperti mulai dengan membahas berbagai hal tapi hindari topik yang sensitif, kita bisa bahas tentang cuaca, kondisi lalu lintas, hobi, pertunjukan kesenian, dan lain-lain yang lebih umum, dan hindari membahas topik yang sensitif seperti kesehatan, agama, pornografi, dan lain sebagainya.

Dan kita juga harus bisa menyesuaikan diri dengan lawan bicara kita, harus bisa menggunakan kalimat dan bahasa yang mudah dimengerti oleh lawan bicara kita, misalnya saat berbicara dengan orang awam maka sebisa mungkin kita tidak menggunakan bahasa yang dicampur-campur dengan bahasa Inggris, begitu juga saat berbicara dengan yang seumuran atau yang lebih tua tentu saja cara dan sikap kita harus dibedakan.

Selain itu kita juga bisa menyelipkan humor agar lebih santai, dan saat orang bicara kita sebaiknya menjadi pendengar yang baik, pandangan dan pendengaran kita fokus pada lawan bicara, tidak melihat hal-hal lain, tidak mendominasi pembicaraan, tidak agresif bahkan mengintimidasi, tapi usahakan selalu memperhatikan apa yang dikatakan oleh orang tersebut dengan sebaik mungkin.

Nah, dengan kita menerapkan etika dan etiket bisnis yang benar seperti paparan di atas, tentu ini memberikan manfaat yang luar biasa bagi diri kita sendiri. Semakin kita mengedepan etika dan etiket dalam menjalankan sebuah usaha atau bisnis maka ini akan membuka banyak peluang baru sehingga kita semakin kesuksesan nantinya.

Jadi, mari kita terus tingkatkan keterampilan sosial (social skills) kita dengan selalu menerapkan etika dan etiket kapa pun dan di mana pun kita berada. 

Dan untuk kita yang ingin belajar lebih dalam lagi terkait personality development ini maka bisa menghubungi Duta Bangsa di instagramnya @duta_bangsa atau bisa kunjungi websitenya di https://dutabangsa.co.id/ ya.


No comments:

Post a Comment