"Mereka yang merasa tidak punya waktu untuk berolahraga, cepat atau lambat harus meluangkan waktu untuk merawat penyakitnya."
~ Edward Stanley ~

Sehat adalah anugerah terindah yang Tuhan berikan. Makanya selain menjaga pola makan kita juga harus rutin berolahraga. Sebab jika bukan kita sendiri yang peduli pada diri sendiri, lantas siapa lagi yang kita harapkan? Berharap orang lain? Orang lain mungkin bisa mensupport kita, tapi tetap harus ada kemauan dalam diri kita sendiri, sebab sehat itu bukan untuk siapa-siapa tapi untuk kita sendiri.


 
Stunting itu apa? Serius saya benar-benar tidak tau loh. Saya baru dengar kata itu, dan saya merasa benar-benar kudet bangat. Tapi emang teman-teman ada yang pernah dengar kata ‘Stunting’ sebelumnya?

Tapi memang sih, istilah stunting ini memang belum tenar, saya tanya beberapa orang teman juga banyak yang tidak tahu bahkan juga baru dengar istilah ini. dan itu artinya stunting ini memang mungkin masih terdengar asing di telinga sebagian masyarakat Indonesia.


Ada tiga amalan yang tidak akan terputus walaupun kita sudah meninggal dunia. Hal ini tertuang dalam hadist Rasulullah SAW yang berbunyi “Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amal perbuatannya, kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang selalu mendoakannya.” [HR. muslim, Imam Abu Dawud, dan Nasa’iy]. 

Dan menurut jumhur ulama bahwa sedekah jariyah yang dimaksud di sini adalah wakaf. Jadi wakaf merupakan salah satu amalan ibadah yang istimewa, karena pahala wakaf akan terus mengalir walaupun kita telah meninggal dunia. Hal ini berbeda dengan amalan-amalan lainnya seperti shalat, zakat, puasa, haji , dan ibadah lainnya yang pahalanya akan terputus ketika kita meninggal dunia.



Aku pernah merasakan sakitnya dikhianati,
diacuhkan oleh cinta yang kupuja,
dilupakan oleh orang yang tak bisa kulupakan.
Dibuang oleh kekasih yang begitu kusayang.


Aku pernah merasakan hancurnya hatiku berkeping-keping,
merasakan hidup tak lagi memberiku tempat,
dunia gelap segelap-gelapnya,
aku hilang arah,
aku remuk,
dadaku sesak,
dan aku menyerah,
tepatnya aku enggan untuk menghirup udara lagi.


Sekarang hampir semua orang tak bisa jauh dari smartphonenya, bahkan bangun tidur yang pertama kali dicari adalah smartphonenya, dan kemana-mana pun smartphone tidak bisa ketinggalan, bahkan ada yang berprinsip mendingan ketinggalan pacar daripada ketinggal smartphone. *Upsss, segitunya ya. hahahaha

Tapi emang sih, keberadaan smartphone memang begitu membantu kita, dan kemajuan teknologi seperti ini membuat hidup kita terasa semakin mudah, mau apa saja semakin praktis, semua bisa dengan mudah kita lakukan tanpa harus pergi jauh-jauh, jika malas pergi belanja bisa minta tolong belanjain, jika malas nyuci tinggal panggil orang untuk cuciin, jika malas bersih-bersih rumah bisa menita tolong orang juga untuk melakukannya, dan masih banyak lagi sederetan aktifitas yang sekarang semakin mudah dan membuat kita terbantu dengan hadirnya teknologi dalam smartphone kita, termasuk dalam hal memberikan kenyamanan berasuransi yang bisa digapai dengan mudah hanya dalam genggaman saja.


Doc. Geralt (Pixabay.com)

“Kesehatan selalu tampak berharga setelah kita kehilangannya.”
~ Jonathan Swift ~

Banyak orang, termasuk saya pribadi, kerap tidak menyadari betapa pentingnya arti dari kesehatan. Dan kita baru sadar akan hal ini ketika kita sudah kehilangannya. Ya, ketika kita mulai merasakan sakit, kita baru sadar betapa nikmatnya kesehatan.

Untuk itu, sudah selayaknya kita selalu menjaga kesehatan sebelum datangnya sakit, karena jika sudah sakit, maka semuanya menjadi terasa tidak nikmat lagi, makan tidak enak, tidur tidak nyenyak, hidup terasa membosankan, dan materi pun akan semakin berkurang untuk berobat.


Kita semua tahu, bahwa salah satu penyebab meningkatnya angka pengangguran itu karena minimnya ilmu pengetahuan dan rendahnya keterampilan. Hal ini bukan hanya akan menimbulkan masalah di sektor ekonomi saja, tetapi juga akan berdamapak pada masalah sosial dan pembangunan ekonomi nasional.

Dilihat dari sisi ekonomi, tingginya angka penggauran akan menyebabkan turunnya daya beli masyarakat, sehingga hal ini mengakibatkan para pengusaha dan investor tidak bergairah melakukan perluasan dan pendirian industri baru sehingga aktivitas perekonomian menjadi turun.