Rasa cemburu itu kembali hadir
di benak saya ketika saya melihat susunan novel-novel bersampul cantik terpampang
manis di atas meja sore itu. Namun bukannya pergi, saya justru menghampiri meja
yang dipenuhi oleh novel-novel karya Mba Dini Fitria, saya tertegun beberapa
saat di sana, lalu meraih salah satu novelnya yang berjudul Islah Cinta, saya mengamati novel
bersampul merah itu dalam diam, rasa iri itu berdegup kencang dalam hati saya,
bukan iri dalam artian benci, tapi rasa iri yang mengarah pada kagum, dan rasa
semacam ini kerap datang tiap kali saya melihat orang-orang yang sukses
menerbitkan bukunya.
“Kapan giliran saya bisa seperti
itu?” Gumam saya dengan lirih.
I have a dream, a song to sing
To help me cope with anything
If you see the wonder of a fairy tale
You can take the future even if you fail
I believe in angels
Something good in everything I see
I believe in angels
When I know the time is right for me
I'll cross the stream, I have a dream
Lirik lagu di atas merupakan
penggalan dari judul lagu I have a dream yang menjadi salah
satu lagu dalam pertunjukan musikal Mama Mia. Dimana pertunjukan tersebut membawakan
lagu-lagu favorit dari musisi legendaris ABBA di antaranya: Dancing Queen, Mamma
Mia, Chiquitita, dan sederet lagu lain yang tak kalah kerennya.
Kita semua tahu, negara kita terkenal dengan negara agraris, dan sebagian besar masyarakat kita pun bekerja di bidang agraris, tetapi sampai saat ini kita masih belum bisa lepas dari masalah pangan itu sendiri. Tetapi masalah pangan ini bukan hanya menjadi masalah di negeri Indonesia saja, tapi permsalahan pangan kini menjadi permsalahan dunia.
Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh Wakil Presiden RI Bapak Jusuf Kalla dalam sambutannya di pembukaan acara Jakarta Food Security Summit (JFSS) pada Kamis (08/03/2018) kemarin. “Saat ini Indonesia dan dunia sedang menghadapi tantangan kebutuhan pangan.”
Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh Wakil Presiden RI Bapak Jusuf Kalla dalam sambutannya di pembukaan acara Jakarta Food Security Summit (JFSS) pada Kamis (08/03/2018) kemarin. “Saat ini Indonesia dan dunia sedang menghadapi tantangan kebutuhan pangan.”
Menikmati balap motor bagi saya
sungguh sangat menyenangkan. Dan setiap kali melihat balap motor, seketika saya jadi teringat papa saya. Dulu waktu
saya kecil, biasanya papa saya yang sangat senang menikmati balap motor, dan
itu sudah menjadi salah satu tontonan wajibnya, dan jika sudah ada acara balap
motor maka tidak ada yang boleh mengganti channel TV, dan saya kerap menemani papa menonton acara balap motor ini.
Dan momen nonton balap motor
bersama papa itu mulai hilang sejak saya mulai ngekos saat masuk SMA hingga
kini saya merantau jauh. Makanya jika lagi nonton balap motor saya selalu
mengingat papa saya.
EN,
Entah kenapa bagiku sangat sulit
melupakanmu, walau aku tahu perasaanmu jelas tak lagi tertuju padaku. Tapi
asaku masih saja melambung tinggi, berharap hatimu bisa berubah dan memberi
celah bagiku untuk menghuni hatimu. Mungkin ini harapan yang sia-sia, dan
sangat mustahil untuk kau kabulkan.
Aku tahu ini sangat tidak tahu
malu, tapi menghapusmu bukanlah perkara mudah yang bisa aku hilangkan dalam
sekejap saja. Aku pernah mencobanya dengan membuang semua apapun yang bisa
mengingatkanku padamu, tapi itu tak bisa menghapusmu dalam ingatanku.
Dunia anak-anak adalah dunia
bermain, maka sudah selayaknya kita sebagai orang tua membiarkan mereka
berlarian bebas, dan melepaskan mereka melakukan apapun yang mereka mau, dan
juga membiarkan mereka berani berimajinasi sesuka hati mereka, namun tentu saja
dalam batasan yang masih wajar.
Saya sangat beryukur dulu lahir
di desa, sebab di sana terbentang banyak tempat bermain yang lapang, tidak
dengan anak-anak zaman sekarang, terlebih mereka yang tinggal di kota-kota
besar, ruang bermain begitu langka, bahkan tak jarang banyak anak-anak yang
memilih bermain di tengah jalan, di lorong-lorong gang, dan itu sangat
membahayakan mereka.
Subscribe to:
Posts (Atom)






