![]() |
| Photo by Ornaw (Pixabay) |
Beberapa waktu lalu, saya menemukan sebuah tempat makan kecil yang makanannya sebenarnya luar biasa. Sambalnya pas. Ayamnya gurih. Nasinya pulen. Harganya juga masih masuk akal.
Pertama kali mencoba, saya langsung berpikir, “Wah, ini bisa jadi langganan.”
Tapi ternyata saya salah. Bukan karena makanannya berubah. Bukan karena harganya naik. Bukan pula karena ada tempat lain yang rasanya lebih enak. Masalahnya ada pada orang yang melayani.
![]() |
| Photo by Couleur (Pixabay) |
Jangan anggap sepele label harga. Hal sederhana seperti mencantumkan harga pada barang dagangan ternyata bisa menjadi salah satu cara efektif untuk menarik perhatian calon pembeli. Sayangnya, masih banyak toko, warung, maupun usaha kecil yang justru mengabaikan hal ini.
Bagi sebagian penjual, memasang label harga mungkin dianggap tidak terlalu penting. Mereka merasa pembeli yang tertarik dengan produknya akan tetap bertanya kepada penjualnya atau penjaga toko mengenai harga. Padahal, tidak semua calon pelanggan memiliki keberanian untuk bertanya, apalagi jika mereka hanya sedang melihat-lihat.
![]() |
| Gambar by Myshoun (Pixabay) |
Beberapa waktu lalu, saya sempat merasakan kondisi yang membuat aktivitas sehari-hari terasa kurang nyaman. Awalnya saya mengira hanya flu biasa karena hidung terasa tersumbat, terutama di salah satu sisi. Namun, setelah beberapa hari, muncul rasa penuh di area pipi dan sekitar mata, terutama saat bangun tidur. Kepala juga terasa sedikit berat, dan napas melalui hidung menjadi kurang lega.
Meski gejalanya tidak terlalu parah, saya mulai mencari tahu penyebabnya. Dari berbagai informasi yang saya baca, gejala yang saya alami cukup mirip dengan sinusitis ringan. Saat itu saya memutuskan untuk tidak panik dan mulai melakukan beberapa perubahan sederhana dalam kebiasaan sehari-hari.
Subscribe to:
Posts (Atom)








