Inginku berlari menjauh,
Tapi wajahmu menghalangi,
Langkahku pun berhenti,
Untuk padamu.

Sepenggel ririk lagu ini kerap saya dengar di tiktok dalam beberapa waktu belakangan ini, entah sudah berapa puluh kali saya mendengarkannya, namun semakin saya mendengarkannya, saya semakin merasa kecanduan untuk menikmati lagu tersebut, bukan karena hanya untaian liriknya yang indah, namun suara sang penyanyi dengan iringan musiknya benar-benar menyatu sehingga membuat lagu ini begitu memikat hati saya.


Pandemi memberi dampak yang serius pada berbagai sektor kehidupan kita, bakan hanya menyebabkan banyak pegawai perusahaan yang terkena PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) saja, namun juga berdampak pada para pelaku usaha yang terpaksa gulung tikar karena usahanya mengalami kerugian selama hadirnya pandemi yang begitu panjang ini.

Ya, tidak sedikit perusahaan-perusahaan besar pun mengalami kerugian dan terpaksa tutup karena kondisi ini, dan hal tersebut juga yang dirasakan oleh para pelaku usaha berskala UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) yang juga terpaksa mengakhiri usahanya karena merugi.


Sejak pandemi hadir, jujur saya jauh lebih memperhatikan kesehatan saya, terlebih setelah beberapa bulan yang lalu saya pernah terpapar virus Corona sehingga harus dirawat di Wisma Atlet untuk waktu yang lumayan lama, yaitu sekitar sebelas hari.

Tak cukup sampai di situ, sepulang dari Wisma Atlet pun, saya harus kembali melanjutkan isolasi mandiri dengan tetap hanya di rumah saja selama dua minggu (14 hari) untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19 tersebut di lingkungan sekitar saya tinggal.


Kemajuan pembangunan infrastruktur sebuah negara merupakan salah satu faktor penting untuk menunjang pertumbuhan perekonomian sebuah bangsa. Maka dari itu, upaya pembangunan infrastruktur yang merata di seluruh daerah harus terus dilakukan.

Dan pemerintah Indonesia pun menyadari hal ini, maka pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian melakukan pembuatan mekanisme percepatan penyediaan infrastruktur dan penerbitan regulasi sebagai payung hukum yang jelas untuk mengatur kelancaran pembangunan infrastuktur di negara ini.

Sejak pandemi hadir belakangan ini, aktivitas kita banyak yang terpaksa dilakukan di rumah, baik untuk segala pekerjaan, sekolah atau juga kuliah, serta berbagai aktivitas lain, termasuk untuk menikmati berbagai hiburan yang kita inginkan.

Ya, semua hal tersebut terpaksa kita lakukan demi mengurangi aktivitas di luar rumah, sebagai upaya untuk membatasi ruang gerak, agar tidak mudah terpapar dari virus corona yang telah menyebabkan banyak orang yang mengalami sakit hingga meninggal dunia.


Terkadang untuk meraih sebuah kesuksesan dalam hidup ini, kita memerlukan dukungan dan juga bantuan dari orang lain. Dan sungguh sebuah kebahagiaan sekaligus keberuntungan apabila kita bisa mendapatkan dukungan penuh dalam mewujudkan impian yang kita idam-idamkan.

Sebab, tidak semua orang bisa mendapatkan dukungan tersebut ketika mereka ingin meraih impiannya, bahkan tidak sedikit dari kita ada juga yang justru harus mengalami hinaan hingga diremehkan ketika mengawali langkah dalam menggapai cita-citanya.

Pandemi yang berkepanjangan membuat kita semua lebih banyak di rumah saja, dan tidak sedikit dari kita yang merindukan kebebasan bermain di luar rumah, begitu juga dengan keponakan saya yang kerap kali pengen banget pergi ke tempat bermain sebab dia sudah terlalu bosan dengan permainan yang ada di rumah.

Ya, bermain bagi anak-anak adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Selain itu, bermain juga bisa memberikan banyak manfaat, yaitu bisa membantu perkembangan fisiknya dan juga bisa memberi stimulus pada otak serta bisa membantu kemampuan beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya.