Raih Keberkahan Hidup Dunia Akhirat Dengan Berzakat



Tak terasa puasa sebentar lagi akan berakhir, sungguh waktu berjalan begitu cepat rasanya. Dan setiap menjelang ramadhan berakhir begini, saya jadi teringat salah satu kewajiban kita sebagai umat islam, yaitu membayar Zakat Fitrah.

Berbicara tentang zakat fitrah, ingatan saya seketika melompat mundur ke masa kecil saya, masa dimana saya dikenalkan oleh orang tua saya tentang zakat fitrah ini. Dan sudah menjadi kebiasaan rutin setiap tahunnya, memasuki sepuluh hari terakhir puasa. saya kerap menemani mama untuk menghitung dan mengukur berasnya hingga melabili nama kami sekeluarga pada masing-masing plastik yang telah diisikan beras, kemudian bersama-sama mengantarkan beras tersebut ke rumah panitia zakat fitrah.

Rutinitas tahunan ini sangat membekas diingatan saya, dan dari kebiasaan masa kecil itulah saya perlahan mengerti bahwa membayar zakat fitrah itu adalah kewajiban bagi seluruh umat muslim yang mampu, dan zakat fitrah ini dikeluarkan hanya sekali dalam setahun, yaitu hanya pada bulan ramadhan saja.

Hingga kini, keluarga saya di kampung masih membayar zakat fitrah dengan beras, dimana besarnya zakat fitrah yang dikeluarkan sekitar 3,5 liter per orang. Namun, di daerah lain atau belahan negara lainnya, ternyata selain membayar zakat fitrah dengan beras, ada juga yang membayar zakat fitrah dengan gandum, jagung, sagu, kurma dan sebagainya sesuai dengan makanan pokok masyarakat tersebut.

Makanya, ketika kita memiliki kemampuan untuk membayar zakat fitrah, seharusnya tidak ada alasan ataupun keraguan lagi dalam diri kita untuk segera menunaikannya, terlebih baginda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah hadits telah menegaskan bahwa membayar zakat adalah bagian dari rukun Islam.

“Islam dibangun di atas lima hal: kesaksian sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad utusan Allah, melaksanakan shalat, membayar zakat, haji, dan puasa Ramadhan.” (HR Bukhari Muslim)

Jadi, jangan pernah kita mengaku-ngaku islam, jika kita tidak menunaikan kewajiban kita membayar zakat padahal kita mampu menunaikannya. Dan sejatinya membayar zakat tidak akan membuat kita jatuh miskin, namun justru akan memberikan keberkahan bagi kehidupan kita.

Makanya, saya mengingatkan diri saya dan juga teman-teman semuanya, mumpung masih ada waktu sebelum ramadhan usai, ayo kita segerakan untuk membayar zakat fitrah, jangan sampai kita menundanya apalagi melupakannya, sebab berzakat adalah sebagian dari rukun Islam yang wajib kita tunaikan.

SELAIN BAYAR ZAKAT FITRAH, AYO BAYAR JUGA ZAKAT MAAL

Oh iya, selain menunaikan zakat fitrah, kita juga jangan pernah lalai untuk menunaikan zakat maal (zakat harta). Dimana yang dimaksud dengan zakat maal adalah zakat yang dikenakan atas harta yang dimiliki seseorang dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan sesuai dengan hukum islam.

Sebab kewajiban kita untuk membayar zakat maal ditetapkan oleh beberapa ayat al-Qur’an, di antaranya melalui firman Allah dalam QS. At-Taubah: 103 sebagai berikut:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat tersebut engkau membersihkan dan mensucikan mereka” (QS. At-Taubah: 103)

Maka dengan mengeluarkan zakat maal ini, sama artinya dengan kita mensucikan diri dan harta kita, karena pada dasarnya, dalam harta yang kita miliki, ada hak orang lain yang wajib kita keluarkan sehingga harta kita menjadi barokah untuk diri kita sendiri, dan juga bermanfaat bagi orang-orang kurang mampu yang menerimanya.
Jika memiliki harta maka jangan lupa untuk membayar zakat maal
Dan harta yang dikeluarkan sebagai zakat maal ini harus memenuhi syarat berikut ini, yaitu harta tersebut merupakan milik penuh individu yang mengeluarkan zakat, lalu harta tersebut memiliki potensi untuk berkembang bila diusakan, kemudian harta tersebut telah mencapai nisab atau ukuran/jumlah tertentu sesuai dengan ketetapan, dan individu yang berzakat ini telah mampu memenuhi kebutuhan pokok hidupnya dan bebas dari hutang, serta kepemilikan atas harta tersebut telah mencapai lebih haul (waktu) sesuai dengan macam zakatnya.

Untuk macam-macam zakat maal sendiri terbagi atas beberapa objek, yaitu: Hewan ternak (Sapi, kerbau, kambing, domba, dll), Hasil Pertanian (padi, saur, umbi-umbian, buah-buahan, dedaunan, dll), Emas dan perak dalam bentuk apapun, Hasil perniagaan (semua yang diperuntukan untuk diperjualbelikan dalam berbagai jenisnya), Hasil tambang, barang temuan, hingga zakat profesi.

Jadi sudah sangat jelas bahwa bila kita memiliki macam-macam harta di atas dan telah memenuhi syaratnya, maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak membayar zakat maal tersebut. Dan Allah SWT dalam Al-Quran sudah memperingatkan kepada orang-orang yang enggan mengeluarkan zakat untuk hartanya dengan ancaman berupa siksaan yang teramat pedih di akhirat kelak. Hal ini tertuang dalam Quran Surat At Taubah 34-35 yang artinya sebagai berikut.

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih, pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: ‘Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.’” (Q.S. At Taubah: 34-35)

Jadi, sungguh tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengeluarkan zakat maal bila memang kita memiliki kemampuan untuk itu, sebab semua kekayaan dan harta benda yang kita miliki di dunia akan dimintakan pertanggung jawabannya di akhirat kelak, dan jangan sampai harta benda yang kita miliki tersebut menjadi siksaan kita di akhirat kelak. Nauzu billahi min zalik!

MANFAAT MEMBAYAR ZAKAT

Seperti yang sudah saya uraikan di atas, bahwa mengeluarkan zakat merupakan bagian dari rukun islam dan juga telah diatur oleh Allah SWT dalam Al-Quran. Untuk itu, seharusnya tidak ada alasan bagi kita untuk melas mengeluarkan zakat.
Dan untuk lebih memantapkan hati kita dalam mengeluarkan zakat ini, baik zakat fitrah maupun zakat maal, maka saya akan menjelaskan manfaat ketika kita mengeluarkan zakat yaitu sebagai berikut:
  1. Berzakat membersihkan harta yang kita miliki, yaitu dengan mengeluarkan zakat, maka Allah akan membersihkan diri kita serta harta benda yang kita miliki dari dosa-dosa sehingga kita akan merasakan ketentraman dan keberkahan hidup.
  2. Berzakat memberikan keberkahan atas kekayaan yang kita miliki, yaitu dengan membayar zakat, maka Allah tidak akan ragu untuk memberikan keberkahan bagi kita, salah satu caranya adalah dengan melipatgandakan apa yang kita miliki sekarang.
  3. Berzakat memperlancar rezeki kita yang selanjutnya, yaitu dengan berzakat maka harta kita akan terus berkembang dan bertambah. Bahkan dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda: sebuah harta tidak akan berkurang dengan hanya disedekahkan (zakat).
  4. Berzakat menjadi salah satu solusi dari banyak masalah, yaitu dengan membayar zakat maka masalah-masalah umat bisa terbantu, sehingga kehidupan orang-orang fakir, miskin dan orang-orang yang menderita lainnya, akan terpenuhi dengan baik.
  5. Berzakat mengamalkan salah satu rukun Islam yaitu dengan berzakat maka menjadi salah satu pembeda antara kita sebagai umat muslim dengan kaum kafir yang mengatasnamakan Islam.
Maka dengan melihat manfaat dari mengeluarkan zakat tersebut, maka seharusnya membuat kita semakin semangat untuk mengeluarkan zakat, dan tidak ada lagi alasan bagi kita untuk takut berzakat, karena sesungguhnya dengan berzakat bisa mendatangkan begitu manfaat yang luar biasa bagi kita.

SALURKAN ZAKAT KITA BERSAMA DOMPET DHUAFA

Nah, buat teman-teman yang ingin menunaikan zakat, maka bisa menyalurkannya melalui Dompet Dhuafa yang merupakan Lembaga Amil Zakat milik masyarakat dan sudah berdiri sejak tahun 1993 silam yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan dengan mendayagunakan dana Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) serta dana sosial lainnya baik dari individu, kelompok maupun perusahaan.

Selain sudah terpercaya, salah satu alasan kenapa saya tertarik menyalurkan zakat bersama Dompet Dhuafa karena memberikan kemudahan dengan menyediakan kanal online khusus yang bisa kita akses dimana saja dan kapan saja dengan mudah yaitu  www.donasi.dompetdhuafa.org/zakat sehingga membuat proses membayar zakat sekarang semakin mudah dan praktis.
Kini hitung zakat maal semakin mudah dengan kalkulator zakat dari Dompet Dhuafa
Selain itu, yang menarik juga adalah tersedia kalkulator Dompet Dhuafa yang akan memberikan kemudahan bagi kita untuk mengetahui jumlah harta yang kita miliki dan berapa sebenarnya jumlah zakat maal (harta) yang wajib kita keluarkan, apakah kita masuk dalam ketentuan wajib zakat atau tidak.  

Dan Dompet Dhuafa juga akan menyalurkan zakat kita kepada orang yang memang berhak menerimanya dengan jangakuan yang luas ke seleuruh negeri, dan Dompet Dhuafa akan menyalurkan dana zakat untuk mengentaskan kemiskinan melalui program pemberdayaan ekonomi, yaitu bukan saja “memberi ikan”, namun “memberi kail” dan melatih para mustahik (penerima zakat) agar mampu bertahan bahkan berpindah dari mustahik (penerima zakat) menjadi muzzaki (pemberi zakat).

“Janganlah takut untuk berzakat, sebab berzakat akan memberikan keberkahan hidup di dunia dan kebahagian di akhirat.”

 *****

Informasi lebih lanjut terkait Dompet Dhuafa dan zakat bisa diakses melalui:

No comments:

Post a Comment