Selain pantai dan dunia bawah lautnya yang indah, Papua juga menyimpan kekayaan lain yang sangat luar biasa, yaitu Hutan Mangrove yang begitu luas dan juga memiliki ragam yang sangat bervariasi di alam Papua Barat Khususnya.


Apa yang terbersit di pikiran kalian jika mendengar kata “Papua”?

Kalo saya pribadi, maka langsung teringat dengan keindahan Raja Ampat yang begitu luar biasa itu, gugusan bukit-bukit cantik yang terbentang di antara hamparan birunya laut itu terlihat sangat indah. Ya, meski saya belum pernah ke sana, namun pesonanya sudah sangat tersohor hingga ke seluruh penjuru dunia.

Santai di rumah ketika hari Minggu itu sungguh menyenangkan, entah hanya leyeh-leyeh di kamar sambil dengar musik kesukaan ataupun menonton film favorite. Hal ini kerap saya lakukan supaya liburan tetap terasa mengasyikan meskipun tidak pergi kemana-mana.

Bahkan terkadang, saya juga lebih senang menghabiskan hari libur dengan berkubang bersama novel-novel kesayangan saya, membuka lembar demi lembar kisah yang ada ditemani segelas cappucino hangat yang memang selalu saya buat untuk menemani saya melewati kisah yang tersaji menjadi begitu mengasyikan.


Bagi saya pribadi, menabung adalah bagian penting dalam merencanakan masa depan yang sukses. Bahkan menabung menjadi bagian dari cara kita mengontrol keuangan agar kita bisa selalu hidup hemat dan menghindari pemborosan.

Makanya, saya selalu ingat dengan petuah bijak yang mengatakan begini “Jangan menabung apa yang tersisa, tapi habiskan apa yang tersisa setelah menabung,” yaitu kegiatan menabung menjadi langkah utama yang harus kita lakukan ketika memiliki uang, bukan menabung dari sisa uang yang kita miliki.


Mengapa engkau waktu itu
Putuskan cintaku
Dan saat ini engkau selalu ingin bertemu
Dan memulai jalin cinta

Mau dikatakan apa lagi
Kita tak akan pernah satu
Engkau di sana, aku di sini
Meski hatiku memilihmu

Kembali rasa asing itu hadir,
Menyusup dalam sunyi yang ringkih,
Endapkan luka yang menguras air mata,
Perih yang menancap seharusnya membuatku meronta,
Tapi aku membungkamnya dalam diam.

Aku tahu,
Tak selayaknya rasa sayang ini masih bernaung di hatiku,
Tak seharusnya aku masih memendam rindu padamu,
Tak semestinya rasa ingin memilikimu masih bertahta di relungku.