Setelah beberapa hari mengitari berbagai sudut Surabaya, kini saatnya saya kembali ke Jakarta. Jika saat berangkat ke Surabaya saya menggunakan transportasi kereta api, maka untuk pulang ke Jakarta saya memutuskan untuk menggunakan pesawat udara.

Oleh karena itu, maka saya pun menuju ke Bandara Juanda Surabaya yang berada di Jalan Ir. H. Juanda, Betro, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, lebih awal dari jam keberangkatan, selain untuk menghindari kemacetan di jalan, tentu saja supaya saya bisa melakukan test antigen terlebih dahulu di bandara Juanda.

Jujur banyak sekali pengalaman menarik yang saya dapatkan waktu ke Surabaya dalam rangkaian Program Transmate Journey tahun 2021 ini. Untuk itu, pada postingan kali ini, saya masih mau melanjutkan cerita saya tentang perjalanan saya ke Kota Surabaya beberapa waktu yang lalu. Cerita sebelumnya bisa baca di sini.

Ya, kita tahu, Surabaya merupakan salah satu kota besar di Indonesia, yang bukan hanya menyimpan banyak cerita bersejarah tentang perjuangan Indonesia dalam merebut kemerdekaan, namun Surabaya juga punya segudang tempat wisata menarik dan ragam kuliner yang layak untuk dikunjungi.


Nama Surabaya sudah begitu karib di telinga saya sejak masih kecil, namun untuk bertandang ke kota ber-ikon Suro dan Boyo selama ini hanya sebatas impian, terlebih setelah pandemi yang berlangsung cukup lama belakangan ini, keinginan menyambangi Surabaya hanya berani saya pendam dalam diam.

Namun pada tanggal 12 Oktober 2021 yang lalu, akhirnya saya bisa juga menginjakan kaki di kota yang dijuluki Kota Pahlawan tersebut, melihat lebih dekat seperti apa keindahan kota metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Kota Jakarta tersebut.

Sehat adalah sebuah anugerah yang wajib kita jaga, terlebih dalam kondisi pandemi saat ini. Selain selalu menerapkan pola hidup yang sehat dan bersih, maka kita pun sudah seharusnya menjaga kesehatan kita dengan rajin melakukan olahraga secara teratur.

Dan olahraga merupakan salah satu cara paling praktis dan sederhana untuk menjaga kesehatan tubuh, namun tak sedikit dari kita, termasuk saya yang masih kerap kali lalai untuk melakukannya, padahal dengan berolahraga dan aktif bergerak secara rutin, tubuh kita menjadi lebih bugar dan kesehatan kita pun semakin terjaga.


Saya pernah mendengar petuah seorang guru, bahwa membeli rumah sejatinya bukan hanya bisa dijadikan sebagai tempat tinggal saja, namun membeli rumah merupakan sebuah cara investasi terbaik juga, karena hal itu bisa menguntungkan, sebab harganya akan terus naik di masa yang akan datang.

Makanya beliau pernah berujar, jika memang sudah punya rezeki sebaiknya dahulukan untuk membeli rumah sendiri dibandingkan membeli kendaraan. Membeli rumah lebih cepat itu lebih baik, karena harga rumah bisa melonjak tajam dari tahun ke tahun.


Tinggal di sebuah kampung biasanya terasa lebih damai dan tentram, bukan hanya karena warganya yang kental dengan keramahan, namun suasana alam yang indah dengan udaranya yang sejuk, bisa juga menjadi daya tarik tersendiri untuk semakin betah tinggal di kampung.

Namun apa jadinya jika kampung yang damai tersebut berubah menjadi penuh teror yang menakutkan? Banyak warga yang tiba-tiba hilang secara misterius, tidak tahu kemana rimbanya pergi, benar-benar hilang tanpa kabar dan jejak yang jelas.


Di era sekarang, banyak profesi baru yang bermunculan seiring dengan perkembangan teknologi, salah satunya profesi content creator. Dan saat ini, profesi content creator ini sangat digendrungi oleh banyak kaum muda, karena profesi ini dinilai mampu memberikan kebebasan dalam berkarya dan berekspresi sesuai dengan keinginan anak zaman now.

Dan bisa dibilang, profesi ini jugalah yang sedang saya tekuni saat ini, saya berkecimpung dalam bidang content creator ini karena didasari oleh hobi saya yang senang menulis. Namun seiring berjalannya waktu, kegiatan yang saya dulu anggap sebagai hobi untuk mengisi waktu luang, kini sudah menjadi profesi utama saya saat ini.