Masih tergambar jelas di ingatan saya, keseruan saat saya mengikuti acara Influencer MeetUp yang bertajuk Indonesia Untuk Dunia yang bertempat di Kementerian Luar Negeri pada beberapa waktu yang lalu (29/11). 

Terutama saat bisa berjumpa langsung dengan Ibu Retno Marsudi yang merupakan Menteri Luar Negeri yang begitu ramah saat bertemu kami di Genung Pancasila. Beliau pun sempat mengobrol, foto bareng dan juga joget kekinian bersama kami dengan begitu serunya.


Sehat itu penting, sebab sakit itu sungguh sangat tidak menyenangkan, bukan hanya membuat segala urusan menjadi kecau, namun juga membutuhkan biaya yang terkadang tak murah. Untuk itu, menjaga pola hidup yang sehat menjadi suatu keharusan agar kita tetap bisa meraih hidup sehat.

Dan salah satu penyakit tidak menular yang juga banyak diderita oleh masyarakat di Indonesia saat ini adalah diabetes. Dimana diabetes ini bukan hanya diidap oleh para orang tua saja, namun anak-anak bahkan usia remaja juga bisa dihinggapi oleh penyakit yang satu ini.

Dimana berdasarkan data International Diabetes Federation Atlas edisi ke-9 pada tahun 2019 bahwa diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang banyak terjadi di seluruh dunia, dan Indonesia menduduki peringkat ke-7 penyandang diabetes terbanyak di dunia.

Sejatinya tidak ada satu pun manusia di muka bumi ini yang ingin lahir dan hidup dengan kondisi tidak normal secara lahir dan batin seperti manusia lain kebanyakan. Namun pada kenyataanya, takdir setiap orang memang berbeda, ada yang sejak lahir sudah digariskan tak sempurna, dan ada juga yang dalam perjalanan hidupnya mengalami musibah sehingga menjadi tidak sempurna.

Ya, inilah yang disebut disabilitas, yaitu suatu kondisi yang membuat seseorang menjadi miliki keterbatasan dalam dirinya, entah itu kekurangan fisik, kognitif, mental, sensorik, emosional, perkembangan atau beberapa kombinasi dari kondisi ini semua.

 

“Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa”, kalimat ini sangat pantas disematkan untuk guru yang luar biasa, sebab semua dilakukannya dengan tulus, tanpa pamrih dan tanpa mengharap balas budi atas semua yang sudah dilakukannya demi mencerdaskan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa ini.

Makanya jasa guru tak akan pernah mampu dibalas dengan apapun, segala ilmu dan kebaikan yang telah diberikannya begitu berarti, sehingga mengubah kita dari yang tidak bisa menjadi bisa, dari yang tidak mengerti menjadi mengerti, dari yang bodoh menjadi pintar. 


Tidak bisa kita pungkiri, pohon memiliki peran yang begitu penting dalam kehidupan kita. Bukan hanya untuk menghijaukan alam, namun keberadaan pohon sejatinya menawarkan begitu banyak manfaat yang sungguh luar biasa bagi kehidupan kita.

Ya, pohon bukan hanya sekedar penyejuk dari teriknya matahari dan mengurangi dampak pemanasan global saja, tetapi pohon juga menjadi sumber oksigen, bisa menyebarkan udara segar secara merata dalam satu kawasan, dan juga menjadi tempat hidup bagi habitat lain.

Kenapa dulu di saat aku begitu sangat menyayangimu,
Kau justru mendekap hati yang lain,
Menawarkannya kebahagian yang seharusnya aku terima,
Dan mencampakan aku terlunta dalam luka.


Menikmati film di bioskop merupakan sala satu pilihan “me time” yang kerap saya lakukan bila ada sedikit waktu luang di sela padatnya aktivitas keseharian saya. Ya, bagi saya menikmati film memberikan kebahagiaan tersendiri, karena melalui film saya bisa sejenak meleburkan segala lelah dan penat untuk sejenak santai menikmati hidup ini.   

Namun salah satu alasan yang bikin saya malas saat pergi menonton film di bioskop adalah malas antri saat pemesanan tiket, apalagi jika film yang ingin ditonton itu film yang memang digemari banyak orang, antriannya biasanya panjang banget dan itu bikin saya malas nonton jadinya.